Senin, 10 November 2008

Ingin Kebal Krisis? Kreatif dan Multi Source of Income

Seperti tahun 1997-1998 sepuluh tahun yang lalu, saat ini, dunia juga dihebohkan dengan adanya krisis global. jika sepuluh tahun yang lalu yang terkena imbas adalah masyarakat asia, yang dipicu dengan serangan mata uang asing, terhadap mata uang korea, jepang, thailand, malaysia dan indonesia. Maka tahun ini kebalikannya, amerika, sang negara adidaya dan adikuasa, dibeli oleh krisis mortgage, kredit kepemilikan rumah yang macet dan membuat raksasa-raksasa financial amerika gulung tikar.

Tidak ayal lagi, banyak perusahaan-perusahaan besar bahkan yang sekaliber yahoo, melakukan rasionalisasi alias perampingan karyawan. Jutaan orang kemudian, di muka bumi ini mendadak berubah status dari seorang eksekutif menjadi pengangguran.

Dampak krisis tidak hanya di alami oleh para karyawan, para petani karet dan kelapa sawit di daerah sumatra selatan, yang intens saya kunjungi 2 bulan terakhir ini pun merasakan dampak yang sama. Harga kelapa sawit yang sempat melambung sampai harga Rp. 2200/kg, melorot sampai Rp. 400/kg. Penghasilan petani sawit, amblas ke level 20% penghasilan sebelumnya.

Di sisi lain, petani karet yang telah sempat menikmati harga Rp. 16.000/kg mendadak harus merasakan kembali harga Rp. 3.500/kg. Wajar, kemudian banyak petani yang telah mengambil mobil dengan bantuan perusahaan leasing, harus memegang dahi mereka, karena frustasi.

Di salah satu sudut sumatra selatan, ada juga petani kelapa. Ternyata harga kelapa yang dulunya Rp. 1.5000/butir, sekarang terpaksa harus menjadi Rp. 500/kg, karena rendahnya permintaan. Dijadikan kopra pun, harga produksi sudah lebih tinggi daripada harga jual.

Rupanya, krisis seperti ini, akan menjadi semacam siklus kehidupan. Suka atau tidak suka, kita tidak bisa menghindar dari keadaan ini. Entah secara langsung atau tidak, sangat mungkin kita terkena dampaknya.

Untuk itu, dalam berbagai seminar dan workshop yang saya selenggarakan, saya selalu menyarankan, setiap orang untuk melakukan apa yang diajarkan oleh Mr. Tung Desem waringin dalam audio book financial revolutionnya. "always learn and open mind", selalu buka belajar dan buka pikiran. Selalu belajar, menyebabkan kita memiliki kapasitas lebih baik dalam menghadapi perubahan dan menangkap peluang yang datang.

Saya selalu menjadikan itu sebagai tema kunci, karena banyak orang yang tidak lagi mau belajar dan cepat berpuas diri, karena selembar kertas, iya saya katakan selembar kertas. Dia hanya belajar, sesuai dengan apa yang tercantum di ijazahnya. Itu pun kalo mau belajar, tidak sedikit, setelah tamat kuliah mereka beranggapan tamatlah pula belajarnya.

Apakah learn atau belajar itu? Belajar bukan hanya baca koran, majalah atau berdiskusi dengan teman saja. Menurut Pakar pengembangan diri, Antonny Robbin, belajar berarti, berkonsentrasi pada suatu hal yang baru, menyelidiki, mengamati, mendiskusikan dan selanjutnya mengambil tindakan hingga tindakan itu menjadi suatu "kebiasaan yang baru".

Bayangkan jika anda, selalu belajar hal-hal yang baru, maka anda akan memiliki banyak kebiasaan dan keahlian yang baru. Keahlian inilah, yang akan membuat anda, akhirnya memiliki peluang, untuk menjalankan usaha atau bisnis yang berbeda-beda. Itu yang akan menyebabkan anda, akan bisa memiliki berbagai sumber penghasilan.

Baru-baru ini, saya mengisi sebuah seminar yang dihadiri hampir 600 orang guru. Sebelum acara dimulai, perwakilan kepala dinas pendidikan bertanya kepada saya. Bapak mengisi seminar dengan tema "brain base teaching", dulu bapak Kuliahnya jurusan apa?

Lalu saya jelaskan, saya kuliahnya teknik sipil pak, bisnisnya komputer, lalu mendirikan perguruan tinggi dan sekarang menjadi pembicara nasional di sebuah perusahaan internasional yang bergerak di bidang kesehatan. Sekarang juga menjadi publik speaker, yang temanya Multiple intelligence.

Ha..ha...saya bisa menebak, wajahnya berkerut.

Saya pun menimpali, "begini pak, menurut salah seorang pencetus olimpiade otak dunia, Tony buzan, otak kita memiliki 10 macam kecerdasan. Dan anehnya, orang banyak hanya mengembangkan 1 atau 2 kecerdasan saja, sebaliknya saya, sedang dalam perjalanan mengembangkan 10 kecerdasan itu pak...."

Bingung? Ya...itulah jawabannya..always learn and open mind...

Setelah itu, masuk dalam berbagai industri yang bisa memberikan income untuk anda.

Mungkin anda seorang dosen, karanglah buku, belajarlah jadi trainer, bisnis komputer, percetakan, sablonase, advertising, webmaster dan masih seabrek lagi yang lainnya.

Kembangkan terus kecerdasan anda, milikilah multisource of income, banyak sumber penghasilan, mudah-mudahan anda akan menjadi pribadi yang kebal terhadap krisis.

Be smart, be kreatif.

Salam ikhlas

putu

 

Minggu, 09 November 2008

Risk Taker atau Safety Player

 

Dalam satu seminar, saya pernah ditanya, "pak, bagaimana saya agar bisa sukses di dalam bisnis yang saya bangun?". Saya kira pertanyaan seperti banyak dilontarkan oleh peserta seminar lain di dalam hatinya. Sukses, merupakan barang langka yang banyak diburu dan peminatnya sangat banyak. Tapi apakah sukses itu? Banyak definisi yang bisa diberikan, tapi rata-rata akan mengatakan, sukses berarti meraih apa yang menjadi tujuan.

Dalam hidup ini, setiap pihak menuju dan mengarah kepada tujuan. Setiap orang merasa telah menetapkan tujuan, meskipun kadarnya berbeda-beda. Ketika tujuan telah ditetapkan, langkah berikutnya adalah merumuskan strategi dan tactic untuk bekerja. Apa yang akan dikerjakan untuk meraih tujuan-tujuan itu?

Langkah selanjutnya adalah mengambil tindakan yang beresiko sukses atau gagal.

ada 2 type orang, ketika kita telah memilih melakukan suatu tindakan. Ada yang menjadi Risk taker, seorang pengambil resiko yang gagah berani. Tetapi type kedua adalah type safety player, yaitu orang yang mengambil posisi yang aman, dengan cara memberi kritik dan masukan atau apapun namanya, dengan mengambil tindakan yang seminimal mungkin.

Risk taker, berupaya keras untuk kreatif dengan otak kanannya. Dia mengambil resiko dengan gagah berani, bertanggung jawab atas segala cercaan dan kritik pedas yang dilontarkan kepadanya. Sementara safety player lebih suka mengatakan yang ini bisa, atau yang ini tidak bisa. Yang ini masuk logika, atau yang ini tidak masuk logika.

Ini pernah terjadi di dunia bisnis, ketika Purdi E. Candra, sang bos primagama ingin beriklan di RCTI. Sangat banyak tantangan yang dihadapinya, sangat banyak cercaan yang mampir padanya. Banyak yang mengatakan, mengapa harus pake artis setenar dan tentu semahal rano karno? Mengapa harus di RCTI, media yang paling mahal ketika itu? "

Pak jangan-jangan, bapak menghabiskan semua asset primagama, untuk beriklan..."

Demikian kira-kira, ungkapan anak buahnya mengkritik sang bos..

Namun apa yang terjadi, iklan di RCTI ternyata justru adalah awal revolusi dan ketenaran PRIMAGAMA menjulang tak tertandingi. Bahkan sekarang, kita orang menyebut bimbingan belajar, orang akan menyebut PRIMAGAMA, seperti HONDA untuk mengatakan sepeda motor, SANYO untuk mengatakan mesin pompa air.

Jika itu tadi di dunia bisnis, di dalam diri kita sendiri, hal ini terjadi. Otak, sebuah benda seberat kurang lebih 1,6 kg yang ada di dalam tengkorak kepala setiap orang, terbagi atas otak kiri dan otak kanan.

Otak kanan bekerja dengan kreatifitasnya yang tanpa batas, memiliki ide bermacam-macam untuk direalisasikan. Sementara otak kiri akan mulai menghitung biayanya, menganalisa itu logis atau tidak logis, masuk akal atau tidak.

Disinilah persimpangan akan terjadi....seorang pemberani akan mengambil resiko, apa pun yang terjadi. Dia akan selalu mencari celah atas tantangan dan kendala yang mungkin muncul, inilah jiwa seorang entrepreneur, Risk Taker. Pengambil resiko yang pemberani.

Sementara seorang Safety Player, dia akan menghitung-hitung, menimbang-nimbang, berpikir-pikir, melihat angka-angka, dan wussshhh...akhirnya kesempatan lewat. Atau dia sendiri yang memutuskan untuk tidak mengambil resiko itu.

Manakah yang anda pilih untuk hidup anda? Saya lalu ingat dengan sebuah ungkapan..

"seorang yang bertindak, mungkin akan gagal atau sukses..

Tetapi orang yang tidak bertindak, tidak mungkin sukses..."

SAFETY PLAYER atau RISK TAKER?

 

Salam Ikhlas

putu

Jumat, 07 November 2008

menjemput keajaiban...

Orang yang sukses mengenali peluang, orang gagal takut dengan resikonya, ini mungkin yang saya lihat dari beberapa kejadian beberapa minggu terakhir. Mulai dari ketika saya bertemu dengan owner dari Plaza Ambarukmo, bpk. Edhi Chia, dalam ulang tahun ibu magdalena sukartono yang ke 70. Satu hal yang saya rasakan adalah ketika saya melihat sosok beliau, saya melihat wajah orang yang sederhana. Tapi saya melihat, pria ini memiliki keberanian dan rasa percaya diri.

Pulang dari acara tersebut, saya mendengarkan lagu paling emosional bagi hidup saya, "I want to break free". Saya setel keras-keras, sampai volume 25...tangan saya mengacung-acung ke udara. Saya teriak keras-keras, mengikuti lagu sang penyanyi, meski saya tidak hapal dengan syairnya.

Tiba-tiba saya melihat wajah seorang lelaki, berjalan dengan gagah lewat di depan saya. Lelaki ini, adalah pengusaha sukses. Seorang trainer, penulis buku best seller dan tentu orang yang murah senyum dan berbahagia. Itu adalah pria idaman saya, maksud saya, diri saya sendiri. Saya menyempurnakan visualisasi saya, ketika saya melewati perumahan CASA GRANDE, tempat yang paling saya idamkan untuk tinggal.

Sebuah perumahan yang di depannya berderet ruko-ruko mewah, desain spanyol, pertamanan yang mewah, ada club house, jalan conblock yang mewah. Lingkungan yang nyaman dan sempurna dalam hayal saya.

Visualisasi dan incantation seperti ini, kerap saya lakukan. Kebiasaan kecil ini, diajarkan oleh antony robbins dalam audio booknya, daily magic. Visualisasi dilakukan ketika kita telah melakukan activitas bersyukur. Bersyukur diajarkan oleh antony robbin, untuk meningkatkan kekuatan dalam tubuh, pikiran dan jiwa kita.

Saya merasakan sekali manfaat dari grattitude and visualisations ini. Banyak keajaiban-keajaiban yang terjadi, seakan-akan sebuah magic,setelah saya melakukan aktifitas yang diajarkan oleh antony robbins ini. Diantaranya, saya mendapatkan tanah seluas 15.000 m2 yang bernilai milyaran rupiah, yang sudah saya impikan selama 6 tahun dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Terasa sulit dibayangkan, karena prosesnya, saya harus mendengarkan beberapa kaset dan sebuah seminar, yang akhirnya melengkapi kemampuan negosiasi saya. Akhirnya tanah itu diserahkan kepada saya, dengan perjanjian yang sangat ringan.

Apakah anda ingin keajaiban juga terjadi dalam hidup anda? Sudahkah anda mensyukuri yang anda dapatkan dan memvisualisasikan yang anda inginkan? Jika belum segera lakukan, saya yakin anda akan menemukan keajaiban...jemputlah keajaiban, jangan pernah menunggunya...

Salam ikhlas

Putu