Kepemimpinan memerlukan perpaduan yang baik antara strategi dan karakter. Tetapi bila anda harus memilih salah satu, lupakan strategi. (H. Norman schwarzkopf)
Yang paling dibutuhkan dan mampu melindungi seseorang adalah karakter, bukan pendidikan (Herbert spencer)
Pagi ini, baru saja saya selesai mem-posting 3 artikel baru ke blog, www.akmi-ikhlas.blogspot.com, seperti biasa, saya selalu berusaha untuk menulis dengan memadukan ide dan pengalaman saya yang dikombinasikan dengan kata mutiara serta inspirasi dari buku-buku yang saya baca. Saya ingin melanjutkan artikel "pemimpin yang ngayomi dan ngayemi" karena saya merasa, cukup banyak permasalahan yang ada di AKMI adalah karena lemahnya kepemimpinan, hampir disetiap bagian. Sehingga saya merasa, perlu mengasah, ketrampilan kepemimpinan kita, yang dimulai dari diri sendiri, setiap pihak selalu berusaha masuk ke ZONA IKHLAS, yang dalam buku QUANTUM IKHLAS bagannya dapat temen-temen lihat di halaman 112. Di halaman 112 ini, kita bisa bercermin tentang kepemimpinan kita selama ini (tolong dipahami, setiap bagian adalah pemimpin di AKMI, karena secara adikodrati, kita memang dilahirkan sebagai Pemimpin atau khalifah di muka bumi ini). Kata-kata pemimpin disini, tidak saya hubungkan dengan jabatan secara struktural, tetapi lebih kepada seluruh bagian yang memang semuanya adalah pemimpin.
Di zona manakah hati kita selama ini? ZONA NAFSU atau ZONA IKHLAS? Hayo..akui secara jujur..he..he...walaupun terkesan bercanda, namun hasil perenungan kita akan memberikan dampak kepemimpinan yang luarbiasa. Makanya jika blog ini telah dipromosikan dan dibaca oleh seluruh karyawan, saya merasa bahwa perbaikan-perbaikan yang mendasar akan terjadi di AKMI. Karena, kita sadar seperti kata-kata mutiara di atas, kepemimpinan merupakan perpaduan antara strategi dan karakter, dimana karakter adalah fondasinya. Saat mengetik blog ini, saya sedang membuka 3 buku yang kurang lebih semuanya tentang kepemimpinan, dan kesemuanya menunjukkan, bahwa kepemimpinan yang berhasil adalah kepemimpinan yang berlandaskan pada karakter.
Menurut KATZ dalam SKILL OF EFFECTIVE EXECUTIVES KATZ MODEL yang terkenal dalam kepemimpinan, ia menempatkan bahwa 70% keahlian yang harus dimiliki oleh seorang eksekutif adalah "Human Relation Skill" yaitu kemampuan hubungan antar manusia. Sekali lagi kemampuan bergaul lah yang menjadi faktor utama penentu keberhasilan sebagai pemimpin....dan semua itu, bermula dari kharakter yang baik, yang bisa diwakili kharakter IKHLAS...alias selalu standby di ZONA IKHLAS seperti yang ada di hal 112. Oh ya, kalo saya tidak salah, sudah ada 4 buku QUANTUM IKHLAS di AKMI...jadi saling pinjem meminjem lah ya...biar kita segera ketularan IKHLAS...
Untuk lebih memantapkan IKHLAS dalam kehidupan kampus, maka nanti tanggal 12 juni 2008, saya merencanakan akan membuat 2 overview training, yang akan saya beri tajuk "The Power of dream with QUANTUM IKHLAS" seminar atau overview training ini, akan dibuat 2 session, sesion pagi untuk para dosen dan staf. Sesion sore untuk mahasiswa, dengan biaya, agar peserta bisa dibatasi maksimal 50 orang. Semoga langkah-langkah kita membangun budaya ikhlas, seperti obat nyamuk yang bermula dari satu titik di tengah, bisa meluas ke seluruh civitas akademika bahkan masyarakat yang berinteraksi dengan AKMI...
Salam Ikhlas
Putu

