Seperti tahun 1997-1998 sepuluh tahun yang lalu, saat ini, dunia juga dihebohkan dengan adanya krisis global. jika sepuluh tahun yang lalu yang terkena imbas adalah masyarakat asia, yang dipicu dengan serangan mata uang asing, terhadap mata uang korea, jepang, thailand, malaysia dan indonesia. Maka tahun ini kebalikannya, amerika, sang negara adidaya dan adikuasa, dibeli oleh krisis mortgage, kredit kepemilikan rumah yang macet dan membuat raksasa-raksasa financial amerika gulung tikar.
Tidak ayal lagi, banyak perusahaan-perusahaan besar bahkan yang sekaliber yahoo, melakukan rasionalisasi alias perampingan karyawan. Jutaan orang kemudian, di muka bumi ini mendadak berubah status dari seorang eksekutif menjadi pengangguran.
Dampak krisis tidak hanya di alami oleh para karyawan, para petani karet dan kelapa sawit di daerah sumatra selatan, yang intens saya kunjungi 2 bulan terakhir ini pun merasakan dampak yang sama. Harga kelapa sawit yang sempat melambung sampai harga Rp. 2200/kg, melorot sampai Rp. 400/kg. Penghasilan petani sawit, amblas ke level 20% penghasilan sebelumnya.
Di sisi lain, petani karet yang telah sempat menikmati harga Rp. 16.000/kg mendadak harus merasakan kembali harga Rp. 3.500/kg. Wajar, kemudian banyak petani yang telah mengambil mobil dengan bantuan perusahaan leasing, harus memegang dahi mereka, karena frustasi.
Di salah satu sudut sumatra selatan, ada juga petani kelapa. Ternyata harga kelapa yang dulunya Rp. 1.5000/butir, sekarang terpaksa harus menjadi Rp. 500/kg, karena rendahnya permintaan. Dijadikan kopra pun, harga produksi sudah lebih tinggi daripada harga jual.
Rupanya, krisis seperti ini, akan menjadi semacam siklus kehidupan. Suka atau tidak suka, kita tidak bisa menghindar dari keadaan ini. Entah secara langsung atau tidak, sangat mungkin kita terkena dampaknya.
Untuk itu, dalam berbagai seminar dan workshop yang saya selenggarakan, saya selalu menyarankan, setiap orang untuk melakukan apa yang diajarkan oleh Mr. Tung Desem waringin dalam audio book financial revolutionnya. "always learn and open mind", selalu buka belajar dan buka pikiran. Selalu belajar, menyebabkan kita memiliki kapasitas lebih baik dalam menghadapi perubahan dan menangkap peluang yang datang.
Saya selalu menjadikan itu sebagai tema kunci, karena banyak orang yang tidak lagi mau belajar dan cepat berpuas diri, karena selembar kertas, iya saya katakan selembar kertas. Dia hanya belajar, sesuai dengan apa yang tercantum di ijazahnya. Itu pun kalo mau belajar, tidak sedikit, setelah tamat kuliah mereka beranggapan tamatlah pula belajarnya.
Apakah learn atau belajar itu? Belajar bukan hanya baca koran, majalah atau berdiskusi dengan teman saja. Menurut Pakar pengembangan diri, Antonny Robbin, belajar berarti, berkonsentrasi pada suatu hal yang baru, menyelidiki, mengamati, mendiskusikan dan selanjutnya mengambil tindakan hingga tindakan itu menjadi suatu "kebiasaan yang baru".
Bayangkan jika anda, selalu belajar hal-hal yang baru, maka anda akan memiliki banyak kebiasaan dan keahlian yang baru. Keahlian inilah, yang akan membuat anda, akhirnya memiliki peluang, untuk menjalankan usaha atau bisnis yang berbeda-beda. Itu yang akan menyebabkan anda, akan bisa memiliki berbagai sumber penghasilan.
Baru-baru ini, saya mengisi sebuah seminar yang dihadiri hampir 600 orang guru. Sebelum acara dimulai, perwakilan kepala dinas pendidikan bertanya kepada saya. Bapak mengisi seminar dengan tema "brain base teaching", dulu bapak Kuliahnya jurusan apa?
Lalu saya jelaskan, saya kuliahnya teknik sipil pak, bisnisnya komputer, lalu mendirikan perguruan tinggi dan sekarang menjadi pembicara nasional di sebuah perusahaan internasional yang bergerak di bidang kesehatan. Sekarang juga menjadi publik speaker, yang temanya Multiple intelligence.
Ha..ha...saya bisa menebak, wajahnya berkerut.
Saya pun menimpali, "begini pak, menurut salah seorang pencetus olimpiade otak dunia, Tony buzan, otak kita memiliki 10 macam kecerdasan. Dan anehnya, orang banyak hanya mengembangkan 1 atau 2 kecerdasan saja, sebaliknya saya, sedang dalam perjalanan mengembangkan 10 kecerdasan itu pak...."
Bingung? Ya...itulah jawabannya..always learn and open mind...
Setelah itu, masuk dalam berbagai industri yang bisa memberikan income untuk anda.
Mungkin anda seorang dosen, karanglah buku, belajarlah jadi trainer, bisnis komputer, percetakan, sablonase, advertising, webmaster dan masih seabrek lagi yang lainnya.
Kembangkan terus kecerdasan anda, milikilah multisource of income, banyak sumber penghasilan, mudah-mudahan anda akan menjadi pribadi yang kebal terhadap krisis.
Be smart, be kreatif.
Salam ikhlas
putu

