Tlilut..tlilut..., suara hp wanita di depanku membangunkan ku dari lamunanku...sambil menggeser tas yang ke antrian depan, tiba-tiba ingatanku ke masa-masa lalu, kembali terkenang. Aku ingat betul, bagaimana 13 tahun yang lalu, kehidupan seperti yang aku rasakan ini, hanya aku baca di buku profesor david J. Scwartz. Dengan getol, buku itu aku baca, bolak-balik puluhan kali. Setiap saat, buku selalu menginspirasi. Buku ini membimbingku, bagaimana cara berpikir, bagaimana mengalahkan ketakutan, cara bersikap, cara berjabat tangan, selalu duduk di depan di setiap pertemuan ataupun ruang kelas.
Tanpa kusadari, tangan kiriku, meraba dada sebelah kiriku. Hmm...rasa syukur, bahagia dan bangga, bercampur aduk jadi satu disana. "Terimakasih Tuhan, I Feel so good..." gumamku lirih. Perasaan itu, aku rasakan hingga saat ini, aku berada di dalam pesawat, Makassar-Jayapura. Sembari sesekali menoleh ke awan putih yang bertebaran di langit, sekali lagi aku merasakan syukur, serasa kedua bola mataku hendak meledak. Serasa ada genangan air yang ingin melompat keluar, Ya Tuhan...sungguh ini kebesaran-Mu. Seorang anak petani Miskin di pedalaman sumbawa, saat ini bisa terbang ke mana-mana suka, berkeliling Nusantara, bahkan dunia ini. "Terimakasih Tuhan..", sekali lagi ucapan itu begitu dalam dari dasar hatiku.
Bulan ini, agendaku memang sesuai yang aku rencanakan, sangat padat...Aku pergi ke Purworejo, Jayapura, baturaja, palembang, pontianak, beijing dan Hongkong. Lebih dari setengah bulan, hari-hariku akan berada di pesawat dan hotel-hotel berbintang. Suatu kehidupan, yang aku sering baca, dari para penulis buku, seperti Napoleon Hill, steven covey, david J. Schwartz, Robert T. Kiyosaki, Donald Trump dan yang lainnya. Para penulis buku-buku tersebut, memang banyak berpengaruh dalam hidupku. David J. Schwartz, dengan bukunya berpikir dan berjiwa besar, telah begitu mendalam mempengaruhi kehidupanku. Napoleon hill, dengan buku Berpikir dan Menjadi Kaya, telah berhasil menancapkan pemikiran-pemikirannya dalam hatiku. Aku bersyukur, ketika beberapa teman menertawakanku ketika itu, aku tetap bersikeras untuk membaca dan mengulangnya berkali-kali. Aku bersyukur, hari-hariku , dipenuhi oleh pemikiran para maestro kehidupan itu.
Beruntung, saat ini, kita bisa membaca dari website. Kita bisa belajar dari initernet, dulu di kota kecil yang bernama baturaja, hanya dua buku yang bisa menemani, menghibur sekaligus menguatkan hatiku. Semoga, generasi muda saat ini, bisa lebih banyak belajar, sehingga, negara ini, akan menjadi negara yang maju. Mari kita isi, diri kita, dengan berpikir dan berjiwa besar, dan kehidupan yang besar menanti anda...
Salam Ikhlas
Putu

