Selasa, 29 April 2008

Membangun karakter pemimpin melalui QUANTUM IKHLAS

Kepemimpinan memerlukan perpaduan yang baik antara strategi dan karakter. Tetapi bila anda harus memilih salah satu, lupakan strategi. (H. Norman schwarzkopf)

Yang paling dibutuhkan dan mampu melindungi seseorang adalah karakter, bukan pendidikan (Herbert spencer)

Pagi ini, baru saja saya selesai mem-posting 3 artikel baru ke blog, www.akmi-ikhlas.blogspot.com, seperti biasa, saya selalu berusaha untuk menulis dengan memadukan ide dan pengalaman saya yang dikombinasikan dengan kata mutiara serta inspirasi dari buku-buku yang saya baca. Saya ingin melanjutkan artikel "pemimpin yang ngayomi dan ngayemi" karena saya merasa, cukup banyak permasalahan yang ada di AKMI adalah karena lemahnya kepemimpinan, hampir disetiap bagian. Sehingga saya merasa, perlu mengasah, ketrampilan kepemimpinan kita, yang dimulai dari diri sendiri, setiap pihak selalu berusaha masuk ke ZONA IKHLAS, yang dalam buku QUANTUM IKHLAS bagannya dapat temen-temen lihat di halaman 112. Di halaman 112 ini, kita bisa bercermin tentang kepemimpinan kita selama ini (tolong dipahami, setiap bagian adalah pemimpin di AKMI, karena secara adikodrati, kita memang dilahirkan sebagai Pemimpin atau khalifah di muka bumi ini). Kata-kata pemimpin disini, tidak saya hubungkan dengan jabatan secara struktural, tetapi lebih kepada seluruh bagian yang memang semuanya adalah pemimpin.

Di zona manakah hati kita selama ini? ZONA NAFSU atau ZONA IKHLAS? Hayo..akui secara jujur..he..he...walaupun terkesan bercanda, namun hasil perenungan kita akan memberikan dampak kepemimpinan yang luarbiasa. Makanya jika blog ini telah dipromosikan dan dibaca oleh seluruh karyawan, saya merasa bahwa perbaikan-perbaikan yang mendasar akan terjadi di AKMI. Karena, kita sadar seperti kata-kata mutiara di atas, kepemimpinan merupakan perpaduan antara strategi dan karakter, dimana karakter adalah fondasinya. Saat mengetik blog ini, saya sedang membuka 3 buku yang kurang lebih semuanya tentang kepemimpinan, dan kesemuanya menunjukkan, bahwa kepemimpinan yang berhasil adalah kepemimpinan yang berlandaskan pada karakter.

Menurut KATZ dalam SKILL OF EFFECTIVE EXECUTIVES KATZ MODEL yang terkenal dalam kepemimpinan, ia menempatkan bahwa 70% keahlian yang harus dimiliki oleh seorang eksekutif adalah "Human Relation Skill" yaitu kemampuan hubungan antar manusia. Sekali lagi kemampuan bergaul lah yang menjadi faktor utama penentu keberhasilan sebagai pemimpin....dan semua itu, bermula dari kharakter yang baik, yang bisa diwakili kharakter IKHLAS...alias selalu standby di ZONA IKHLAS seperti yang ada di hal 112. Oh ya, kalo saya tidak salah, sudah ada 4 buku QUANTUM IKHLAS di AKMI...jadi saling pinjem meminjem lah ya...biar kita segera ketularan IKHLAS...

Untuk lebih memantapkan IKHLAS dalam kehidupan kampus, maka nanti tanggal 12 juni 2008, saya merencanakan akan membuat 2 overview training, yang akan saya beri tajuk "The Power of dream with QUANTUM IKHLAS" seminar atau overview training ini, akan dibuat 2 session, sesion pagi untuk para dosen dan staf. Sesion sore untuk mahasiswa, dengan biaya, agar peserta bisa dibatasi maksimal 50 orang. Semoga langkah-langkah kita membangun budaya ikhlas, seperti obat nyamuk yang bermula dari satu titik di tengah, bisa meluas ke seluruh civitas akademika bahkan masyarakat yang berinteraksi dengan AKMI...

Salam Ikhlas

Putu

Doa Pembuka hati

Hari ini, saya melihat semua orang dalam hidup saya sebagai guru saya (helen lerner-robbins)

Tuhan, tolonglah saya untuk mengetahui bahwa setiap tantangan yang saya hadapi membawa pelajaran untuk pertumbuhan jiwa saya (doa)

Sekitar tahun 1996, saya memiliki keberuntungan untuk bertemu dengan salah seorang anggota DPR RI, yang juga seorang penganut ajaran Mahatma Gandhi. Beliau kira-kira berumur 65 tahun ketika itu, dan saya sangat senang, bisa bertemu sahabat kental gus dur ini. Beliau adalah seorang wanita yang sangat dikenal di bali, karena perjuangannya membentuk sebuah ashram, ASHRAM GANDHI, pesantren hindu begitu lah...

Sebagai seorang guru, beliau memiliki murid-murid yang tersebar ke berbagai negara, beliau sering diundang ke berbagai negara untuk mengisi seminar-seminar internasional. Beliau adalah ibu Gedong Bagoes Oka. Salah seorang wanita pejuang nilai-nilai kemanusiaan yang dikenal karena konsistensinya memperjuangkan AHIMSA. Jadi ketika itu, perasaan saya sungguh berbunga-bunga, karena memiliki kesempatan untuk bertemu orang yang luarbiasa ini.

Selama pertemuan itu, kami banyak berbicara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan spritual dan humanisme. Hubungan dan kerukunan antar umat beriman di indonesia dan dunia. Saya sungguh merasa beruntung apalagi pada saat itu, saya mendapat satu pelajaran yang membuka hati, "guru akan datang, jika murid telah siap". Begitulah pelajaran-pelajaran dalam hidup kita akan muncul, ketika hati kita telah siap.

Dalam pengalaman hidup saya, saya pernah mengalami ketika hati tertutup dan dipenuhi ego, merasa diri hebat, pintar, dan serba bisa. Sungguh sulit untuk belajar ketika itu, namun belakangan saya menyadari, bahwa hidup seperti itu sungguh tidak enak. Sedikit teman yang bisa di ajak berbagi, karena saya lebih cenderung ingin didengarkan daripada mendengar. Pelajaran terkesan seperti kritik yang menyerang, masukan orang lain sepertinya membodohkan. Hidup seperti itu terasa menjemukan dan begitu menyiksa.

Hidup saya, menjadi lebih baik, ketika mulai menerapkan satu prinsip dari seorang teman yang saya undang, untuk mengisi training di Mitragama group. Beliau mengatakan, hidup ini akan begitu indah dan menyenangkan ketika, "kita mau menyadari bahwa, setiap orang adalah guru kita, setiap tempat adalah sekolah kita". Wah bener sekali, saya membutuhkan kalimat sakti itu. Itu yang membuat saya tenang, lebih rendah hati dan mau belajar dari orang lain, meskipun ia adalah bawahan, adik, orang yang berstatus sosial lebih rendah, bahkan seorang anak kecil.

Keikhlasan, untuk menjadi manusia pembelajar, membuat segalanya lebih baik. Akhirnya saya sering menggunakan doa pembuka hati, agar hati ini selalu siap belajar dari siapapun dan kapanpun.

"Terimakasih Tuhan, I feel so good

Dengan perlindunganmu ya Tuhan

aku ijinkan diriku untuk berubah

Aku ijinkan diriku untuk berhasil

Aku ijinkan nasibku untuk terus membaik

Aku ijinkan, apa pun yang aku inginkan hadir di dalam hidupku dengan cara yang mudah dan menyenangkan...

Terimakasih Tuhan, aku dalam proses menjadi Executive leadersclub, Royal Crown Ambassador

Doa ini, sungguh membantu saya, untuk melakukan revolusi dalam hidup saya, dari ZONA NAFSU, menuju ZONA IKHLAS, Ikhlas untuk belajar dari siapapun dan dimanapun, karena setiap hal yang terjadi, yang kita lihat dan kita rasakan pastilah mengandung pelajaran, jika kita cukup rencah hati untuk belajar dengan IKHLAS....jika anda mau, andapun bisa menggunakan doa ini...:-)untuk kesuksesan anda, mau?

Salam Ikhlas

Putu

Senin, 21 April 2008

Pemimpin yang Ngayomi dan Ngayemi

"Pemimpin dituntut mengasah kemampuan interpersonalnya, karena pemimpin harus bisa menginspirasi, encourage the heart, membuat orang lain menjalani apa yang ditugaskan kepadanya dan menghargai sebuah proses kerja" Barry Z. Posner, pengarang buku the Leadership Challenge.

Selama sepuluh tahun lebih berkecimpung di dunia bisnis maupun lembaga pendidikan, saya benar-benar memetik pembelajaran yang begitu berharga dan saat ini saya begitu mensyukurinya, karena itu benar-benar menjadi aset yang sangat berharga di dalam diri saya saat ini. Namun hasil yang dipetik saat ini, tidaklah melalu perjuangan yang ringan, karena perjuangan menjadi pemimpin yang dicintai...itu yang saat ini saya sedang pelajari, benar-benar melalui proses yang panjang, memakan waktu, menuntut kesabaran dan keuletan yang luarbiasa.

Ketika sedang sekolah di sekolah menengah pertama (SMP) saya mendengar istilah "banyak teman adalah modal utama untuk sukses", demikian teman-teman saya yang masih belia, ketika itu bercerita kepada saya. Ketika itu, saya masih sering menjadi anak bawang dalam setiap pembicaraan teman-teman, karena saya termasuk kutu buku, sehingga waktu saya lebih banyak untuk membaca buku daripada ngobrol sana-sini. Seiring dengan perjalanan waktu, saya tahu apa maksud mereka. Pada saat itu, sudah menjadi rahasia umum, bahwa untuk menjadi tentara atau polisi, tidak lepas dari yang namanya backing alias katebelece. Oh ini tho maksudnya....pikir saya ketika itu...semenjak itu saya memutuskah saya tidak ingin jadi tentara, polisi atau pun pegawai negeri kalo harus pake katebelece...karena saya tahu orang tua saya pasti tidak mampu menyediakan uang untuk membayarnya....

Belakangan saya mendengar istilah yang lain lagi, "untuk sukses, kita harus bermodal pergaulan yang luas", karena pergaulan adalah modal utama, yang bisa membuat kita tidak kelaparan bahkan ketika kita tidak punya uang...akhirnya benar-benar tertanam di pikiran bawah sadar saya, bahwa untuk sukses saya harus pandai bergaul, pandai mencari teman dan menjaga teman-teman saya.

Saya benar-benar ingin sukses, maka saya betul-betul belajar bagaimana cara mencari teman dan bergaul. Saya ketika itu ingat betul, kelas satu SMA, saya merantau dan tidak memiliki teman. Saya memasuki lingkungan yang keras di baturaja, banyak hal yang jujur saja saya tidak suka ketika itu. Saya banyak melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, dari yang malas belajar, urakan, nakal dan suka menggangu orang lain, berkelahi dan masih banyak lagi. Namun saya sadar, saya akan menjadi orang yang terasing dan tidak punya teman, jika saya tidak bisa menerima kekurangan teman-teman saya tersebut dan sok idealis....

Akhirnya saya berusaha, untuk membaur namun tetap memegang prinsip-prinsip yang saya anut. Saya menghindari perdebatan, karena saya tahu perdebatan hanya akan menyinggung pihak-pihak yang saya ajak berdebat, bahkan orang lain. Disinilah saya belajar mengalah, mengakui kelebihan orang lain dan melatih senyum yang paling manis yang saya bisa...:-) saya belajar berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan teman-teman saya, dan saya bersyukur latihan saya membuahkan hasil hingga saat ini...

Saya masih ingat betul, bagaimana saya belajar ketika itu, belajar untuk bercerita lucu.., karena teman-teman saya yang pandai bergaul saya lihat adalah orang-orang yang pandai melucu, saya juga belajar cerita runtut, cerita yang memberi kesan, saya sungguh-sungguh belajar ketika itu...

Kejadian itu, telah berlalu 15 tahun yang lalu, namun masih segar dalam ingatan saya. Saya bahkan tersenyum bahagia, sembari jari-jari saya menghentak keyboard di notebook saya, oh indahnya pembelajaran. Yang membuat saya betul-betul bahagia, sampai hari ini pun saya masih belajar, belajar hal yang sama...

Hanya saja, kali ini saya belajar untuk menjadi pemimpin yang dicintai. Pemimpin yang peduli, terhadap masa depan orang-orang yang dipimpinnya, mampu melakukan hubungan yang baik dan menyentuh hati orang-orang yang saya pimpin. Sungguh indah hidup ini, jika telah berhasil memetik buah dari kepemimpinan, dimana orang-orang yang kita pimpin begitu mencintai kita. Memimpin dengan ikhlas, menghasilkan team yang ikhlas...semoga..saya bisa memimpin AKMI dengan ikhlas. Hallo para pemimpin AKMI, sudahkah anda belajar, membangun hubungan interpersonal yang baik?

Karena kata Barry Z. Posner baru-baru ini di jakarta, "pemimpin adalah role model bagi pengikutnya",. Dalam kehadirannya yang di undang oleh lembaga manajemen Universitas Indonesia , ia mengatakan, "berbicara tentang kepemimpinan, berarti melakukan perubahan", dan paling tepat, perubahan itu dimulai dari diri sendiri. So, AKMI LEADER, bersiaplah, lakukan perubahan mulai dari diri sendiri dengan ikhlas, untuk membangun aset di dalam kepribadian anda. Jadilah pribadi yang menyenangkan, jadilah pemimpin yang ngayomi dan ngayemi ...melindungi dan menyejukkan. Tetap tegas, berwibawa, namun juga menjadi sahabat bagi orang-orang yang kita pimpin. Jadikan mereka sahabat dalam perjalanan pembelajaran kita. Belajarlah dari para motivator dan pemimpin yang telah terbukti menginspirasi banyak orang, melalui weblink para motivator di blog ini. Tolong sampaikan salam saya pada temen-temen yang belum membaca blog ini, untuk mampir ke blog www.akmi-ikhlas.blogspot.com ya?

Salam ikhlas

Putu

Kematian sang Hati

Salah satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka. Hanya seringkali kita terpaku begitu lama pada pintu yang tertutup, sehingga tak melihat yang telah terbuka untuk kita (hellen keller)

Pagi ini saya berangkat ke tempat kolega, dan dalam perjalanan saya mendengarkan lagu-lagu rohani dari radio sasando di jogja. Setelah lagu-lagu usai, penyiarnya membahas tentang anugrah Tuhan yang bernama waktu. "sudah kah kita menghargai anugrah Tuhan yang bernama waktu? Waktu sungguh sesuatu yang sangat berharga, sehingga kebanyakan kita memanfaatkan waktu kita, sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pekerjaan atau bisnis kita. Itulah yang menyebabkan kita sibuk". Sanga penyiar menghela napas sejenak dengan latar alunan musik-musik rohani yang menghibur. "Konon di daratan tiongkok, sibuk dalam huruf-huruf cina, berarti hati yang mati. Itukah sebabnya, ketika kita sibuk, maka hati kita , perasaan kita seakan menjadi mati? Kita bahkan lupa kepada Tuhan, kepada sesama kita, kepada keadaan di sekeliling kita, itukah tanda-tanda kematian sang hati?" lanjut sang penyiar dengan bersemangat.

Kalimat-kalimat penyiar di radio tadi, tiba-tiba mengajak pikiran saya menerawang. Beberapa tahun yang lalu, saya sungguh-sungguh berada dalam kesibukan yang luarbiasa. Pekerjaan menumpuk, masalah bahkan hutang pun menumpuk..:-) banyak hal yang harus diselesaikan menjadikan saya menjadi manusia super sibuk. Dan saya pun mengakui, bahwa itu membuat saya kehilangan kepekaan saya....tiba-tiba ego merangkak naik dan jadilah saya ketika itu orang yang haus pujian, dan sangat sensitif ketika menerima kritikan. Keinginan untuk membela diri begitu besar, seakan saya adalah orang yang benar sendiri dan harus diikuti segala kemauan.

Sebagai insan yang selalu belajar dari kesalahan-kesalahan, belakangan ini saya menyadari, betapa waktu adalah kekayaan yang luarbiasa, yang kita lupa mensyukurinya. Wajarlah jika di dalam bukunya, 7HABBIT OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE, Steven covey mengatakan bahwa orang-orang yang selalu mengerjakan hal-hal yang penting mendesak, akan menjadi orang yang sibuk, selalu dilanda krisis, karena harus memadamkan api-api krisis yang selalu bermunculan. Sehingga Covey, selalu menyarankan kita, untuk membuat sebanyak mungkin urusan kita, menjadi hal-hal yang penting, tapi tidak mendesak. Selesaikan urusan-urusan lebih awal, buat agenda kerja, bikin janji lebih awal, datang ke pertemuan atau kekantor lebih awal, membuat hati kita akan diliputi ketenangan dan kedamaian.

Jika kematian sang hati, bisa kita hindari dengan mengatur jadwal kerja yang lebih efektif, kenapa tidak? Saya pun langsung praktek, agar SAYA TETAP BERADA DI ZONA IKHLAS, atau paling tidak lebih banyak waktu di ZONA IKHLAS, saya pun membeli buku agenda. Saya rencanakan kehidupan saya, sehingga banyak urusan telah terencana dengan baik. Goal atau target, tentu dimiliki, dan saya pun punya target. Target-target dikerjakan lebih awal, sehingga urusan penting mendesak bisa dihindari. Hari ini, 17 april 2008, saya telah memiliki jadwal kerja, liburan, ibadah dll. Sampai dengan bulan oktober 2008. Asyik kan? Bagaimana dengan anda? Jika belum, cobalah....semoga kita sama-sama masuk ke ZONA IKHLAS, zona yang bebas hambatan untuk meraih hal-hal yang ingin kita capai dalam kehidupan kita. Selengkapnya, baca dan dengarkan CD QUANTUM IKHLAS, terutama seminar THE POWER OF POSITIVE FEELING ya? Filenya ada di pak giri...

Ok...salam Ikhlas

Putu

Cerita singkat pembangun Ikhlas

Ketika saya sungguh-sungguh dengan urusan bisnis, maka pikiran yang tenang bisa berubah menjadi sibuk. Sehingga sangat gampang masuk dalam ZONA NAFSU. Pikiran yang telah disetting untuk selalu di ZONA IKHLAS, sejenak melupakan dan keluar, karena hal-hal yang menyibukkan kita, memang menuntut perhatian yang lebih banyak.

Saya bisa membayangkan kesibukan temen-temen di AKMI, kesibukan mengajar, membimbing mahasiswa, mengarang buku, mencari referensi-referensi, belum lagi menerima dan menjawab komplain dari mahasiswa. Kesibukan seperti ini, apalagi digabung dengan hal-hal yang sifatnya mendesak tapi tidak penting (seperti: menjawab sms, menerima telpon yang tidak terlalu penting, menangani komplain, mendengarkan marah-marahnya si bos yang lagi salah paham dll.) sangat rawan menimbulkan stress. Stress ini adalah kondisi pikiran beta...dimana kita memikirkan, terlalu banyak hal.

Nah kalo dalam kondisi seperti ini, biasanya kita terlanjur masuk ke ZONA NAFSU, yaitu mengeluh, cemas, marah dan takut. Akhirnya kita cenderung menjadi defensif, berusaha bertahan dengan pendapat, keyakinan dan asumsi-asumsi kita. Pada saat seperti inilah kita melihat diri kita benar dan orang lain salah...padahal yang sebenarnya juga gak ada yang salah...ha...ha...

Nah kalo sudah begini, timbullah suasana saling menyalahkan, semua bersikap defensif. Dan jika kondisi ini tidak kita perbaiki dalam lingkungan, komunitas atau keluarga kita, masuklah kita dalam kondisi negatif feeling yang memaksa law of attraction menarik hal-hal negatif dalam hidup kita. Dan akan muncullah kejadian-kejadian negatif dalam komunitas kita itu. Nah seerem tho? Ternyata kesibukan yang tidak dimanage, bisa menyebabkan kita tidak IKHLAS dalam hidup. Lalu apa kita tidak boleh sibuk? Oh bukan begitu maksud saya....

Di PDA saya....bisa terima email...akhir-akhir ini, pak made sering mengirim email cerita-cerita lucu, maupun cerita yang lainnya. Nah satu hari, saya menerima email tentang pantulan kehidupan, karangannya andrie wongso, masih inget? Seorang anak kecil yang naik gunung bersama ayahnya, dan heran setiap kata-katanya ada yang menirukan. Ketika dia bilang "hey siapa kamu", ada suara yang meniru "hey siapa kamu", ketika dia berteriak "kamu jahat" sang keheningan pun menjawab "kamu jahat". Cerita-cerita seperti itu, kemudian membuat saya merenung tanpa merasa digurui, merasa ditegur, tanpa harus tersinggung, bisa belajar hingga lubuk hati yang paling dalam. Jadi jangan heran, kalo anda ikut mobil saya, akan banyak anda temui cerita-cerita dari 5 cd andrie wongso, di laptop saya anda akan banyak temukan cerita-cerita motivasi yang menginspirasi, semua itu membuat saya lebih banyak belajar secara ikhlas..dan otomatis memperkuat otot Ikhlas, yang membuat Law of attraction menarik hal-hal positif dalam hidup saya.....

Cerita-cerita seperti itu, masuk ke dalam pikiran bawah sadar dengan lebih cepat, akhirnya nasib akan lebih baik. Mari, kita tambahkan kebiasaan mendengarkan cerita-cerita, membaca cerita-cerita motivasi yang ada di link-link yang ada di blog ini, seperti www.pembelajar.com, www.andriewongso.com dll. Dan saya sungguh bahagia membayangkan, bahwa dengan kebiasaan dan budaya ini di kampus AKMI Tercinta, kita telah membuat LAW OF ATTRACTION bekerja untuk membuat NASIB yang lebih baik lagi buat kita...setuju?

Salam ikhlas

Putu

Kamis, 17 April 2008

Melatih Otot Syukur dan standby di ZONA IKHLAS

Seluruh proses menuju kekayaan mental, material dan spiritual dapat diringkas dalam satu kata "syukur" (Joseph R. Murphy)

Semudah itukah? Hanya dengan bersyukur, kita akan mencapai kesuksesan? Mungkin pertanyaan ini muncul di benak anda, seperti ketika dulu saya membacanya. Iya, semudah itu..tapi apakah benar untuk bersyukur dan selalu dalam kondisi bersyukur, sabar, tenang dan bahagia adalah hal yang mudah?

Dalam salah satu edisi kehidupan saya, ketika impian saya selama 9 tahun, untuk memiliki sebuah lembaga pendidikan tercapai, mestinya adalah saat yang sangat tepat untuk benar-benar bersyukur. Dan memang, itulah yang terjadi, saya sungguh-sungguh bersyukur bahwa Tuhan telah memberi kepercayaan kepada saya, untuk memimpin sebuah Perguruan tinggi. Selama sembilan tahun, saya telah mendoakannya, berusaha, meyakini dan menerima hasil dari doa dan perjuangan itu. Tentu sangatlah wajar jika saya bersyukur.

Namun di sisi yang lain, perguruan tinggi ini, dibangun di atas hutang yang banyak. Sebagai konsekuensi dari akumulasi keputusan-keputusan, puncak hutang saya ketika itu adalah 3,6 MILYARD. Wooowww....angka yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Itu sungguh-sungguh angka yang sangat besar bagi saya...tapi saya seperti tidak berdaya ketika itu. Seperti tidak ada keberanian untuk menolak permintaan orang lain, terutama karyawan ketika itu. Keinginan untuk memiliki mobil dinas, kantor, rumah dan lain sebagainya datang dari berbagai penjuru. Baik dari karyawan, mitra kerja, istri dan diri sendiri. Saya seperti tidak berdaya...ego saya sangat tinggi, sulit dikritik oleh orang lain, ingin menang sendiri dan suka berdebat...

Dari manakah datangnya itu semua? Mengapa dalam kondisi seperti itu saya menjadi kurang pandai bersyukur? Tiba-tiba saja, sepertinya keadaan sangat jauh berubah. Dari orang yang cukup pandai bersyukur, menjadi mudah mengeluh dengan keadaan, gampang menyalahkan orang lain, dan tidak mau mengakui kesalahan diri sendiri. Ternyata kondisi ini berpengaruh terhadap kondisi fisik saya, mulailah saya sakit-sakitan, banyak macam penyakit ketika itu. Perasaan-perasaan negatif begitu sering muncul. Dan itu sungguh-sungguh membuat saya sulit mengendalikan diri. Saya benar-benar berada dalam ZONA NAFSU...apakah anda pernah merasakan kondisi seperti itu? Malah saat ini anda sedang seperti itu?

Saya bersyukur dan sungguh berbahagia, ketika saya dalam kondisi di titik nadir, di titik seakan-akan perubahan begitu sulit terjadi, Tuhan mengirimkan orang-orang yang membantu saya, bangkit dari keterpurukan itu. Dari situ saya dikenalkan dengan sebuah komunitas, yang memaksa saya bekerja dengan kebiasaan-kebiasaan dan sikap yang positif. Saya belajar kembali ilmu kepemimpinan, hubungan antar manusia, pergaulan yang positif yang sering disebut sebagai people skill. Dari pergaulan inilah saya akhirnya menemukan film the secret, buku law of attraction, becoming a money magnet dan quantum ikhlas. Di sini saya benar-benar belajar...saya akhirnya tahu, apa yang saya rasakan dan pikirkan, itulah doa saya....oleh karena itu, saya berusaha untuk belajar dan belajar, memahami rahasia Law of attraction bekerja dalam kehidupan saya.

Yang paling istimewa, buku quantum ikhlas disertai software, yang mampu merubah perasaan saya menjadi positif secepat mungkin. Sehingga saya lebih mudah untuk masuk ke zona ikhlas....sejak saat itu, saya merasakan banyak keajaiban-keajaiban kecil terjadi dalam kehidupan saya. Banyak kebetulan-kebetulan yang membuat hidup semakin menyenangkan....anda mau? Mari bangun komunitas ini, kita belajar bersama, melatih otot syukur kita dan selalu berada di ZONA IKHLAS...

Salam Ikhlas

Putu

Selasa, 15 April 2008

Law of attraction

Penemuan terbesar dari generasi kita adalah bahwa manusia dapat mengubah kehidupan mereka dengan cara mengubah cara berpikir mereka

(william james)

Pernahkan anda merasakan, ketika anda memiliki sebuah harapan atau keinginan, keinginan yang begitu menggebu-gebu sehingga anda benar-benar terobsesi, namun tidak tercapai. Sebaliknya, suatu ketika di lain waktu, anda menginginkan sesuatu, sekilas saja anda menginginkannya, cukup jelas setelah itu anda melupakannya, namun akhirnya menjadi kenyataan?

Atau mungkin anda merasakan sebuah kebetulan? Pagi-pagi anda bangun pagi, tiba-tiba anda teringat seseorang, anda ingin sekali nelpon dia, karena ada satu urusan yang anda ingin bicarakan, eh tiba-tiba telpon berdering dan ya Tuhan, ternyata yang menelpon adalah orang yang barusan anda pikirkan. Dan banyak lagi kebetulan-kebetulan lain yang tidak disengaja, terjadi dalam hidup kita.

Percaya atau tidak, kita sadari atau tidak ternyata ada satu hukum yang bekerja dalam kehidupan kita, ia bernama "law of attraction". "Hukum ketertarikan", adalah hal-hal yang menarik apa-apa yang sedang kita pikirkan dan sedang kita rasakan. Mengapa bisa begitu? Cukup panjang ceritanya, tapi boleh lah saya jelaskan sedikit...agar lebih menarik saya illustrasikan dengan sebuah cerita ya...

Di sebuah tepian sungai, di tanah india, hiduplah seorang guru bijak, yang mengajar murid-muridnya di bawah sebuah pohon. Guru terkenal pandai dan bijak dalam menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan misteri kehidupan. Sehingga orang yang berdatangan ke tempat itu, semakin hari semakin banyak, apalagi sang guru terkadang menyelingi penjelasannya dengan lagu-lagu rohani. Semakin banyaklah murid-murid yang datang ke daerah itu silih berganti...

Suatu hari, ketika murid-murid berkumpul dan sang guru sedang menjelaskan tentang misteri kehidupan, bertanyalah seorang murid, " guru, jika Tuhan maha pencipta, bagaimana Tuhan menciptakan dunia beserta segala isinya?". Sang guru menatap sang murid sejenak, kemudian memandang berkeliling dan mengambil satu buah dari pohon randu yang kebetulan berada di sana. Kemudian sang guru berujar, "nak, bukalah buah ini..", sang guru mengulurkan buah tersebut. Kemudian sang murid mengikuti petunjuk sang guru...bertebarlah kapas-kapas dari buah randu tersebut, dan di sela-sela kapas, terlihat biji-biji hitam. Kemudian sang guru mengambil biji buah randu itu, dan berkata..."nak bukalah biji ini ". Meskipun tak mengerti , sang murid tetap mengikuti petunjuk sang guru. Di balik biji hitam itu, ada butir-butir kecil berwarna putih...kembali sang guru meminta, bukalah butiran itu...dan sang murid melakukannya dengan wajah keheranan...dan begitu seterusnya, hingga butir-butir itu sudah tidak terlihat lagi.

Sang guru kemudian menjelaskan, dari kehampaan itulah, semua benda-benda ini terbentuk. Walaupun butir-butir itu sdh tidak terlihat oleh mata kita, sebenarnya ia tetap ada. Dan jika kita mampu menyatukannya kembali, maka ia akan menjadi buah randu lagi....dengan mata kita, benda-benda itu, sdh tidak terlihat lagi. Zat yang paling halus bernama vibrasi atau getaran, semua benda memiliki getaran dan frekuensi, jika benda-benda memiliki frekuensi yang sama menyatu, jadilah ia quanta, jika banyak quanta menyatu, jadilah ia partikel, jika partikel-partikel bersatu, jadilah ia atom, molekul dan akhirnya menjadi benda. begitulah kejadian benda-benda yang ada di jagat raya yang luas ini, , ...ujar sang guru menutup pelajaran hari itu. Eh...jangan lupa, baca penjelasan lengkapnya di buku Quantum Ikhlas karya erbe sentanu, sang guru mengingatkan sambil meninggalkan tempat belajar.

Lalu bagaimana hukum ketertarikan bekerja? Hukum ketertarikan yang bekerja melalui pikiran dan perasaan kita, menarik vibrasi l yang memiliki getaran atau frekuensi yang sama. Jika pikiran dan perasaan makin kuat dan konsisten, ia akan menjadi quanta, partikel, atom, molekul dan akhirnya menjadi benda. Misalnya, kita menginginkan sebuah rumah yang indah di kaki bukit, ketika kita mulai berpikir dan merasakan betapa nikmatnya memiliki rumah itu, tamannya yang luas, angin yang dingin, di beranda ada ruang untuk duduk dan bercengkerama sembari menikmati indahnya panorama di bawah, sejak saat itulah vibrasi telah mulai berkumpul dan menyatu menjadi quanta.

Pak, kalo begitu, mengapa tidak semua keinginan kita bisa menjadi benda? Jawabannya akan ada dalam artikel-artikel selanjutnya...tapi yang jelas, kita sudah mulai memiliki suatu benang merah untuk hidup kita yang lebih baik...."Pikirkan hanya yang kita inginkan" "rasakan hanya yang kita inginkan" karena itulah yang akan terjadi, jangan lakukan yang sebaliknya "merasakan dan memikirkan hal yang tidak kita inginkan..." wah bahaya itu...kalo kita sibuk memikirkan hal-hal yang tidak kita inginkan, kacaulah hidup kita...seperti hidup dalam kutukan...semua serba salah dan serba tidak menyenangkan...he...he....selamat mencoba, menggunakan law of attraction bekerja dalam hidup anda...semoga anda berbahagia...

Salam Ikhlas

Putu

 

 

 

 

Salam Ikhlas dari jauh

 

"Seperti film di layar bioskop, yang keluar dari cahaya mesin di ruang proyektor. Hidup kita adalah cayaha yang keluar dari ruang di hati kita. Namun karena lebih mudah dan logis untuk mengeluh dan menyalahkan orang lain atas semua hal buruk yang terjadi ketimbang bertanggung jawab terhadapnya. Salah satu prinsip sukses yang sederhana ini, biasanya langsung disingkirkan alias dicuekin oleh kebanyakan orang".

Kalimat-kalimat yang dituliskan Erbe sentanu itu, serasa begitu mengena di hati saya. Ketika kehidupan kita, diluar harapan kita, maka dengan mudah, kemudian kita mencari kambing hitam atas keadaan itu. Lebih mudah lempar batu sembunyi tangan, daripada harus mengakui, bahwa itu sebenarnya itu adalah kesalahan kita. Di dalam kehidupan saya, saya pun kerap merasakan hal ini terjadi, apalagi ketika masalah sedang menumpuk, dan jalan keluar terasa sangat jauh bahkan nyaris tidak ada, maka yang paling mudah adalah mencari pelampiasan.

Di dalam hidup saya, yang memang tidak mulus ini, di usia 25-29 tahun, saya benar-benar mengalami keadaan tersebut. Hal yang sama, saya lihat juga pada pemimpin-pemimpin kelas menengah, yang memiliki pimpinan dan sekaligus memiliki bawahan, jadilah bawahan bulan-bulanan kesalahan. Ketika muncul masalah, kerap kali kita melupakan esensi dari permasalahan, namun cenderung melihat kesalahan orang lain, terutama bawahan kita.

Belakangan dalam kepemimpinan saya, saya menyadari bahwa hal ini tidak akan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi saya. Justru kedewasaan kepemimpinan saya, menjadi lebih baik, ketika saya mulai mengambil tanggung jawab atas kekurangan-kekurangan itu. Saya belajar, dan berupaya belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut. Jadilah saya, "merasa lebih baik, merasa lebih enak" , dengan kondisi kehidupan saat ini.

Mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi atas kehidupan kita, membuat kita lebih ikhlas, menyadari kekurangan diri sebagai ciptaan-Nya yang memang tidak pernah berhenti belajar. Dalam PDA saya, saya pernah menuliskan ", Hidup adalah sesuatu, dimana belajar dan rasa syukur, membuatnya sebuah perjalanan yang menyenangkan...".

Jika, kita telah siap untuk mengambil tanggung jawab secara ikhlas, hati akan lebih terbuka dan siap belajar, sehingga kita pun bisa mengikhlaskan kesalahan dan kekurangan kita. Itu membuat rasa enak akan muncul di dalam hati, dan rasa enak ini, yang akan menarik hal-hal positif dalam hidup kita...sehingga benar kata Erbe Sentanu, Hidup kita diluar, adalah proyeksi hati di dalam. Kalo hati kita enak, maka akan enak kehidupan di luar...sukses dan bahagia...mau?

 

Semoga...

Budaya Ikhlas buat masa depan kita

Temen2 semua, Semoga kita, berada dalam kondisi ikhlas dalam bekerja, jauh dari pamrih materi maupun non materi seperti pujian dan yang lainnya...semoga kita selalu diberi kebesaran jiwa, untuk menerima masukan saran dan kritik yang membangun, semoga kita mendapat tuntunan dari Hyang maha kuasa, untuk membangun kehidupan kampus yang baik. Temen2 yang saya sayangi... Telah cukup lama, saya tidak bicara dihadapan temen2, saya tidak banyak komentar atas email , sms dll. Namun bukan berarti, saya tidak ingat AKMI lagi, atau tidak memperjuangkan keberadaan AKMI. Namun saya melakukan sebisa saya, saya pun merenung, berpikir dan belajar bagaimana kelak, saya memiliki kemampuan untuk mengembangkan AKMI lebih baik lagi... Sebagai manusia biasa, saya menyadari bahwa saya banyak kekurangan dalam memimpin...dan satu hal yang ada pada diri saya adalah "saya menyadari, memaklumi akan kekurangan itu, dan saya berusaha untuk mengikis kekurangan-kekurangan yang saya miliki itu. Semoga ke depan, seperti sebuah berlian yang sudah menerima tempaan yang cukup, berlian ini akan menjadi kuat, tahan banting dan lebih bersinar daripada sebelumnya.amiin AKMI ke depan.... Saya melihat, bahwa masa depan AKMI akan sangat cerah... Kita akan menjadi salah satu UNIVERSITAS TERKEMUKA di SUMATRA. Saya pribadi siap memimpin kampus ini, untuk menjadi yang terdepan. Saya pun sedang mempersiapkan diri, dalam 2 tahun ini, saya belajar , membangun relasi, dan membangun team untuk mendukung langkah2 ini. Saya sangat percaya diri dengan apa yang saya sampaikan ini...dan saya percaya, TUHAN membukakan pintu kesempatan yang selebar-lebarnya untuk itu... Bayangkanlah... Di baturaja, hari ini adalah 17 juli 2015, itu adalah ulang tahun ke 17 Mitragama group, tepat ketika seorang anak, beranjak dewasa. Di baturaja, berdiri sebuah kampus yang megah.... berdiri sebuah gedung 5 lantai...berdampingan dengan sebuah rumah sakit berskala internasional, dimana 3 hari dalam sebulan, ada bbrp orang dokter ahli dari singapura, melayani konsultasi kesehatan dari masyarakat SUMBAGSEL, dan di kampus tersebut ada fakultas kedokteran, dimana para dokter itu memberikan kuliah untuk para mahasiswa yang datang dari berbagai kota di SUMATRA, bahkan pulau jawa. Kampus dan Rumah sakit ini, dipimpin oleh orang-orang yang Bahagia, Ikhlas, suka melayani, berwibawa, disegani sekaligus dicintai oleh para karyawan...suasana kerja di kampus dan rumah sakit itu, sungguh patut diteladani, setiap bagian bekerja sama dengan baik, dengan semangat saling tolong menolong. Setiap kritik membangun , selalu disampaikan secara santun, komunikasi berjalan lancar, dan setiap orang bangga bekerja di institusi ini. Setiap orang merasa beruntung, bukan semata-mata karena gaji yang besar, tetapi juga karena setiap orang memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, mendapatkan penghargaan yang layak dari rekan kerja maupun kolega...luar biasa... Temen2 semua... Kita sungguh berbahagia, ketika semua itu telah terjadi dan kita masih ada di dalam institusi ini. Itu semua akan terjadi, jikalau kita mulai saat ini juga, mulai detik ini, memutuskan untuk membangun budaya kerja "IKHLAS". Panduannya ada dalam buku QUANTUM IKHLAS karangan Erbe sentanu. Saya merasa, sudah saatnya, diluar pembangunan fisik yang telah kita bangun selama 5 tahun terakhir, kita harus benar-benar membangun "BUDAYA" Yang sering disebut sebagai "CORPORATE CULTURE". Ini adalah 'roh' nya lembaga. Karena roh ini lah perusahaan akan hidup, bertumbuh dan berkembang, serta 'sustainable' alias berkesinambungan. Kita semua.... Harus ambil bagian dalam hal ini...mari kita menjadi manusia pembelajar...banyak buku-buku bagus dalam pengembangan diri yang bisa kita gunakan sebagai acuan, namun saya melihat QUANTUM IKHLAS adalah yang paling cocok dijadikan pedoman. Karena ia dilengkapi dengan software2, ia juga bisa kita kemas dalam bentuk training-training yang berkesinambungan.. Saya telah merencanakan terjun langsung untuk membangun budaya ini...gejolak-gejolak di kampus selama ini saya lihat adalah karena kurangnya budaya IKHLAS dalam roh lembaga. Itulah yang menyebabkan, munculnya saling menyalahkan, negatif thinking, mau menangnya sendiri, kurang semangat, loyo, pamrih berlebihan , kurang kreatif dll. Semua ini harus kita rubah, jika kita ingin maju bersama. saya telah merencanakan untuk setiap 3 bulan , mengadakan training di AKMI, bersamaan jadwal saya ke Baturaja yang saya barengkan dengan jadwal K-link agar menghemat biaya transportasi. Temen-temen yang saya banggakan... Kita telah memulai perubahan di baturaja, jangan berhenti sampai disini, mari kita bangun kekompakan. Jika kita berjuang sendiri-sendiri kita akan rapuh. Dan jika kita bersatu kita akan kokoh. Seperti sapu lidi jika hanya satu ia mudah patah, namun jika ia diikat dengan seutas tali dan menyatu, ia menjadi kuat... Untuk memulai program ini saya merencanakan beberapa action, bekerja sama dengan bendahara yayasan dan direktur di antaranya; 1. Pak made akan membuat milis, dengan syarat di Milis ini, kita belajar menggunakan pilihan kata yang positif, hindari kata2 negatif, menghina, merendahkan dll. Ini forum umum, silahkan email jalur pribadi (Japri) jika ada kalimat2 yang anda pikir akan menimbulkan negatif feeling bagi yang lainnya... 2. saya akan mengadakan seminar pengembangan diri di kampus...beberapa tema yang saya pilih seperti , The power of dream, the power of change, the power of positif feeling, the power of team, training the presenter dll. tgl 12 juni saya merencanakan seminar yang pertama kali, untuk membatasi peserta, saya sarankan menggunakan tiket misalnya 15-25 rb, fasilitas snack, makan siang, sertifikat dll. maksimal 40-50 peserta, agar ruangan tetap dingin dan nyaman.... metode seminar, akan menggunakan seperti seminar-seminar diluar seperti financial revolution, quantum ikhlas, n21, k-system dll. agar seminar menjadi hidup dan berkesan.. 3. saya pribadi akan membuat blog, yang berkenaan dengan ide-ide saya, berkenaan dengan kampus, sehingga ide-ide ini tidak gampang hilang... 4. di perpustakaan akan disiapkan satu unit komputer, yang berisi film, audio book dan artikel-artikel motivasi yang mendukung pembentukan budaya kampus yang baik..."BUDAYA IKHLAS" Teman2, mari bergandengan tangan, bangun budaya IKHLAS di kampus kita, niscaya hidup kita akan lebih baik, lebih bahagia, lebih sehat dan awet muda..amiin... Salam Ikhlas... Putu