Anda bisa melakukan apa pun jika anda yakin anda bisa. Pengetahuan merupakan anugerah tuhan, dengan keyakinan anda, anda bisa menyelesaikan setiap masalah manusia (ROBERT COLLIER)
Sewaktu saya sekolah di hari-hari pertama saya di bangku SMA ada sebuah ungkapan dari guru di sekolah itu yang sampai sekarang masih saya ingat dan terapkan dalam kehidupan saya. Ungkapan itu bernama MMG, itu adalah sebuah singkatan dari kata-kata Malas, Malu dan Gengsi.
Guru di sekolah ini mengajarkan, kalo tidak ingin kelaparan seumur hidup, maka hindari jurus MMG ini, yaitu Malas, Malu dan Gengsi. Wah benar juga, piker saya ketika itu. Kalo saya tidak malas, maka banyak hal yang bias saya kerjakan secara kreatif yang akan membuahkan hasil. Kalo saya tidak malu, saya akan banyak teman yang mempermudah hidup saya. Dan kalo saya tidak gengsi, maka saya akan bias mengambil pekerjaan atau bisnis apa saja yang penting halal dan tidak melanggar norma agama.
Selanjutnya dalam kehidupan saya, saya benar-benar melihat, mendengar dan merasakan, bagaimana penyakit MMG begitu berpengaruh pada cara berpikir, berkata-kata dan bertindak, dalam pribadi setiap orang. Malas, cenderung melumpuhkan kita. Malas membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit. Malas menyebabkan otak buntu, dan sulit diajak berpikir. Saya bisa mencontohkan bagaimana saya, begitu malas untuk belajar sesuatu yang berhubungan dengan olah mengolah foto. Saya lebih suka belajar menulis, daripada mengedit foto atau membuat video, yang menurut saya, terlalu banyak memakan waktu. Penyakit kemalasan saya, membuat saya mental blocking. Jika anda belum tahu mental blocking, mungkin saya bisa menggambarkan untuk anda secara sederhana. Mental blocking adalah semacam tembok mental, yang menghalangi kita, untuk mencapai sesuatu. Mental blocking ini, menyebabkan, kita tidak bisa keluar dari zona status quo kita. Seperti contoh tadi, saya tidak bisa keluar dari status quo..tidak bisa mengolah photo dan video, menyebabkan saya benar-benar tidak bisa mengerjakan hal itu.
Mental blocking ini, mengungkung saya selama bertahun-tahun. Ketika saya melihat teman-teman saya yang hobby edit-edit foto, dalam benak saya berkata, "ah buang-buang waktu saja..". ketika saya melihat, hasil editannya bagus pun, saya masih menilai, bahwa itu tidak ada gunanya. Sampai saya kemudian sering mengikuti acara training-training, dimana trainernya, berhasil membius para peserta training, dengan video atau gambar-gambar yang mereka sajikan. Saya mulai tertarik, ah…ini gunanya, kalo saya bisa mengolah photo. Saya mulai membayangkan nikmatnya…saya bisa berbagi kisah perjalanan suksess saya. Aha…otak sadar saya kemudian mulai bekerja, mengejar nikmat …..(selanjutnya menghindari sengsara). Seperti kita ketahui bersama, ternyata cara kerja sel-sel tubuh kita, hanya dua saja, yaitu mengejar nikmat dan menghindari sengsara. Tiba-tiba, belief system-sistem kepercayaan- dalam otak bawah sadar saya berubah. Kalo saya bisa mengelola photo, maka saya akan mendapatkan kenikmatan. Tadinya, saya berpikir, kalo saya mengolah photo dan klak-klik terlalu lama di depan computer, itu hanya buang-buang waktu saya, dan pekerjaan jadi banyak yang gak beres. Ketika belief system saya berubah…akhirnya emosi saya berubah, mendadak saya jadi kepengen belajar olah photo.
Photo pertama yang saya olah adalah photo anak saya yang pertama. Ketika saya belajar mengolah photo, sehingga terciptalah video saya yang pertama. Dalam masa pengolahan dan menghilangkan kebosanan, saya selalu mebayangkan betapa senangnya anak saya yang ketika itu berumur 4 tahun, melihat photo-photonya dirangkai menjadi sebuah video. Akhirnya penyakit M yang pertama hilang, Malas saya mendadak hilang, ketika apa yang saya bayangkan tentang mengolah photo benar-benar berbeda. Tadinya berpikir "hanya buang-buang waktu dan bikin pekerjaan terbengkalai, menjadi pekerjaan yang mengasyikkan, bisa buat saya berbagi ketika saya mengisi training sekaligus menyenangkan buah hati saya".
Di dunia nyata, kita kerap dihinggapi oleh perasaan-perasaan seperti ini. Malas, tanpa kita tahu apa penyebabnya. Secara tidak sadar, itu menjadi mental block yang menghalangi kemajuan kita untuk meraih prestasi-prestasi kehidupan. Saya banyak bertemu, orang-orang berpotensi, dihinggapi perasaan ini, jadi malas belajar, malas untuk berubah, malas untuk menyapa orang, malas ini dan mala situ. Akhirnya pribadi ini, menjadi pribadi yang tidak menyenangkan bagi orang lain, dia tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, jadilah dia, menara gading dalam kebesaran ego-egonya saja.
Kita memang harus secara cermat dan teliti, melihat perasaan dan pikiran kita yang ada di dalam. Hancurkan penyakit malas plus mental blocking..jadilah anda orang yang memiliki energy dan stamina yang prima, untuk meraih cita-cita dan impian hidup untuk orang-orang yang anda cintai.
Salam ikhlas
Putu

