Sabtu, 30 Mei 2009

Buku Kaya dan Bahagia Modal Ngobrol

Pernahkah anda, Memiliki Keinginan untuk membuka usaha, kemudian keinginan itu terhenti atau tertunda karena anda merasa modal anda belum cukup? Jika anda pernah merasakan perasaan itu, maka untuk andalah buku ini diterbitkan.

Belum ada modal, atau modal yang belum cukup, kekhawatiran akan kerugian jika dana yang diinvestasikan hangus karena kerugian yang tidak diharapkan adalah faktor-faktor terbesar yang menghalangi seseorang untuk memulai usahanya. Padahal, Ngobrol, hal yang begitu sederhana dan dilakukan oleh setiap orang di muka bumi ini, justru bisa menjadi modal utama untuk memulai bisnis anda.

Apakah anda pernah merasakan, keinginan untuk mereguk kebebasan. Kebebasan mengatur jam kerja. Pengakuan atau suatu penghargaan di lingkungan kerja, karena anda adalah pemilik dari bisnis dimana anda bekerja?

Jika itu adalah harapan anda, berarti tidak salah lagi, inilah buku yang telah anda tunggu-tunggu. Panduan untuk mencapai apa yang anda dambakan, telah ada di tangan anda sekarang.

Apakah anda pernah merasakan stress dan depresi, ketika anda mengelola usaha? Merasa, justru bisnis anda telah menjadi penjara, yang menyebabkan anda tidak bisa bebas menikmati waktu bersama keluarga atau teman-teman anda? Jika anda telah merasakannya, maka jawabannya anda haruslah Kaya dan Bahagia. Isi buku ini, telah disaripatikan dari pengalaman penulisnya, yang memulai bisnis sejak usia 19 tahun dan bercita-cita untuk bebas finansial dan waktu di usia 35 tahun. Cita-cita itu, membuatnya belajar dan bekerja keras.

Saat ini, ia memiliki berbagai macam bisnis yang tidak mengharuskan kehadirannya. Pasive income yang lebih dari cukup untuk lifestyle yang diidamkannya, bahkan ketika usianya baru 33 tahun. Tidak salah lagi, ini bukan buku TEORI, tetapi dikemas dari praktek pembelajaran yang telah melibatkan emosi, kecerdasan dan pengalaman nyata di lapangan. Pengalaman memimpin ribuan orang didalam bisnisnya, dari mulai bisnis komputer, lembaga training, Marketing bahkan perguruan tinggi, Buku ini menjadi begitu lengkap dan kaya pengalaman-pengalaman nyata, yang akan membimbing anda, selangkah demi selangkah mencapai apa yang anda impikan di dalam hidup anda.

Anda juga memiliki kesempatan untuk berkonsultasi kepada penulis, dalam seminar, training atau workshop yang kerap mengundang beliau sebagai trainer dan freedom educator. Anda juga bisa berkonsultasi melalui email, facebook, yahoo mesenger, atau bahkan telpon.

Jika suatu bisnis adalah sebuah kesempatan yang diambil, maka buku ini adalah salah satunya. Jangan lewatkan, membaca isi buku ini, mempraktekkan isinya...dan jadilah seorang pribadi yang KAYA DAN BAHAGIA hanya dengan MODAL NGOBROL.

Be Freedom

 

Profil penulis

Penulis adalah seorang pengusaha, trainer dan freedom educator. Ia dilahirkan ditengah keluarga yang miskin, disumbawa, 17 desember 1976. Berangkat dari kemiskinannya, hampir saja ia tidak melanjutkan sekolah ke SMP. Tamat SMP, ia sempat putus sekolah, karena tidak adanya biaya. Namun tempaan kehidupan itu, justru memaksanya belajar dan bekerja keras untuk membebaskan diri dari kemiskinan, agar anak-anaknya kelak tidak mengalami kesulitan pendidikan seperti dirinya. Meskipun Miskin,mimpinya sangat besar, bahkan ketika baru di kelas satu SMA, ia bercita-cita untuk punya Sekolah. dalam sembilan tahun cita-cita itu terwujud, bahkan Tuhan telah memberikan lebih, karena yang ia dirikan bersama teman-temannya adalah sebuah perguruan tinggi yang eksis dan berkembang hingga hari ini.

Saat ini, kegiatan penulis lebih banyak menjadi Trainer dan motivator ke berbagai kota di indonesia, menyiapkan kurikulum, menulis buku, mendorong teman-temannya untuk memulai usaha dan kegiatan lainnya yang menginspirasi orang lain, untuk bebas finansial dan waktu, dengan berbagai macam bisnis.

Rabu, 27 Mei 2009

Arti Kata “Nggak Masalah...”

 

Pernahkah anda memperhatikan, apa yang diucapkan oleh teman atau sahabat anda, ketika anda meminta tolong kepadanya? Misalnya, anda minta tolong, untuk datang rapat jam 5 sore besok.., atau anda minta tolong transfer sejumlah pulsa dari handphonenya dan anda membayarnya sedikit agak terlambat?

"Nggak Masalah...bos...."

Pernahkah anda mendapat jawaban serupa? Dengan 2 kata dasar, "nggak masalah...", apa pun yang iya ucapkan dibelakangnya?

Apakah arti kata nggak masalah bagi pikiran bawah sadarnya?

Sebagai orang yang telah lama mengamati prilaku pikiran sadar dan bawah sadar, saya mencoba menerka-nerka, apa yang akan terjadi dengan program kata-kata ini. Ada beberapa Sahabat, yang saya amati, sangat suka menggunakan kata-kata ini.

Seorang sahabat, yang paling sering mengucapkan kata-kata ini, suatu ketika bekerja sama dengan saya, dalam suatu event seminar. Saya memberinya kepercayaan, sebagai project director. Dalam kesempatan meeting beberapa kali, secara reflex, ia sering mengatakan kata-kata.."nggak ada masalah bos.."

"Bos, apakah waktu masih memungkinkan untuk mengumpulkan peserta?"

"Nggak ada Masalah bos..."

"Apakah Iklan dan brosur sudah beres bos? "

Dijawab lagi..

"Nggak ada masalah bos.."

Dst.

Nah apa yang terjadi? Ternyata yang muncul justru masalah-masalah...

Desain brosur, yang kita lihat bagus di Komputer, ternyata berbayang ketika dicetak...

Iklan koran, dengan budget yang mahal, ternyata bentuknya seperti pengumuman...

Begitu diperbaiki, kita minta pasang di halaman 2, yang memang sering dialokasikan untuk iklan event, untuk pertama kalinya dalam sejarah, halaman 2 tidak boleh buat iklan, Akhirnya iklan kami diterbitkan di halaman 7, yang jelas-jelas sepi pembaca. besoknya iklan di halaman 2 sudah nongol lagi, padahal pada hari kami pasang iklan, halaman 2 bersih dari iklan...

Dalam event yang sama, saya bertanya pada sahabat saya ini..

"sound system gimana, beres bos?"

"beres bos..." sahutnya

"Modul-modul beres bos?"

"Beres bos.." angguknya dengan mantap.

Dan anda sudah bisa tebak kejadiannya, semuanya beres dan lancar...

 

Mengapa bisa begitu? Ini teorinya...

Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, bisa diibaratkan seperti bodi mobil dan mesin...bodi mobil, setir, rem, jok dll adalah seperti pikiran sadar, ia lebih mudah kita lihat, kita sentuh dan kita rasakan. Sementara pikiran bawah sadar seperti mesin-mesin mobil. Ia tidak terlihat, justru pusat kekuatan kita ada disana. Sesuatu yang diperintahkan kebawah sadar jauh lebih cepat dan lebih sempurna kejadiannya. Kekuatan pikiran sadar, seperti halnya bodi, jok , rem dan setir mobil, kekuatannya 12% saja, sementara kekuatan mesin adalah 88%.

Kharakteristik pikiran bawah sadar, salah satunya adalah tidak mengenal lebih tepatnya "bingung" denga kata-kata ,"nggak, tidak, akan, bukan dan jangan, dilarang", serta sejumlah kata-kata negatif lainnya. Misalnya kita mengatakan, "saya tidak ingat dengan pacar pertama saya", apa yang anda bayangkan dan ingat? Pacar pertama anda bukan?

"dilarang membayangkan, makanan pavorit anda..." apa yang terjadi? Pikiran bawah sadar anda mulai mengingat-ingat, makanan pavorit anda bukan?

Nah oleh karena itulah, ketika sahabat saya mengatakan "Nggak ada masalah, bos..", maka bawah sadarnya mengenali, bahwa ini sebuah perintah yang artinya "ada masalah bos....". Ini terjadi seperti kalimat di atas, diedit sendiri oleh pikiran bawah sadar menjadi "saya ingat dengan pacar pertama saya", atau "bayangkan makanan favorit anda..."

Nah mulai sekarang, hati-hatilah dengan program kata-kata yang anda miliki. Mulailah menjadi pengamat dari pikiran bawah sadar anda, apakah yang anda ucapkan memberi perintah positif atau negatif ke pikiran bawah sadar anda? Apakah ia membuat hidup anda lebih buruk atau lebih baik?

Selamat mencoba...Semoga kebahagiaan selalu menyertai anda...

Be Freedom!

Putu Putrayasa

Senin, 25 Mei 2009

Penjual Ikan Asin yang Kaya Hati....

Suatu sore, mata saya secara tak sengaja menangkap, sesosok nenek-nenek berusia 70 an tahun, yang sedang menjajakan nasi aking, kepada setiap orang yang ditemuinya.

“bu..beli nasi aking bu...ini buat cucu saya beli susu” sapa si nenek, kepada setiap orang yang ditemuinya.

Beragam komentar yang ditemui oleh si nenek, ada yang mengejek, ada yang bilang nggak punya uang. Ada yang bilang, mau memberi uang, tapi tidak membeli, karena nasinya memang terbilang mahal, Rp. 20.000, untuk nasi yang menurut salah seorang penawar, mestinya harganya Cuma Rp.1000,- saja.

“Rp. 1000, saja, ini paling beratnya Cuma setengah kilo...Rp.1000,- saja” ujar wanita separuh baya, dengan wajah sedikit sadis.

“nak, tolong saya nak, dibeli Rp.20.000, untuk saya beli susu untuk cucu saya. karena anak saya sakit, jadi saya harus cari uang..., cucu saya masih kecil nangis terus...” sang nenek menghiba.

“Udah Rp. 1000 saja..” ujar wanita separuh baya itu, sambil berusaha mengeluarkan uangnya....

“Jangan nak...”, sang nenek menggeleng..

“Rp. 20.000 ya nggak laku....” ujar wanita paruh baya, dengan suara meninggi..

Sang nenek pun pamit, dengan wajah kecewa...

hari sudah maghrib..sang nenek masih tetap berusaha menjual nasi aking, untu cucunya yang sakit. Dengan wajah yang lelah, ia berusaha menyeret kakinya yang telah tua. Di matanya, terbayang wajah cucunya yang sedang menangis, sementara anaknya yang sedang sakit, berusaha untuk menghibur sang cucu. Itulah yang membuatnya sampai maghrib, belum berhenti menjajakan nasi akingnya, yang belum juga menunjukkan tanda-tanda akan ada pembelinya.

Tiba-tiba, dikejauhan, ia melihat seorang wanita, yang telah tua juga, menggendong keranjang di punggungnya. Sepertinya, wanita ini baru pulang dari menjajakan dagangannya. Dengan tergopoh-gopoh, sang wanita tua, menghampiri wanita yang menggendong keranjang.

“nak, beli lah nasi aking saya ya...Rp. 20.000 saja, untuk beli susu cucu saya..”

Wanita yang menggendong keranjang, menyapukan pandangannya ke wajah nenek yang sudah sangat tua ini. Dipegangnya nasi itu, ditimang-timangnya sejenak..

Dirogohnya, dada sebelah kirinya, dan dikeluarkannya buntalan kecil dari sana. Dibuka, dan dikeluarkannya uang Rp. 20.000 dari buntalan itu. Sembari tersenyum, diangsurkannya lembaran uang tersebut kepada sang nenek.

“Nek, semoga anak nenek cepet sembuh ya...semoga cucu nenek berhenti nangisnya...”

Tiba-tiba, saya merasakan kedua kelopak mata saya menjadi hangat...tak terasa pemandangan itu begitu mengharukan hati saya. saya bisa merasakan, kesulitan hidup wanita yang menggendong keranjang, dari kerut-kerut di wajahnya, dari apa yang digendongnya, dari senyum getir yang keluar dari bibirnya ketika ia berbicara. Tapi tiba-tiba, dengan senyum yang begitu tulus, ia mau membantu orang lain yang berada dalam kesulitan. Ia lupakan sejenak, kesulitan hidupnya di rumah. Dengan kebijaksanaan yang di anugerahkan Tuhan, kepada wanita, yang sepertinya tidak berpendidikan itu, ia bisa menimang, cucu nenek tua itu, perlu ditolong segera. Sementara ia, masih bisa dan punya kesempatan, untuk mencari rejeki lain, untuk keluarganya di rumah.

Pemandangan semakin mengharukan, ketika wanita itu, berpamitan pada sang nenek, untuk melanjutkan perjalanannya pulang. Seperti seorang prajurit yang kalah perang, ia melangkah gontai. Mungkin seluruh keuntungannnya hari ini, telah diserahkan kepada sang nenek. Tapi dari keikhlasannya, terllihat, bahwa ia melanjutkan perjalanan dengan hati yang senang.

Pemandangan menjadi semakin mengharukan, ketika seseorang, tiba-tiba mengangsurkan 20 lembar, uang Rp. 50.000,- an, kepada wanita ini. Tentu saja wanita ini berusaha menolak, namun sang pemberi uang, tetap memaksanya. Sang pemberi uang pun menjelaskan, uang itu adalah karena kebaikan hatinya menolong sang nenek. kejadian itu, di shooting oleh RCTI, untuk ditayangkan di acara Toolong, yang rutin disiarkan di Televisi swasta nasional itu. Kontan saja, wanita ini menangis histeris saking bahagianya. Wanita ini, tidak pernah berharap imbalan, ia menolong karena keikhlasan hatinya. Ia tidak pamrih, namun, ternyata ada yang peduli dengan keikhlasannya.

Tiba-tiba saya iri, dengan keikhlasan wanita yang menggendong keranjang tadi...

Kita kadang-kadang, sebagai orang-orang yang berpendidikan, sudah terlalu pandai berhitung ini itu. Sampai-sampai, dihati kita sudah tidak tersisa lagi ruang, untuk menolong sesama, untuk memikirkan kesulitan makhluk lain, tanpa menggunakan perhitungan-perhitungan itu.

Kita sepantasnya belajar kepada wanita, penggendong keranjang, yang ternyata hanya penjual ikan asin keliling itu, mau berbagi. Ia benar-benar masuk kategori, seperti apa yang saya tulis dalam buku saya, “Kaya dan bahagia modal ngobrol”, seseorang yang kaya hati.

Kaya prioritas pertama yang harus kita miliki, dari 3 kekayaan yang harus kita miliki, jika ingin kaya dan bahagia dari kaya harta. Ciri-ciri orang yang kaya hati, dia adalah orang yang pandai bersyukur, tulus dan ikhlas, rendah hati dan mau berbagi.

Semoga cerita tadi, menginspirasi kita, untuk hidup lebih baik, dengan modal kaya Hati, yang bisa kita bangun dalam diri kita, sebagai fondasi hidup Kaya dan Bahagia.

Be Freedom

Putu Putrayasa

Penulis buku: Kaya dan Bahagia Modal Ngobrol