Kamis, 08 Mei 2008

Otot-Otot kharakter yang bertumbuh

Tidak ada yang patut dibanggakan dari seorang manusia-selain karakter-nya pada saat terburuk (John C. Maxwell)

Dalam tiga hari ini, saya merasakan ada perbedaan yang mencolok dalam tubuh saya. Otot-otot bagian dada depan, lengan atas dan persendian begitu sakit, sehingga sulit untuk digerakkan. Bahkan untuk mengambil dompet di saku saja, adalah hal yang memerlukan perjuangan dan harus menahan sakit yang teramat sangat. Apalagi ketika saya harus mandi mengangkat gayung, atau pun mengganti pakaian, sakit yang saya rasakan terasa lebih berat lagi.

Sakit memang, tapi hati saya gembira, dan wajah saya tersenyum..mengapa? mungkin temen-temen sedikit heran dan penasaran, badannya sakit kok gembira..ini kan aneh bin ajaib..namun itulah yang memang saya rasakan, karena pelatih fitness saya sudah mengatakannya. Dalam beberapa hari, pak putu akan merasakan sakit pasca latihan, karena otot-otot setelah dilatih, akan mengalami over beban dan itu memang diperlukan oleh otot-otot kita untuk bertumbuh. "istirahat yang cukup, makanan yang mengandung banyak protein, sangat diperlukan, untuk pertumbuhan yang sempurna", ujar pelatih saya menambahkan.

Tanpa kita sadari, kehidupan juga berlangsung seperti itu. Untuk menumbuhkan kekuatan dalam diri kita, kekuatan kharakter yang menjadi fondasi kesuksesan, kita perlu mengalami masalah-masalah yang harus kita atasi. Mulai dari masalah-masalah kecil, seperti baju yang basah dan belum kering ketika anda akan berangkat bekerja, sampai permasalahan-permasalahan yang besar seperti mengatasi ketidakpuasan customer atau mahasiswa dengan fasilitas kampus. Permasalahan-permasalahan itu perlu, untuk membuat kepribadian dan kharakter kita bertumbuh.

Sebuah pohon kecil yang kecil, perlu dipagari agar tidak diganggu oleh hewan liar atau ternak yang lewat disekitarnya. Namun seiring dengan pertumbuhan yang ia alami di alam kehidupan, pohon itu akan menjadi semakin kuat. Mengapa pohon yang ada di hutan belantara bisa tumbuh besar dan kuat sementara pohon yang tumbuh di dalam pot tetap kecil dan kerdil? Karena masalah yang dihadapi pohon di hutan belantara, lebih banyak daripada masalah yang dihadapi oleh tanaman dalam pot. Karena pohon di hutan sudah mandiri, sementara pohon dalam pot tetap harus disirami.

Seperti dua sisi mata uang yang selalu menampilkan gambar berbeda, begitu juga masalah dalam kehidupan kita. Ia selalu memiliki dua sisi, dimana sisi pertama adalah masalah itu sendiri, dari mulai masalah sepele sampai level krisis, tetap membuat pusing, stress, susah tidur dan susah makan. Tapi di sisi lain mata uang, masalah adalah sesuatu yang memberikan kesempatan bagi kita untuk belajar dan bertumbuh. Pohon di hutan belantara boleh saja menyesali, kenapa ia tinggal di dalam hutan, banyak binatang liar mengganggu, sinar matahari terik menyengat, jika malam pun kedinginan, angin kencang kadang meniup dan serasa hendak membuat tumbang. Namun kenyataannya, masalah itulah yang telah membuat pohon di hutan menjadi kuat dan rindang. Kuat bertahan dalam kehidupan, dan rindang mengayomi pohon-pohon kecil disekitarnya.

Dalam perjalanan kehidupan, pesan saya jangan pernah berhenti membangun kharakter. Karena jika memiliki cita-cita dan impian hidup, kita perlu kerja keras, gigih , ulet untuk meraihnya. Namun hanya kharakterlah yang akan mempertahankan kita untuk tetap berada diatas puncak-puncak kehidupan ini...

Salam ikhlas

Putu

Selasa, 06 Mei 2008

Jadi 100% kamu

"Mereka yang berhasil meraih kesuksesan adalah bukan mereka yang hebat. Tetapi karena mereka mau menjalankan prosesnya dan menyelesaikan apa yang telah mereka mulai" (CA RIZAL FATAH NURKARIM)

Anda tidak salah, judul artikel ini, memang persis seperti iklannya Mizone. Judul ini saya ambil pagi ini, setelah membaca artikel seorang wanita yang sangat konsen di bidang SDM dan artikelnya dimuat di kedaulatan rakyat, korannya rakyat jogja pagi ini. Sudah agak lama saya tidak mengikuti artikel beliau, meskipun sebenarnya, beliau turut serta memberi warna pada kehidupan mitragama group. Namun sejak krisis melanda perusahaan ini, saya seperti kehilangan semangat untuk memotivasi karyawan, saya lebih konsen pada penyelesaian hutang-hutang yang tak juga kunjung usai ketika itu.

Pagi ini, artikelnya bagus banget, sehingga saya merasa harus berbagi dengan anda. Karena beliau berbagi, tentang seorang Herry Tjahyono dalam suatu seminar motivasi yang bertajuk BECOMING XO EMPLOYEE, menjelaskan setiap orang bisa berubah dari karyawan yang biasa-biasa saja menjadi X(Xtra) O(Ordinary) alias Luarbiasa. Dan dalam artikel itu pun, beliau menyebutkan cukup banyak contoh orang-orang yang bisa saja dengan alasan ijazah yang rendah, lalu menjadi orang biasa saja. Tapi tidak demikian dengan Andrie wongso, yang SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat) tapi bisa jadi motivator hebat, Bob sadino, Sukyatno (pemilik Es teller 77), alim Markus yang tdk tamat SMP tapi punya 40 perusahaan skala nasional, bahkan dale carnegie yang terkenal itu pun , bukan seorang sarjana. Bu Magdalena pun , mencontohkan orang-orang disekitar beliau, yang bisa sukses sebagai karyawan, bermodalkan jurus-jurus atau racikan resep, dari biasa menjadi luarbiasa yang akan saya kutip di bawah ini.

Mau tau kiatnya? Inilah racikannya, resep dari biasa menjadi luarbiasa:

  1. Kita harus punya tujuan (goal), mau melejit jadi apa. Pengusaha, dosen, manajer, trainer, motivator asal jangan koruptor (he...he..)
  2. Miliki Mindset positif. Jangan bilang "aku Cuma karyawan, orang upahan". Tapi harus tepuk dada dan bilang "aku orang yang menciptakan karya, yang diperlukan perusahaan"
  3. Cari the best in me (kelebihan yang ada pada diri anda) dan kembangkan
  4. Cintai pekerjaan kita, supaya bisa bangga, antusias dan all out!
  5. Miliki mental berkelimpahan: berani mencoba, suka cari solusi (bukan bikin masalah), semangat climbers (pendaki), win-win, tidak menghalalkan segala cara dll.
  6. Lakukan yang sesuai nilai-nilai perusahaan dimana kita bekerja
  7. Giving first! Always think how you can help other (apa yang bisa kuberikan kepada perusahaan dan rekan kerja?)
  8. Jangan lupa manajemen waktu dan kantong, ok?
  9. Jadilah karyawan pembelajar, dengan terus mengembangkan the best in me. Ingat confusius: aku lihat, aku tahu. Aku dengar, aku ingat. Aku lakukan, aku bisa.
  10. Punya motto: semua orang bisa hebat.

Nah so what gitu loh! Yuk siapin diri dari karyawan biasa jadi karyawan luar biasa. Bener-bener jadi kamu....JADI 100% kamu...

Begitulah seorang ibu magdalena sukartono, menutup artikelnya. Saya membayangkan jika resep ini diterapkan oleh kita semua, di AKMI BATURAJA, maka saya bisa membayangkan, bahwa MASA DEPAN KITA SUNGGUH CERAH. Kita akan berada pada lingkungan pembelajar, setiap orang adalah pembelajar, yang mengembangkan seluruh potensinya. Sehingga setiap pihak akan memberikan kontribusi untuk perkembangan AKMI. Setiap orang, bisa berkembang dan bertumbuh, yang berarti akan menjadi pertumbuhan lembaga. Tidak ada saling menyalahkan, saling sikut-menyikut, tidak ada yang saling melemparkan bola panas. Mahasiswa terlayani dengan baik, kualitas lulusan akan meningkat, akhirnya alumni akan terserap di pasar kerja bahkan jadi rebutan...wah luarbiasa...

Setiap orang tua, ingin anaknya kuliah di AKMI. Setiap guru, ingin anak didiknya kuliah dan belajar di AKMI. Mari kita mulai...kita bisa..kita hebatt...sementara saya akan berusaha meningkatkan diri, network, kelak saya membayangkan, ketika saya sudah banyak di MALAYSIA dan INDIA (rencana mulai tahun 2010), kita akan bekerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri. Kereen...ayo..kembangkan diri dan berkarir di AKMI, SERASA KULIAH DI JOGJA...kereeen..

Salam ikhlas

Putu...........