<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724</id><updated>2012-02-16T01:16:06.434-08:00</updated><title type='text'>Putu Putrayasa's Blog on Inspiring, Transforming and Coaching</title><subtitle type='html'>Kehidupan adalah pesan yang Mahakuasa kepada kita. Ia akan berguna, ketika ia cukup Menginspirasi, Mentransformasi serta membimbing orang-orang disekitar kita, Untuk melakukan yang terbaik dalam hidupnya (Putu Putrayasa, Freedom Educator)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-5441424585453232535</id><published>2010-04-27T16:21:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T16:27:24.503-07:00</updated><title type='text'>Website Baru http://putuputrayasa.com</title><content type='html'>temen-temen semua...

Mohon maaf, terhitung hari ini, 28 April 2010, blog saya ini, tidak akan saya update kembali...
bagi temen-temen yang kangen dan pengen ketemu saya di dunia maya, silahkan berkunjung ke rumah maya saya di :


                     http://putuputrayasa.com


sekali lagi:


                     http://putuputrayasa.com



saya tunggu disana ya?

salam prestasi
Putu Putrayasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-5441424585453232535?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/5441424585453232535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=5441424585453232535' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/5441424585453232535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/5441424585453232535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2010/04/website-baru.html' title='Website Baru http://putuputrayasa.com'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-9144145117776324164</id><published>2010-04-27T16:07:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T16:16:17.039-07:00</updated><title type='text'>Steve Jobs merangkai kehidupan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/S9dvBhv8RqI/AAAAAAAAAHg/i7glhOZYBuc/s1600/steve+jobs.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/S9dvBhv8RqI/AAAAAAAAAHg/i7glhOZYBuc/s320/steve+jobs.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464958744867391138" /&gt;&lt;/a&gt;
merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

*Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik*
Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.

Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:“Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya *tidak melihat manfaatnya*. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun *memutuskan berhenti kuliah*, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan,
namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga *nebeng* tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa *ingin
tahu dan intuisi*, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:

Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjukditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa *titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang*. Anda harus percaya dengan intuisi,takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyakperbedaan dalam kehidupan saya.

*Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.*
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz (Steve Wozniak) dan saya mengawali Apple di* garasi* orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan *saya dipecat*. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi *tokoh publik yang gagal*, dan bahkanberpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- *saya masih menyukai pekerjaan saya*. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah *kejadian terbaik* yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itumengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama *NeXT*, lalu * Pixar*, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya *kembali lagi ke Apple*, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena s*aya menyukai apa yang sayalakukan*. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun asangan hidup Anda.

 Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih denganmengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. *Jangan berhenti*.

*Cerita Ketiga Saya: Kematian*
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?”
Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang
tetap ada. *Mengingat kematian* adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.

Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup
berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir.
Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata:
“*Stay Hungry. Stay Foolish*.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu.* Stay Hungry. Stay Foolish*.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-9144145117776324164?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/9144145117776324164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=9144145117776324164' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/9144145117776324164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/9144145117776324164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2010/04/steve-jobs-merangkai-kehidupan.html' title='Steve Jobs merangkai kehidupan'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/S9dvBhv8RqI/AAAAAAAAAHg/i7glhOZYBuc/s72-c/steve+jobs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-6493915060994876420</id><published>2009-07-09T02:41:00.001-07:00</published><updated>2009-07-09T03:00:22.463-07:00</updated><title type='text'>17 Prinsip Sukses</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Banyak orang ingin sukses, tetapi dia masih meraba-raba bagaimana caranya sukses..., maka saya ingin berbagi kepada anda, apa yang saya pelajari dan lakukan selama 14 Tahun terakhir, dalam upaya menggapai yang namanya kesuksesan, semoga anda terinspirasi dan selanjutnya mau mempraktekkannya dalam kehidupan anda, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;cara termudah untuk sukses adalah melakukan, apa yang dilakukan oleh orang-orang sukses. oleh karena itu, selama 20 tahun, Napoleon Hill melakukan penelitian, prinsip-prinsip sukses, sekaligus membuktikan prinsip-prinsip sukses tsb, hingga menjadi penasehat bbrp presiden amerika. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;17 Prinsip yang telah terbukti mengantarkan para tokoh2 dunia ini sukses, dibagi menjadi 4 kelompok besar yaitu : Self Mastery, Personal Power, Self Creation dan Personal Integrity. Mari asahlah terus kapasitas serta kualitas diri kita dengan 17 Prinsip sukses ini..
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;ul style="margin-left: 38pt;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Self Mastery (Penguasaan Diri)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Master Mind (Penguasaan Pikiran)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;A Definite Chief Aim (Memiliki Tujuan tertentu Yang jelas)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Self Confidence (Rasa percaya diri yang mantap)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Habit of Saving ( Memiliki Kebiasaan Menabung)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Personal Power (Kekuasaan atau kemampuan Pribadi)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Innitiative and Leadearship (Inisiatif dan Kepemimpinan)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Imagination (Imaginasi)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Enthusiasm (Antusiasme)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Self Control (Pengendalian diri)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Self Creation (Creativitas dari dalam diri sendiri)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:10;"  &gt;The Habit of Doing More Than Paid For (kebiasaan melakukan lebih banyak dari yang dibayar)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:10;"  &gt;Pleasing Personality (kepribadian yang menyenangkan)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:10;"  &gt;Accurate Thinking (Pemikiran yang akurat)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:10;"  &gt;Concentration (konsentrasi)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;strong&gt;Personal Integrity (Integritas Pribadi, kesamaan antara Pikiran, Ucapan dan Tindakan)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;
       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:10;"  &gt;Cooperation (Suka dan pandai bekerjasama dengan pihak lain)
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:10;"  &gt; Profiting by Failure (Belajar dan mengambil hikmah dari tiap kegagalan)
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:10;"  &gt;Tolerance (Toleransi pada kekurangan dan kesalahan orang lain maupun diri sendiri)
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:10;"  &gt;The Golden Rule ( Menggunakan Aturan-aturan Emas)
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:10;"  &gt;The Universal Law of Cosmic Habitforce (Menggunakan kebiasaan yang selaras dengan Hukum-hukum Alam Semesta)
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya percaya, bahwa kesuksesan, kebahagiaan dan kekayaan, semua mengalir dari dalam keluar, hanya tinggal dikeluarkan dari kedalaman diri anda, dengan prinsip-prinsip di atas...mau?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Prestasi
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu
&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-6493915060994876420?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/6493915060994876420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=6493915060994876420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/6493915060994876420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/6493915060994876420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2009/07/17-prinsip-sukses.html' title='17 Prinsip Sukses'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-1494133469696510888</id><published>2009-05-30T17:35:00.001-07:00</published><updated>2009-05-30T17:35:05.902-07:00</updated><title type='text'>Buku Kaya dan Bahagia Modal Ngobrol</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Pernahkah anda, Memiliki Keinginan untuk membuka usaha, kemudian keinginan itu terhenti atau tertunda karena anda merasa modal anda belum cukup? Jika anda pernah merasakan perasaan itu, maka untuk andalah buku ini diterbitkan. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Belum ada modal, atau modal yang belum cukup, kekhawatiran akan kerugian jika dana yang diinvestasikan hangus karena kerugian yang tidak diharapkan adalah faktor-faktor  terbesar yang menghalangi seseorang untuk memulai usahanya. Padahal, Ngobrol, hal yang begitu sederhana dan dilakukan oleh setiap orang di muka bumi ini, justru bisa menjadi modal utama untuk memulai bisnis anda.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah anda pernah merasakan, keinginan untuk mereguk kebebasan. Kebebasan mengatur jam kerja. Pengakuan atau suatu penghargaan di lingkungan kerja, karena anda adalah  pemilik dari bisnis dimana anda bekerja?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika itu adalah harapan anda, berarti tidak salah lagi, inilah buku yang telah anda tunggu-tunggu. Panduan untuk mencapai apa yang anda dambakan, telah ada di tangan anda sekarang. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah anda pernah merasakan stress dan depresi, ketika anda mengelola usaha? Merasa, justru bisnis anda telah menjadi penjara, yang menyebabkan anda tidak bisa bebas menikmati waktu bersama keluarga atau teman-teman anda? Jika anda telah merasakannya, maka jawabannya anda haruslah Kaya dan Bahagia. Isi buku ini, telah disaripatikan dari pengalaman penulisnya, yang memulai bisnis sejak usia 19 tahun dan bercita-cita untuk bebas finansial dan waktu di usia 35 tahun. Cita-cita itu, membuatnya belajar dan bekerja keras. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, ia memiliki berbagai macam bisnis yang tidak mengharuskan kehadirannya. Pasive income yang lebih dari cukup untuk lifestyle yang diidamkannya, bahkan ketika usianya baru 33 tahun.  Tidak salah lagi, ini bukan buku TEORI, tetapi dikemas dari praktek pembelajaran yang telah melibatkan emosi, kecerdasan dan pengalaman nyata di lapangan. Pengalaman memimpin ribuan orang didalam bisnisnya, dari mulai bisnis komputer, lembaga training, Marketing bahkan perguruan tinggi, Buku ini menjadi begitu lengkap dan kaya pengalaman-pengalaman nyata, yang akan membimbing anda, selangkah demi selangkah mencapai apa yang anda impikan di dalam hidup anda.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda juga memiliki kesempatan untuk berkonsultasi kepada penulis, dalam seminar, training atau workshop yang kerap mengundang beliau sebagai trainer dan freedom educator. Anda juga bisa berkonsultasi melalui email, facebook, yahoo mesenger, atau bahkan telpon. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika suatu bisnis adalah sebuah kesempatan yang diambil, maka buku ini adalah salah satunya. Jangan lewatkan, membaca isi buku ini, mempraktekkan isinya...dan jadilah seorang pribadi yang KAYA DAN BAHAGIA hanya dengan MODAL NGOBROL.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Be Freedom
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Profil penulis
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penulis adalah seorang pengusaha, trainer dan freedom educator. Ia dilahirkan ditengah keluarga yang miskin, disumbawa, 17 desember 1976. Berangkat dari kemiskinannya, hampir saja ia tidak melanjutkan sekolah ke SMP. Tamat SMP, ia sempat putus sekolah, karena tidak adanya biaya. Namun tempaan kehidupan itu, justru memaksanya belajar dan bekerja keras untuk membebaskan diri dari kemiskinan, agar anak-anaknya kelak tidak mengalami kesulitan pendidikan seperti dirinya. Meskipun Miskin,mimpinya sangat besar, bahkan ketika baru di kelas satu SMA, ia bercita-cita untuk punya Sekolah. dalam sembilan tahun cita-cita itu terwujud, bahkan Tuhan telah memberikan lebih, karena yang ia dirikan bersama teman-temannya adalah sebuah perguruan tinggi yang eksis dan berkembang hingga hari ini.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, kegiatan penulis  lebih banyak menjadi Trainer dan motivator ke berbagai kota di indonesia, menyiapkan kurikulum, menulis buku, mendorong teman-temannya untuk memulai usaha dan kegiatan lainnya yang menginspirasi orang lain, untuk bebas finansial dan waktu, dengan berbagai macam bisnis.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-1494133469696510888?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/1494133469696510888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=1494133469696510888' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/1494133469696510888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/1494133469696510888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2009/05/buku-kaya-dan-bahagia-modal-ngobrol.html' title='Buku Kaya dan Bahagia Modal Ngobrol'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-2831789501822375180</id><published>2009-05-27T17:24:00.001-07:00</published><updated>2009-05-27T17:24:28.243-07:00</updated><title type='text'>Arti Kata “Nggak Masalah...”</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernahkah anda memperhatikan, apa yang diucapkan oleh teman atau sahabat anda, ketika anda meminta tolong kepadanya? Misalnya, anda minta tolong, untuk datang rapat jam 5 sore besok.., atau anda minta tolong transfer  sejumlah pulsa dari handphonenya dan anda membayarnya sedikit agak terlambat? 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Nggak Masalah...bos...." 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernahkah anda mendapat jawaban serupa? Dengan 2 kata dasar, "nggak masalah...", apa pun yang iya ucapkan dibelakangnya?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah arti kata nggak masalah bagi pikiran bawah sadarnya? 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai orang yang telah lama mengamati prilaku pikiran sadar dan bawah sadar, saya mencoba menerka-nerka, apa yang akan terjadi dengan program kata-kata ini. Ada beberapa Sahabat, yang saya amati, sangat suka menggunakan kata-kata ini. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang sahabat, yang paling sering mengucapkan kata-kata ini, suatu ketika bekerja sama dengan saya, dalam suatu event seminar. Saya memberinya kepercayaan, sebagai project director. Dalam kesempatan meeting beberapa kali, secara reflex, ia sering mengatakan kata-kata.."nggak ada masalah bos.."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Bos, apakah waktu masih memungkinkan untuk mengumpulkan peserta?"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Nggak ada Masalah bos..." 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Apakah Iklan dan brosur sudah beres bos? "
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dijawab lagi..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Nggak ada masalah bos.."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dst. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah apa yang terjadi? Ternyata yang muncul justru masalah-masalah...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Desain brosur, yang kita lihat bagus di Komputer, ternyata berbayang ketika dicetak...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Iklan koran, dengan budget yang mahal, ternyata bentuknya seperti pengumuman...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu diperbaiki, kita minta pasang di halaman 2, yang memang sering dialokasikan untuk iklan event, untuk pertama kalinya dalam sejarah, halaman 2 tidak boleh buat iklan, Akhirnya iklan kami diterbitkan di halaman 7, yang jelas-jelas sepi pembaca. besoknya iklan di halaman 2 sudah nongol lagi, padahal pada hari kami pasang iklan, halaman 2 bersih dari iklan...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam event yang sama, saya bertanya pada sahabat saya ini..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"sound system gimana, beres bos?"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"beres bos..." sahutnya
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Modul-modul beres bos?"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Beres bos.." angguknya dengan mantap.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan anda sudah bisa tebak kejadiannya, semuanya beres dan lancar...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa bisa begitu? Ini teorinya...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, bisa diibaratkan seperti bodi mobil dan mesin...bodi mobil, setir, rem, jok dll adalah seperti pikiran sadar, ia lebih mudah kita lihat, kita sentuh dan kita rasakan. Sementara pikiran bawah sadar seperti mesin-mesin mobil. Ia tidak terlihat, justru pusat kekuatan kita ada disana. Sesuatu yang diperintahkan kebawah sadar jauh lebih cepat dan lebih sempurna kejadiannya. Kekuatan pikiran sadar, seperti halnya bodi, jok , rem  dan setir mobil, kekuatannya 12% saja, sementara kekuatan mesin adalah 88%. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kharakteristik pikiran bawah sadar, salah satunya adalah tidak mengenal lebih tepatnya "bingung" denga kata-kata ,"nggak, tidak, akan, bukan dan jangan, dilarang", serta sejumlah kata-kata negatif lainnya. Misalnya kita mengatakan, "saya tidak ingat dengan pacar pertama saya", apa yang anda bayangkan dan ingat? Pacar pertama anda bukan? 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"dilarang membayangkan, makanan pavorit anda..." apa yang terjadi? Pikiran bawah sadar anda mulai mengingat-ingat, makanan pavorit anda bukan?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah oleh karena itulah, ketika sahabat saya mengatakan "Nggak ada masalah, bos..", maka bawah sadarnya mengenali, bahwa ini sebuah perintah yang artinya "ada masalah bos....". Ini terjadi seperti kalimat di atas, diedit sendiri oleh pikiran bawah sadar menjadi "saya ingat dengan pacar pertama saya", atau "bayangkan makanan favorit anda..."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah mulai sekarang, hati-hatilah dengan program kata-kata yang anda miliki. Mulailah menjadi pengamat dari pikiran bawah sadar anda, apakah yang anda ucapkan memberi perintah positif atau negatif ke pikiran bawah sadar anda? Apakah ia membuat hidup anda lebih buruk atau lebih baik? 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selamat mencoba...Semoga kebahagiaan selalu menyertai anda...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Be Freedom!
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu Putrayasa&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-2831789501822375180?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/2831789501822375180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=2831789501822375180' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/2831789501822375180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/2831789501822375180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2009/05/arti-kata-nggak-masalah.html' title='Arti Kata “Nggak Masalah...”'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-4547423500266736301</id><published>2009-05-25T17:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T17:20:31.541-07:00</updated><title type='text'>Penjual Ikan Asin yang Kaya Hati....</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cputu%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CUsers%5Cputu%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cputu%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cputu%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1027"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suatu sore, mata saya secara tak sengaja menangkap, sesosok nenek-nenek berusia 70 an tahun, yang sedang menjajakan nasi aking, kepada setiap orang yang ditemuinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“bu..beli nasi aking bu...ini buat cucu saya beli susu” sapa si nenek, kepada setiap orang yang ditemuinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beragam komentar yang ditemui oleh si nenek, ada yang mengejek, ada yang bilang nggak punya uang. Ada yang bilang, mau memberi uang, tapi tidak membeli, karena nasinya memang terbilang mahal, Rp. 20.000, untuk nasi yang menurut salah seorang penawar, mestinya harganya Cuma Rp.1000,- saja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Rp. 1000, saja, ini paling beratnya Cuma setengah kilo...Rp.1000,- saja” ujar wanita separuh baya, dengan wajah sedikit sadis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“nak, tolong saya nak, dibeli Rp.20.000, untuk saya beli susu untuk cucu saya. karena anak saya sakit, jadi saya harus cari uang..., cucu saya masih kecil nangis terus...” sang nenek menghiba.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Udah Rp. 1000 saja..” ujar wanita separuh baya itu, sambil berusaha mengeluarkan uangnya....&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Jangan nak...”, sang nenek menggeleng..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Rp. 20.000 ya nggak laku....” ujar wanita paruh baya, dengan suara meninggi..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sang nenek pun pamit, dengan wajah kecewa...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;hari sudah maghrib..sang nenek masih tetap berusaha menjual nasi aking, untu cucunya yang sakit. Dengan wajah yang lelah, ia berusaha menyeret kakinya yang telah tua. Di matanya, terbayang wajah cucunya yang sedang menangis, sementara anaknya yang sedang sakit, berusaha untuk menghibur sang cucu. Itulah yang membuatnya sampai maghrib, belum berhenti menjajakan nasi akingnya, yang belum juga menunjukkan tanda-tanda akan ada pembelinya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tiba-tiba, dikejauhan, ia melihat seorang wanita, yang telah tua juga, menggendong keranjang di punggungnya. Sepertinya, wanita ini baru pulang dari menjajakan dagangannya. Dengan tergopoh-gopoh, sang wanita tua, menghampiri wanita yang menggendong keranjang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“nak, beli lah nasi aking saya ya...Rp. 20.000 saja, untuk beli susu cucu saya..”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Wanita yang menggendong keranjang, menyapukan pandangannya ke wajah nenek yang sudah sangat tua ini. Dipegangnya nasi itu, ditimang-timangnya sejenak..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dirogohnya, dada sebelah kirinya, dan dikeluarkannya buntalan kecil dari sana. Dibuka, dan dikeluarkannya uang Rp. 20.000 dari buntalan itu. Sembari tersenyum, diangsurkannya lembaran uang tersebut kepada sang nenek. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Nek, semoga anak nenek cepet sembuh ya...semoga cucu nenek berhenti nangisnya...” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tiba-tiba, saya merasakan kedua kelopak mata saya menjadi hangat...tak terasa pemandangan itu begitu mengharukan hati saya. saya bisa merasakan, kesulitan hidup wanita yang menggendong keranjang, dari kerut-kerut di wajahnya, dari apa yang digendongnya, dari senyum getir yang keluar dari bibirnya ketika ia berbicara. Tapi tiba-tiba, dengan senyum yang begitu tulus, ia mau membantu orang lain yang berada dalam kesulitan. Ia lupakan sejenak, kesulitan hidupnya di rumah. Dengan kebijaksanaan yang di anugerahkan Tuhan, kepada wanita, yang sepertinya tidak berpendidikan itu, ia bisa menimang, cucu nenek tua itu, perlu ditolong segera. Sementara ia, masih bisa dan punya kesempatan, untuk mencari rejeki lain, untuk keluarganya di rumah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pemandangan semakin mengharukan, ketika wanita itu, berpamitan pada sang nenek, untuk melanjutkan perjalanannya pulang. Seperti seorang prajurit yang kalah perang, ia melangkah gontai. Mungkin seluruh keuntungannnya hari ini, telah diserahkan kepada sang nenek. Tapi dari keikhlasannya, terllihat, bahwa ia melanjutkan perjalanan dengan hati yang senang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pemandangan menjadi semakin mengharukan, ketika seseorang, tiba-tiba mengangsurkan 20 lembar, uang Rp. 50.000,- an, kepada wanita ini. Tentu saja wanita ini berusaha menolak, namun sang pemberi uang, tetap memaksanya. Sang pemberi uang pun menjelaskan, uang itu adalah karena kebaikan hatinya menolong sang nenek. kejadian itu, di shooting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh RCTI, untuk ditayangkan di acara Toolong, yang rutin disiarkan di Televisi swasta nasional itu. Kontan saja, wanita ini menangis histeris saking bahagianya. Wanita ini, tidak pernah berharap imbalan, ia menolong karena keikhlasan hatinya. Ia tidak pamrih, namun, ternyata ada yang peduli dengan keikhlasannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tiba-tiba saya iri, dengan keikhlasan wanita yang menggendong keranjang tadi...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kita kadang-kadang, sebagai orang-orang yang berpendidikan, sudah terlalu pandai berhitung ini itu. Sampai-sampai, dihati kita sudah tidak tersisa lagi ruang, untuk menolong sesama, untuk memikirkan kesulitan makhluk lain, tanpa menggunakan perhitungan-perhitungan itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kita sepantasnya belajar kepada wanita, penggendong keranjang, yang ternyata hanya penjual ikan asin keliling itu, mau berbagi. Ia benar-benar masuk kategori, seperti apa yang saya tulis dalam buku saya, “Kaya dan bahagia modal ngobrol”, seseorang yang kaya hati. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kaya prioritas pertama yang harus kita miliki, dari 3 kekayaan yang harus kita miliki, jika ingin kaya dan bahagia dari kaya harta. Ciri-ciri orang yang kaya hati, dia adalah orang yang pandai bersyukur, tulus dan ikhlas, rendah hati dan mau berbagi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semoga cerita tadi, menginspirasi kita, untuk hidup lebih baik, dengan modal kaya Hati, yang bisa kita bangun dalam diri kita, sebagai fondasi hidup Kaya dan Bahagia. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_0" spid="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" alt="COVER BUKU 3D.jpg" style="'position:absolute;margin-left:78pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\putu\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg" title="COVER BUKU 3D"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Be Freedom&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Putu Putrayasa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penulis buku: Kaya dan Bahagia Modal Ngobrol&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-4547423500266736301?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/4547423500266736301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=4547423500266736301' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/4547423500266736301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/4547423500266736301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2009/05/penjual-ikan-asin-yang-kaya-hati.html' title='Penjual Ikan Asin yang Kaya Hati....'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-5620177168128571378</id><published>2009-03-22T20:36:00.001-07:00</published><updated>2009-03-22T20:41:02.525-07:00</updated><title type='text'>Berani menjual, dan jadilah penjual kaya</title><content type='html'>Banyak orang yang ingin sukses, kaya dan bahagia. saya telah merasakan, bahwa ternyata semua itu, bisa diraih dengan lebih cepat, jika kita bisa menjual.
menjual, bagi sebagian besar orang, adalah momok yang menakutkan...

Karena belum berhasil mengalahkan ketakutan itulah...maka banyak orang tidak berani menjual..
akhirnya mereka pilih hidup susah daripada belajar menjual.
Kalahkan ketakutan anda,, dalam seminar Hypnoselling,,dapatkan rahasia-rahasia cara menjual dengan dipadukan dengan hypnosis, dalam workshop spektakuler hypnoselling pada tanggal 4 april 2009...

baca artikel dibawah, untuk outline acara...
dan masih banyak lagi, materi yang akan disampaikan dalam seminar tersebut..
mari bergabung bersama kami di FREEDOM ACADEMIA...contact sy di FACEBOOK, atau di email putu_putrayasa@yahoo.com

salam freedom
putu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-5620177168128571378?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/5620177168128571378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=5620177168128571378' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/5620177168128571378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/5620177168128571378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2009/03/berani-menjual-dan-jadilah-penjual-kaya.html' title='Berani menjual, dan jadilah penjual kaya'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-5017381283353577124</id><published>2009-03-22T05:21:00.001-07:00</published><updated>2009-03-22T20:35:48.176-07:00</updated><title type='text'>Hypnosis in Selling (Spektakuler Hypnoselling)</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;        Apakah anda menjadi sales profesional yang hidup sukses, kaya dan bahagia? jika iya, mungkin ini adalah jawabannya..anda perlu mengetahui, pola komunikasi pikiran sadar dan bawah sadar manusia. mengenal persepsi dan belief, yang tidak diajarkan di dunia sales selama ini...&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;         Komunikasi penjualan cenderung kurang efektif karena berlangsung pada tataran sadar (beta) yang ditandai dengan aktifnya filter dan daya kritis dalam pemikiran seseorang sehingga cenderung muncul penolakan. Komunikasi penjualan menjadi efektif ketika pesan dan informasi yang disampaikan bekerja pada 2 (dua) level komunikasi, yaitu sadar dan bawah sadar (alpha), sehingga meminimalisasi fungsi filter dan memfasilitasi penyerapan informasi secara lengkap. Dengan demikian proses transfer informasi, mengubah sikap, dan mendorong perilaku membeli berlangsung efektif. Hypnoselling menjadi sarana efektif untuk menjawab kebutuhan tersebut.
&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Manfaat
&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Peserta mampu mengkondisikan pikiran prospek sehingga mau terbuka &amp;amp; menerima produk yang ditawarkan dan akhirnya meningkatkan closing dengan memprogram dan menanamkan keyakinan ke bawah sadar prospek sehingga puas membeli.
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peserta mampu melakukan presentasi yang efektif, menarik dan menguasai tahapan-tahapan komunikasi dan pola bahasa persuasif.
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peserta mampu melakukan tahapan negosiasi yang efektif dan mencapai hasil yang win-win. Apa yang perlu disiapkan dan bagaimana filosofi terbaik dari sebuah negosiasi.
&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Materi
&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bagaimana menjadi 4% orang yg menjual 64% omzet &amp;amp; income tertinggi.
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimana menggunakan hukum 70/30 dalam penjualan
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimana membuat afirmasi yang berhasil dalam penjualan.
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4 mile stone menuju sukses penjualan (road map to success)
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimana menangani keberatan prospect
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Bagaimana menjadi sales yang terampil dan percaya diri
&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inilah saatnya, anda memulai dengan bekerja pintar...bukan hanya bekerja keras, untuk mulai meraih impian-impian anda....
&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Trainer&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;strong&gt;Putu Putrayasa
&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Freedom Motivator yang berpengalaman di dunia sales.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Praktisi program pikiran bawah sadar untuk sukses
&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Pendiri puluhan bisnis di berbagai kota di Indonesia
&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Menjadi Milyarder sejak usia 23 tahun&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;       
&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Wahyu Eko Prasetyanto
&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;       Mind Explorer yang berpengalaman di dunia Hypnoselling
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;em&gt;edutherapist dan edutainer
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;em&gt;Trainer Berpengalaman di berbagai kota di Indonesia
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;em&gt;Trainer untuk ribuan guru dan beberapa perusahaan &lt;/em&gt;
  &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;
&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Investasi&lt;/strong&gt;
&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;Rp 279.000,- per orang  
&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Pembelian 5 Tiket gratis 1 Tiket
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Informasi lebih lanjut hubungi Nuri : 0274-3002000 atau 081328731198&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;atau email ke putu_putrayasa@yahoo.com
&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-5017381283353577124?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/5017381283353577124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=5017381283353577124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/5017381283353577124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/5017381283353577124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2009/03/hypnosis-in-selling-spektakuler.html' title='Hypnosis in Selling (Spektakuler Hypnoselling)'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-6657597307203521595</id><published>2009-03-08T15:42:00.001-07:00</published><updated>2009-03-08T15:42:40.189-07:00</updated><title type='text'>4 Hal Penting, untuk Bahagia</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Anda mungkin saat ini, sedang bergelut dengan berbagai macam kegiatan, dalam pengejaran anda. Kebanyakan dari kita, telah memiliki target-target, hanya bedanya, ada target yang diberikan oleh kantor, perusahaan atau instansi yang menggaji kita, atau ada yang secara sengaja memiliki target yang telah mereka sendiri tentukan dulu sebelumnya. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apapun target anda...pastilah itu bertujuan untuk hidup lebih baik, dan pasti lebih bahagia bukan?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pengejaran kita terhadap tujuan-tujuan, mungkin telah melakukan berbagai hal, yang telah menyita banyak perhatian dan konsentrasi anda. Namun, apakah anda telah cukup jelas, mengetahui apa sesungguhnya menjadi fondasi kebahagiaan bagi anda?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika belum, atau pun sudah, semoga artikel ini, akan membantu anda, membuat lebih jelas apa kebahagiaan yang ingin anda capai. Apa yang saya tuliskan disini, telah diselidiki para guru-guru dunia, rupanya 4 hal inilah yang telah menjadi fondasi dari kebahagiaan anda:
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fondasi Pertama: kita selaku makhluk sosial, kita semua memiliki keinginan untuk memiliki hubungan yang bahagia. &lt;em&gt;Happy relationship&lt;/em&gt;, anda tentu ingin dicintai, disukai, dihormati, dihargai, oleh orang lain bukan? Ini adalah &lt;em&gt;basic insting&lt;/em&gt; kita sebagai manusia. Setiap manusia butuh pujian, penghargaan. Tentu apa yang  anda lakukan sekarang adalah karena anda ingin mendapatkan pujian atau penghargaan yang layak bukan? Baru-baru ini, seorang pengusaha muda, yang berusia 26 tahun, dan memulai usahanya sejak 19 tahun bertemu dengan saya. Dia melakukan perjuangan yang berbeda, mau bekerja keras..karena ingin membuktikan, dirinya bisa sukses. Dirinya bisa melakukan lebih, meskipun berlatar belakang pernah mengamen, saat ini dia telah memiliki beberapa mobil, beberapa cabang usaha, dalam waktu 7 tahun berusaha. Dan dia memang tampak bangga, dengan respect yang telah diberikan oleh keluarga, teman, sahabat dan kolega bisnisnya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang kita ingin raih adalah penghargaan seperti itu. Ini adalah &lt;em&gt;basic insting&lt;/em&gt;, naluri alamiah kita, kita ingin dihargai, dihormati, disegani, dipuji oleh lingkungan sekitar kita.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fondasi kedua :  Untuk berbahagia fondasi yang kedua adalah &lt;em&gt;menikmati pekerjaan&lt;/em&gt;. Nikmatilah pekerjaan anda. Carilah cara, agar anda menikmatinya, atau sejak awal anda pilih pekerjaan yang menghasilkan, namun itu adalah bidang yang anda sukai. Saya pribadi, pada awalnya juga bingung menentukan pilihan. Saya lihat, hobby  dan kemampuan saya, hanya baca buku dan ngobrol berjam-jam. Apakah itu bisa menghasilkan uang? Saya selalu ingat sebuah pemeo "bekerjalah dari hobi anda, sesuatu yang sangat anda sukai dalam hidup anda, bahkan anda mau membayar jika bisa melakukannya, maka jika anda bekerja dengan cara seperti itu, maka anda tidak perlu bekerja lagi mulai sekarang, bahkan seumur hidup anda". 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara pribadi, saya berupaya menerapkan itu semua, ternyata, begitu saya masuk ke dunia selling, dunia manajemen, dunia leadership, maka ternyata, dengan modal baca buku dan ngobrol berjam-jam, saya dibayar orang, maka berarti mulai saat itu, sy hanya melakukan hobby saya. Tidak perlu bekerja, sesuatu yang tidak saya senangi untuk hidup saya. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudahkah anda, menjadikan hobby anda, sebagai pekerjaan anda?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fondasi ketiga : Menjadi Financial Independent. Seorang artis yang  berbisnis di salah satu industri yang saya geluti saat ini, saya tanya dalam suatu acara training. Mengapa kamu mau menggeluti, dunia selain dunia entertainment?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia jawab sederhana..."90% masalah yang muncul adalah karena uang..., jadi saya mau melakukan bisnis ini, karena menghasilkan pasive income, dan membuat uang tidak lagi jadi masalah buat saya...".
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Betul kata sahabat saya yang artis itu, satu hal yang akan membuat anda bahagia adalah &lt;em&gt;financial independent&lt;/em&gt;, yaitu kebebasan keuangan. Saya berjuang sejak usia 19 tahun, berjuang melawan kemiskinan, membangun usaha demi usaha, akhirnya bisa benar-benar bisa financial independent di usia 32 tahun. Dan memang betul, kebahagiaan memang jadi benar-benar berbeda, ketika kita tidak lagi disibukkan, dikhawatirkan dan dicemaskan oleh masalah uang. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudahkah anda, mempersiapkan masa depan anda, membuat goal-goal dan tindakan anda, menuju financial independent, bahkan financial freedom?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fondasi keempat  adalah kesehatan yang prima. Kesehatan yang prima adalah fondasi untuk menikmati hidup. Ketiga hal di atas, akan menjadi sempurna, ketika anda benar-benar memiliki kesehatan yang prima. Bebas dari kesakitan, berat badan yang ideal, tampil macho atau seksi adalah harapan hampir setiap orang. Saya pribadi selalu berupaya jogging ringan, lompat-lompat bahkan kadang-kadang fitness, renang dll, utk berupaya menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, anda memerlukan suplemen non kimiawi, yang bisa menjadi fondasi kesehatan anda. Detoks racun-racun yang masuk bersama makanan dan minuman, udara yang tercemar juga perlu dilakukan, agar tubuh anda selalu prima...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudahkah anda melakukannya ? "Knowing is not the power, action what you know is power...", lakukan sekarang juga ya...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika anda memiliki 4 hal mendasar diatas, kebahagiaan anda akan menjadi  sempurna. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pikiran yang damai, tenang dan bahagia, adalah kunci dari kesuksesan anda.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudahkah anda berupaya secara sungguh-sungguh untuk meraihnya? Jika belum , mulailah dari sekarang juga..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Freedom
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;putu&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-6657597307203521595?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/6657597307203521595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=6657597307203521595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/6657597307203521595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/6657597307203521595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2009/03/4-hal-penting-untuk-bahagia.html' title='4 Hal Penting, untuk Bahagia'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-1530439118806226008</id><published>2009-02-22T15:37:00.001-08:00</published><updated>2009-02-22T15:37:13.582-08:00</updated><title type='text'>4D Formula Sukses Financial</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Siapa yang ingin Sukses? Pertanyaan ini, telah saya tanyakan kepada puluhan ribu orang yang telah saya temui dari seminar ke seminar dalam 2 tahun terakhir. Hampir 100% orang, akan mengangkat tangan, ketika pertanyaan ini ditanyakan. Dan mereka akan mulai bingung, ketika ditanyakan, sukses seperti apa yang anda inginkan? 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah anda  telah memiliki definisi yang cukup jelas tentang sukses? Banyak yang akan tergagap, ketika mereka diminta lebih detail..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"bahagia pak"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"punya banyak uang  pak.."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"punya mobil dan rumah bagus pak...."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Menurut survey, dari 100 orang yang menggantungkan diri dari asuransi, hanya 1 orang yang benar-benar kaya, 4 orang bebas secara finansial, 15 bisa hidup sukses, karena memiliki tabungan lainnya, sementara yang 80 orang menjadi tergantung kepada orang lain. Itu adalah salah satu fakta, seseorang yang telah menyiapkan masa tuanya menggunakan tabungan dengan disiplin yang sangat panjang dalam asuransi pun, ternyata tidak benar-benar berhasil secara keuangan, apalagi, jika anda tidak benar-benar menyiapkannya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pencarian saya, untuk merencanakan pensiun yang Financial dan Time freedom, Sekitar 9 tahun yang lalu, saya menemukan dan mulai menerapkan, suatu formula yang telah digunakan oleh guru-guru dunia seperti Robert T. Kiyosaki, Brian Tracy, Jim Rohn bahkan Antony robbin. Formula ini, dalam bahasa inggrisnya disingkat 4D. Ingin tahu formula ini? Inilah dia...
&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Desire
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Keinginan yang kuat adalah suatu fondasi, jika anda benar-benar ingin sukses dalam hidup ini. Apakah anda sudah memiliki minat atau keinginan untuk mempersiapkan kesehatan keuangan anda? Apakah anda sudah tahu persis, rumah seperti apa yang anda ingin miliki? Perjalanan seperti apa yang akan anda nikmati? Berapa besar asset yang anda miliki ketika pensiun nanti? Tidak banyak, orang yang benar-benar tertarik untuk menyiapkan masa depan financialnya. Jika anda benar-benar tertarik dan memiliki keinginan yang kuat, maka anda sudah berada pada D yang pertama, yaitu Desire, atau keinginan. Ini sudah menjadi modal awal yang baik...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tips dari saya; Tulislah keinginan-keinginan itu, semua keinginan anda, dari situ anda tentukan mana yang benar-benar anda inginkan, yang  jika anda bayangkan itu telah tercapai anda bisa menjadi sangat bangga, sangat bahagia dan mungkin anda bisa meneteskan air mata. Anda merasa, menjadi orang yang berguna, dikandung dan dilahirkan oleh ibu anda di muka bumi ini...tulislah, perjelaslah..Clarity is Power, Kejelasan adalah kekuatan...ada pepatah, mungkin tidak semua apa yang kita impikan akan jadi kenyataan, tapi kita tidak akan mencapai apa-apa jika kita tidak memiliki impian yang jelas. Fakta menunjukkan, 27% orang dimuka bumi ini, hidup dibawah garis kemiskinan, lebih karena faktor tidak memiliki keinginan yang kuat...bagaimana dengan anda? Berani bermimpi kan?
&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Decision
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Ketika anda telah menginginkan untuk suatu ketika memiliki kesuksesan atau kebebasan financial, maka anda harus mengambil keputusan. Keputusan ini perlu dilakukan, karena perjalanan menuju sukses akan menemui berbagai rintangan dan hambatan. Ketika anda berhasil membuat keputusan, maka hati anda akan lebih mantap untuk menjalaninya.  Metode yang bisa membantu anda, untuk mengambil keputusan yang sesuai adalah dengan mengetahui, apa sengsarannya, apa susahnya, apa penderitaan yang amat sangat yang akan anda hadapi, jika anda gagal secara financial. Penderitaan itu, bisa jadi penghinaan dari tetangga anda, calon mertua anda, bisa jadi juga perasaan tidak bangga orang-orang yang anda cintai, anak-anak anda tidak sekolah dll. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini sangat penting, karena cara kerja sel-sel tubuh kita, sistem syaraf dan aliran darah tubuh kita, bekerja hanya dengan dua hal saja, yaitu menghindari sengsara dan mengejar nikmat. Menghindari sengsara, memiliki kekuatan sekitar 88%, dan mengejar nikmat, memiliki kekuatan sekitar 12%. Membayangkan sengsara dan penderitaan yang amat sangat dengan sangat detail, akan membuat anda maju dan tak akan mundur lagi. Untuk mempercepat anda mencapai impian anda, anda bisa membayangkan apa padanan fisik yang akan anda peroleh jika anda sukses nantinya. Misalnya, mobil yang bagus, rumah yang bagus dan besar, perjalanan keluar negeri, umroh atau naik haji bersama orang tua dan lain-lain adalah contoh padanan fisik yang banyak digunakan oleh orang-orang sukses dalam memvisualisasikan kesuksesannya. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tips dari saya; Ketika anda telah mengambil keputusan, visualisasikanlah apa yang akan anda raih dalam hidup, menjelang tidur dan ketika anda bangun dari tidur anda. Pada saat itu, kondisi pikiran kita sedang alpha, dan jika anda program rasa syukur, kebahagiaan, kebanggaan, percaya diri saat-saat seperti itu, maka itu akan menjadi realitas di dalam hidup anda.
&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Determination
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Determination adalah kebulatan tekad, keteguhan hati...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai di langkah kedua, anda masih berada pada tahapan pemikiran dan perasaan. Determination, anda di uji di level tindakan. Banyak orang yang memiliki cita-cita yang tinggi, hasrat yang kuat, namun dia gagal ketika melihat dan bertemu, jalan menuju sukses ternyata begitu berliku, banyak tanjakan dan turunan, batu-batu penghalang terlalu banyak untuk dilewati. Disini anda perlu memiliki determinasi, keteguhan hati yang tinggi, hasrat yang menggebu-gebu, membara dan tak terpadamkan. Anda berpikir, sukses adalah suatu nilai kehidupan yang perlu anda raih. Ini adalah hasil dari sebuah keputusan, seakan tidak ada jalan lain yang harus ditempuh, Maju atau Menang...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tips dari saya; Bangunlah lingkungan kelas satu...orang-orang yang  akan mendukung pencapaian anda. Robert T. Kiyosaki mengatakan, Pemenang berkumpul dengan pemenang, pecundang bergerombol dengan pecundang. Ini terlihat nyata  dalam kehidupan nyata kita, itik akan berkumpul dengan itik, elang bergaul dengan elang...yang manakah yang anda akan tempuh? Apa pun keputusan anda sekarang, akan sangat menentukan masa depan anda...
&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Discipline
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Hal yang berikutnya yang menjadi faktor penentu dalam kesuksesan adalah Disiplin. Disiplin dalam meraih tujuan atau impian hidup anda. Disiplin ini, meliputi disiplin pikiran, perasaan dan tindakan. Banyak orang gagal, karena dia tidak disiplin pada pikiran, tidak FOKUS, terlalu banyak hal yang dikerjakan, sehingga menyebabkan pikiran menjadi tidak fokus. Disiplin perasaan juga menjadi salah satu sebab kegagalan, ketika orang lain terlihat hidup dengan tidak terlalu ngoyo, tidak terlalu ngotot, dan terlihat damai, orang menghina dan mengejek jalan yang kita tempuh, kadang-kadang, disinilah perasaan kita menjadi bimbang dan ragu. Akankah kuteruskan perjalananku, atau mengikuti  seperti yang orang kebanyakan lakukan?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya pribadi punya prinsip dalam hal ini, " Hanya ikan mati, yang berenang mengikuti arus". 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tidak mau, karena melihat orang rata-rata, lalu saya memperlambat kecepatan saya. Kita memang sekali waktu, perlu istirahat, merenung dan instropeksi diri, tapi bukan berarti kita akan membiarkan diri kita menjadi 56% orang, yang hidupnya tergantung pada orang lain, ketika usia pensiun nanti.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa cita-cita, impian dan tujuan hidup anda? Sukses Financial, mungkin adalah salah satu pendukung utamanya. So..kenapa tidak rancang masa depan anda dari sekarang dengan FORMULA 4D ini?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga anda Sukses dan hidup berkelimpahan adalah milik anda...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-1530439118806226008?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/1530439118806226008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=1530439118806226008' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/1530439118806226008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/1530439118806226008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2009/02/4d-formula-sukses-financial.html' title='4D Formula Sukses Financial'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-2842728216702919745</id><published>2009-02-22T15:26:00.001-08:00</published><updated>2009-02-22T15:26:17.267-08:00</updated><title type='text'>Pertanyaan berkualitas, Untuk Hidup Berkualitas</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Pernahkah anda meragukan kemampuan anda dalam melakukan sesuatu?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin anda ingin membuka usaha, tapi anda mengatakan pada diri anda.."wah, jangan-jangan, nanti saya gagal"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin anda ingin mencoba, satu cara baru, dalam kerja anda, tapi anda berkata pada diri sendiri "wah, yang cara lama aja sudah terbukti, ngapain coba-coba cara yang baru? Kalo salah bagaimana?"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisa jadi, anda ingin mencoba jalan baru, keluar dari rutinitas anda, jalan pulang pergi anda menuju ke kantor...dan anda berkata dalam hati..."jangan-jangan nanti tersesat, malah jadi lebih lama"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perasaan dan pikiran seperti itu, terjadi dalam diri setiap orang. Setiap orang melakukan self talk sekitar 60.000x setiap harinya. Dan penemuan termutakhir adalah, Kualitas hidup setiap orang, tergantung dari kualitas self talk yang dilakukannya setiap hari itu.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti yang dikatakan oleh Brad Sugars, sang pendiri ACTION COACH yang telah berkembang lebih dari 26 negara, "Kualitas Hidup anda, ditentukan oleh kualitas pertanyaan anda"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak orang yang tidak menyadari, bahwa dirinya dibatasi oleh pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya, kepada dirinya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan, yang akhirnya menjadi batasan dirinya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Misalnya, ketika anda sedang berpikir, untuk membangun usaha sendiri. Karena krisis global dan krisis moneter yang telah anda temui di 1998 dan 2008, membuat anda selalu deg-degan ketika melihat berita PHK besar-besaran di koran. Bahkan anda menjadi depresi, hanya karena melihat ramalan para ekonom, tentang kesulitan ekonomi yang mungkin akan dihadapi untuk masa depan.  Anda sudah tahu bahwa jawabannya, anda harus mempunyai usaha sendiri. Apalagi anda lihat-lihat, ternyata kebutuhan barang-barang selalu naik, sementara perusahaan belum bisa mengikuti perkembangan terakhir dan memang biasanya selalu lambat dalam mengikuti perubahan...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saya  harus buka usaha sendiri..saya harus belajar..", gumam anda sambil mengepalkan tangan..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiba-tiba...dari dalam hati, ada suara yang halus yang menyahut ..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"nanti kalo kamu gagal gimana?"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"apa gak sayang, semua uang tabungan yang telah dikumpulkan puluhan tahun terkuras habis?"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"bagaimana sekolah anak-anak nanti?"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Apa kata temen-temen di kantor?"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dst....dst...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tekad anda untuk membuka usaha tiba-tiba di bombardir oleh self talk yang melemahkan anda...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah yang dimaksud dengan self limitation..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiba-tiba anda dibatasi oleh bisikan-bisikan kecil yang melemahkan...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kualitas pertanyaan anda, menentukan masa depan anda...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu bagaimana cara mengatasinya?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya usul sebuah tips kecil, yang biasa saya lakukan, ketika mengalami hal ini...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rubah pertanyaannya menjadi positif..misalnya:
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Bagaimana caranya, agar saya lebih bisa memastikan, bahwa kemungkinan sukses mendekati 100%"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Cara apa yang saya lakukan, agar saya mempertaruhkan hanya sebagian tabungan, dan bisa kembali dalam 3 bulan atau 6 bulan?"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Bagaimana cara memastikan, agar SPP anak-anak tetap aman, sementara saya mencoba usaha baru saya?"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Bagaimana caranya, agar temen-temen di kantor mau memberi dukungan moral kepada saya, ketika saya memulai, atau bahkan menghadapi tantangan dalam bisnis saya?"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah anda melihat perbedaan-perbedaan perasaan yang muncul, ketika pertanyaan-pertanyaan itu dilontarkan kepada anda?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih bersemangat bukan? Lebih kreatif dalam berpikir untuk menemukan cara-cara baru untuk sukses bukan?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ok..semoga ini bermanfaat, segera rubah kualitas pertanyaan anda...itu pasti merubah kualitas hidup anda...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu
&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-2842728216702919745?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/2842728216702919745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=2842728216702919745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/2842728216702919745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/2842728216702919745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2009/02/pertanyaan-berkualitas-untuk-hidup.html' title='Pertanyaan berkualitas, Untuk Hidup Berkualitas'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-7524299652507179618</id><published>2009-01-25T20:12:00.001-08:00</published><updated>2009-01-25T20:12:23.770-08:00</updated><title type='text'>Pelajaran dari Krisis</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;sharing akan memperkuat kita..sharing memberi masukan pada pikiran kita...mari kita salling memberi ... yang kita lihat gelap, bisa jadi terang bagi orang lain, yang kita lihat kusut, boleh jadi dilihat indah oleh teman kita...itulah kenapa sharing dan berbagi sangat baik untuk pertumbuhan pribadi maupun bisnis kita...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Krisis,,,bagi saya, selalu mengajarkan hal-hal yang baik untuk kita...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Krisis tahun 1998 mengajarkan saya melihat peluang dengan optimis ketika orang lain sedang  pesimis
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tahun 2003, bisnis sy mengalami krisis hebat...hal ini mengajarkan kehati-hatian, pentingnya kerjasama team dan menunda kesenangan yang bersifat konsumtif.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;saat krisis seperti ini, dari 3 jenis industri yang ada..semua memiliki dampak masing-masing...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bisnis komputer saya, meningkat penjualannya, karena ternyata banyak  pesaing yang gulung tikar, dan di sisi lain, kami mendapat suplier baru dari luar kota yang cocok dengan kami..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bisnis pendidikan agak menurun, tapi disini saya akhirnya belajar, bangun dan sekarang team lebih kompak, lebih percaya diri, dan mahasiswa lebih percaya dengan KAMPUS..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisnis yang semakin cerah, justru adalah bisnis NETWORK MARKETING yang saya geluti hampir 3 tahun terakhir ini. ternyata di saat krisis pun, bisnis ini tetap bertumbuh dan makin mantap aja. boleh jadi, kata sebagian orang bahwa bisnis network marketing dengan SUPPORT SYSTEM yang bagus, kebal krisis...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lalu bagaimana dengan anda?  
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ACTION adalah hal yang membedakan, Mindset adalah penentu yang membedakan itu...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mari menangkan Persaingan GLOBAL dengan POSITIVE MENTAL  ATTITUDE..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;salam ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-7524299652507179618?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/7524299652507179618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=7524299652507179618' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/7524299652507179618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/7524299652507179618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2009/01/pelajaran-dari-krisis.html' title='Pelajaran dari Krisis'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-4882807295631676307</id><published>2008-11-10T16:19:00.001-08:00</published><updated>2008-11-10T16:19:36.192-08:00</updated><title type='text'>Ingin Kebal Krisis? Kreatif dan Multi Source of Income</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Seperti tahun 1997-1998 sepuluh tahun yang lalu, saat ini, dunia juga dihebohkan dengan adanya krisis global. jika sepuluh tahun yang lalu yang terkena imbas adalah masyarakat asia, yang dipicu dengan serangan mata uang asing, terhadap mata uang korea, jepang, thailand, malaysia dan indonesia. Maka tahun ini kebalikannya, amerika, sang negara adidaya dan adikuasa, dibeli oleh krisis mortgage, kredit kepemilikan rumah yang macet dan membuat raksasa-raksasa financial amerika gulung tikar. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Tidak ayal lagi, banyak perusahaan-perusahaan besar bahkan yang sekaliber yahoo, melakukan rasionalisasi alias perampingan karyawan. Jutaan orang kemudian, di muka bumi ini mendadak berubah status dari seorang eksekutif menjadi pengangguran. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Dampak krisis tidak hanya di alami oleh para karyawan, para petani karet dan kelapa sawit di daerah sumatra selatan, yang intens saya kunjungi 2 bulan terakhir ini pun merasakan dampak yang sama. Harga kelapa sawit yang sempat melambung sampai harga Rp. 2200/kg, melorot sampai Rp. 400/kg. Penghasilan petani sawit, amblas ke level 20% penghasilan sebelumnya. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Di sisi lain, petani karet yang telah sempat menikmati harga Rp. 16.000/kg mendadak harus merasakan kembali harga Rp. 3.500/kg. Wajar, kemudian banyak petani yang telah mengambil mobil dengan bantuan perusahaan leasing, harus memegang dahi mereka, karena frustasi. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Di salah satu sudut sumatra selatan, ada juga petani kelapa. Ternyata harga kelapa yang dulunya Rp. 1.5000/butir, sekarang terpaksa harus menjadi Rp. 500/kg, karena rendahnya permintaan. Dijadikan kopra pun, harga produksi sudah lebih tinggi daripada harga jual.
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Rupanya, krisis seperti ini, akan menjadi semacam siklus kehidupan. Suka atau tidak suka, kita tidak bisa menghindar dari keadaan ini. Entah secara langsung atau tidak, sangat mungkin kita terkena dampaknya. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Untuk itu, dalam berbagai seminar dan workshop yang saya selenggarakan, saya selalu menyarankan, setiap orang untuk melakukan apa yang diajarkan oleh Mr. Tung  Desem waringin dalam audio book financial revolutionnya. "always learn and open mind", selalu buka belajar dan buka pikiran. Selalu belajar, menyebabkan kita memiliki kapasitas lebih baik dalam menghadapi perubahan dan menangkap peluang yang datang. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Saya selalu menjadikan itu sebagai tema kunci, karena banyak orang yang tidak lagi mau belajar dan cepat berpuas diri, karena selembar kertas, iya saya katakan selembar kertas. Dia hanya belajar, sesuai dengan apa yang tercantum di ijazahnya. Itu pun kalo mau belajar, tidak sedikit, setelah tamat kuliah mereka beranggapan tamatlah pula belajarnya. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Apakah learn atau belajar itu? Belajar bukan hanya baca koran, majalah atau berdiskusi dengan teman saja. Menurut Pakar pengembangan diri, Antonny Robbin, belajar berarti, berkonsentrasi pada suatu hal yang baru, menyelidiki, mengamati, mendiskusikan dan selanjutnya mengambil tindakan hingga tindakan itu menjadi suatu "kebiasaan yang baru".
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Bayangkan jika anda, selalu belajar hal-hal yang baru, maka anda akan memiliki banyak kebiasaan dan keahlian yang baru. Keahlian inilah, yang akan membuat anda, akhirnya memiliki peluang, untuk menjalankan usaha atau bisnis yang berbeda-beda. Itu yang akan menyebabkan anda, akan bisa memiliki berbagai sumber penghasilan.
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Baru-baru ini, saya mengisi sebuah seminar yang dihadiri hampir 600 orang guru. Sebelum acara dimulai, perwakilan kepala dinas pendidikan bertanya kepada saya. Bapak mengisi seminar dengan tema "brain base teaching", dulu bapak Kuliahnya jurusan apa?
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Lalu saya jelaskan, saya kuliahnya teknik sipil pak, bisnisnya komputer, lalu mendirikan perguruan tinggi dan sekarang menjadi pembicara nasional di sebuah perusahaan internasional yang bergerak di bidang kesehatan. Sekarang juga menjadi publik speaker, yang temanya Multiple intelligence. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Ha..ha...saya bisa menebak, wajahnya berkerut. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Saya pun menimpali, "begini pak, menurut salah seorang pencetus olimpiade otak dunia, Tony buzan, otak kita memiliki 10 macam kecerdasan. Dan anehnya, orang banyak hanya mengembangkan 1 atau 2 kecerdasan saja, sebaliknya saya, sedang dalam perjalanan mengembangkan 10 kecerdasan itu pak...." 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Bingung? Ya...itulah jawabannya..always learn and open mind...
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Setelah itu, masuk dalam berbagai industri yang bisa memberikan income untuk anda. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Mungkin anda seorang dosen, karanglah buku, belajarlah jadi trainer, bisnis komputer, percetakan, sablonase, advertising, webmaster dan masih seabrek lagi yang lainnya. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Kembangkan terus kecerdasan anda, milikilah multisource of income, banyak sumber penghasilan, mudah-mudahan anda akan menjadi pribadi yang kebal terhadap krisis.
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Be smart, be kreatif.
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Salam ikhlas
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;putu
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;
				&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-4882807295631676307?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/4882807295631676307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=4882807295631676307' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/4882807295631676307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/4882807295631676307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/11/ingin-kebal-krisis-kreatif-dan-multi.html' title='Ingin Kebal Krisis? Kreatif dan Multi Source of Income'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-9164111298543923248</id><published>2008-11-09T18:53:00.001-08:00</published><updated>2008-11-09T18:53:49.775-08:00</updated><title type='text'>Risk Taker atau Safety Player</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Dalam satu seminar, saya pernah ditanya, "pak, bagaimana saya agar bisa sukses di dalam bisnis yang saya bangun?". Saya kira pertanyaan seperti banyak dilontarkan oleh peserta seminar lain di dalam hatinya. Sukses, merupakan barang langka yang banyak diburu dan peminatnya sangat banyak. Tapi apakah sukses itu? Banyak definisi yang bisa diberikan, tapi rata-rata akan mengatakan, sukses berarti meraih apa yang menjadi tujuan.
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Dalam hidup ini, setiap pihak menuju dan mengarah kepada tujuan. Setiap orang merasa telah menetapkan tujuan, meskipun kadarnya berbeda-beda. Ketika tujuan telah ditetapkan, langkah berikutnya adalah merumuskan strategi dan tactic untuk bekerja. Apa yang akan dikerjakan untuk meraih tujuan-tujuan itu?
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Langkah selanjutnya adalah mengambil tindakan yang beresiko sukses atau gagal. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;ada 2 type orang, ketika kita telah memilih melakukan suatu tindakan. Ada yang menjadi Risk taker, seorang pengambil resiko yang gagah berani. Tetapi type kedua adalah type safety player, yaitu orang yang mengambil posisi yang aman, dengan cara memberi kritik dan masukan atau apapun namanya, dengan mengambil tindakan yang seminimal mungkin.
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Risk taker, berupaya keras untuk kreatif dengan otak kanannya. Dia mengambil resiko dengan gagah berani, bertanggung jawab atas segala cercaan dan kritik pedas yang dilontarkan kepadanya. Sementara safety player lebih suka mengatakan yang ini bisa, atau yang ini tidak bisa. Yang ini masuk logika, atau yang ini tidak masuk logika. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Ini pernah terjadi di dunia bisnis, ketika Purdi E. Candra, sang bos primagama ingin beriklan di RCTI. Sangat banyak tantangan yang dihadapinya, sangat banyak cercaan yang mampir padanya. Banyak yang  mengatakan, mengapa harus pake artis setenar dan tentu semahal rano karno? Mengapa harus di RCTI, media yang paling mahal ketika itu? "
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Pak jangan-jangan, bapak menghabiskan semua asset primagama, untuk beriklan..."
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Demikian kira-kira, ungkapan anak buahnya mengkritik sang bos..
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Namun apa yang terjadi, iklan di RCTI ternyata justru adalah awal revolusi dan ketenaran PRIMAGAMA menjulang tak tertandingi. Bahkan sekarang, kita orang menyebut bimbingan belajar, orang akan menyebut PRIMAGAMA, seperti HONDA untuk mengatakan sepeda motor, SANYO untuk mengatakan mesin pompa air.
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Jika itu tadi di dunia bisnis, di dalam diri kita sendiri, hal ini terjadi. Otak, sebuah benda seberat kurang lebih 1,6 kg yang ada di dalam tengkorak kepala setiap orang, terbagi atas otak kiri dan otak kanan. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Otak kanan bekerja dengan kreatifitasnya yang tanpa batas, memiliki ide bermacam-macam untuk direalisasikan. Sementara otak kiri akan mulai menghitung biayanya, menganalisa itu logis atau tidak logis, masuk akal atau tidak.
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Disinilah persimpangan akan terjadi....seorang pemberani akan mengambil resiko, apa pun yang terjadi. Dia akan selalu mencari celah atas tantangan dan kendala yang mungkin muncul, inilah jiwa seorang entrepreneur, Risk Taker. Pengambil resiko yang pemberani.
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Sementara seorang Safety Player, dia akan menghitung-hitung, menimbang-nimbang, berpikir-pikir, melihat angka-angka, dan wussshhh...akhirnya kesempatan lewat. Atau dia sendiri yang memutuskan untuk tidak mengambil resiko itu. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Manakah yang anda pilih untuk hidup anda? Saya lalu ingat dengan sebuah ungkapan..
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;"seorang yang bertindak, mungkin akan gagal atau sukses..
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Tetapi orang yang tidak bertindak, tidak mungkin sukses..."
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;SAFETY PLAYER atau RISK TAKER?
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Salam Ikhlas
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;putu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-9164111298543923248?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/9164111298543923248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=9164111298543923248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/9164111298543923248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/9164111298543923248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/11/risk-taker-atau-safety-player.html' title='Risk Taker atau Safety Player'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-7967330475239241002</id><published>2008-11-07T23:36:00.001-08:00</published><updated>2008-11-07T23:36:00.690-08:00</updated><title type='text'>menjemput keajaiban...</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Orang yang sukses mengenali peluang, orang gagal takut dengan resikonya, ini mungkin yang saya lihat dari beberapa kejadian beberapa minggu terakhir.  Mulai dari ketika saya bertemu dengan owner dari Plaza Ambarukmo, bpk. Edhi Chia, dalam ulang tahun ibu magdalena sukartono yang ke 70. Satu hal yang saya rasakan adalah ketika saya melihat sosok beliau, saya melihat wajah orang yang sederhana. Tapi saya melihat, pria ini memiliki keberanian dan rasa percaya diri. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pulang dari acara tersebut, saya mendengarkan lagu paling emosional bagi hidup saya, "I want to break free". Saya setel keras-keras, sampai volume 25...tangan saya mengacung-acung ke udara. Saya teriak keras-keras, mengikuti lagu sang penyanyi, meski saya tidak hapal dengan syairnya. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiba-tiba saya melihat wajah seorang lelaki, berjalan dengan gagah lewat di depan saya. Lelaki ini, adalah pengusaha sukses. Seorang trainer, penulis buku best seller dan tentu orang yang murah senyum dan berbahagia. Itu adalah pria idaman saya, maksud saya, diri saya sendiri. Saya menyempurnakan visualisasi saya, ketika saya melewati perumahan CASA GRANDE, tempat yang paling saya idamkan untuk tinggal. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah perumahan yang di depannya berderet ruko-ruko mewah, desain spanyol, pertamanan yang mewah, ada club house, jalan conblock yang mewah. Lingkungan yang nyaman dan sempurna dalam hayal saya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Visualisasi dan incantation seperti ini, kerap saya lakukan. Kebiasaan kecil ini, diajarkan oleh antony robbins dalam audio booknya, daily magic. Visualisasi dilakukan ketika kita telah melakukan activitas bersyukur. Bersyukur diajarkan oleh antony robbin, untuk meningkatkan kekuatan dalam tubuh, pikiran dan jiwa kita. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya merasakan sekali manfaat dari grattitude and visualisations ini. Banyak keajaiban-keajaiban yang terjadi, seakan-akan sebuah magic,setelah saya melakukan aktifitas yang diajarkan oleh antony robbins ini. Diantaranya, saya mendapatkan tanah seluas 15.000 m2 yang bernilai milyaran rupiah, yang sudah saya impikan selama 6 tahun dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Terasa sulit dibayangkan, karena prosesnya, saya harus mendengarkan   beberapa kaset dan sebuah seminar, yang akhirnya melengkapi kemampuan negosiasi saya. Akhirnya tanah itu diserahkan kepada saya, dengan perjanjian yang sangat ringan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah anda ingin keajaiban juga terjadi dalam hidup anda? Sudahkah anda mensyukuri yang anda dapatkan dan memvisualisasikan yang anda inginkan? Jika belum segera lakukan, saya yakin anda akan menemukan keajaiban...jemputlah keajaiban, jangan pernah menunggunya...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu
&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-7967330475239241002?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/7967330475239241002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=7967330475239241002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/7967330475239241002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/7967330475239241002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/11/menjemput-keajaiban.html' title='menjemput keajaiban...'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-3684746657369164654</id><published>2008-10-19T04:22:00.001-07:00</published><updated>2008-10-19T04:22:14.042-07:00</updated><title type='text'>Menghasilkan angka dari hidup yang mengalir</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;3 hari terakhir, saya banyak sekali belajar, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari institusi yang saya pimpin. Perguruan tinggi AKMI baturaja, setelah 6 tahun beroperasi, sekarang saatnya naik ke jenjang yang lebih tinggi. Akreditasi, itulah salah satu anak tangga yang harus dilewati, untuk mengukur apakah perguruan tinggi ini sudah naik kelas atau belum. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Dalam perjalanan menjemput crew BAN-PT, kami sempat beristirahat di POM bensin. Tengah malam yang terdengar hanya suara kodok, jangkrik dan suara-suara alam...srrr...tiba-tiba ada getaran dari dada bagian sebelah kiri...ya saya tahu..itu artinya positif feeling. Tiba-tiba saya masuk ke kondisi alfa..saya menikmati musik alam ini...selama ini, saya menikmatinya melalui laptop saya setiap menjelang tidur, suara air gemericik, suara burung dan kodok. Tapi malam ini, atas anugerah Tuhan, kedamaian dalam hati hadir dengan begitu sempurna. Tiba-tiba ingatan saya mengalir ke masa-masa kecil, dimana kemewahan seperti ini selalu saya nikmati, ketika malam telah tiba, atau pagi-pagi bangun tidur dan gerimis masih turun. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Kemudian terbayang, wajah teman-teman saya di baturaja, yang sedang mempersiapkan proses akreditasi. Mereka harap-harap cemas, grogi dan berbagai perasaan tercampur menjadi satu. Maklum, masa depan kami semua kedepan, akan ditentukan oleh hasil akreditasi kali ini. Tiba-tiba, saya terbayang bagaimana dulu hidup saya dipenuhi dengan target-target yang membuat pusing dan penat. Saya bisa membayangkan, apa yang mereka rasakan, bahkan merasakannya. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Jika saya belum belajar banyak dari pengalaman, dari quantum ikhlas, law of attraction, the secret  dll. Mungkin saya juga ikut2an grogi. Beruntung, pengalaman telah mengajarkan kepada saya, dengan menggunakan the power of positive feeling, pikiran menjadi lebih tenang dan otomatis, hal-hal yang ditarik dalam hidup kita akan lebih baik. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Boleh saja kita bertarget, tetapi biarkanlah kita menikmati perjalanan. Jangan terlalu mematok hal-hal yang harus terjadi ke depan, jangan stress dan kecewa ketika apa yang menjadi goal kita sedikit tertunda. Biarkan waktu dan alam, membuatnya menjadi sempurna. Terkadang, jika itu terjadi terlalu cepat, yang terjadi adalah sesuatu yang setengah sempurna, namun jika sesuatu tepat terjadi ketika kita membutuhkannya sesuai dengan yang diatur Tuhan dalam hidup kita, itu akan membuat hidup kita sempurna adanya.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Saya sepakat dengan  apa yang ada di blog salah seorang accesor, Dr. Prihantoro, SE. MM yang saya jemput malam itu. &lt;em&gt;Menjalani  hidup seperti air yang mengalir &lt;/em&gt;, bukan berarti kita membiarkan hidup kita apa adanya, tetapi selalu mensyukuri apa yang ada dalam perjalanan hidup kita, untuk meraih apa yang kita cita-citakan. Saya tahu, beliau adalah orang yang creative, banyak kegiatan dan project yang beliau tangani. Mengapa banyak orang yang menggunakan prinsip hidup mengalir tidak sesukses beliau?  Dari usia beliau, yang belum mencapai 40 tahun telah menjadi Doktor, kita bisa memahami, beliau bukanlah tipe orang yang tidak memiliki goal dan impian. Beliau pastilah punya, namun beliau menikmati perjalanan untuk mencapai itu. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Seperti yang beliau ungkapkan, kalo kita mau melakukan perjalanan dengan tujuan  kota D yang melewati kota A,B dan C. Apa yang bisa kita ceritakan, ketika kita sudah sampai di kota D? Apakah kita masih ingat dengan apa yang kita lihat dan nikmati di kota A, B dan C, atau kita sudah melupakannya? Jika kita sudah melupakannya, itu tandanya, kita bukan tipe penikmat perjalanan. Kita beranggapan, sukses ada di kota tujuan, padahal yang paling nikmat justru ketika kita bisa menikmati apa yang terjadi sepanjang perjalanan. Seperti prinsip hidup saya, Hidup adalah sebuah perjalanan, dimana rasa syukur dan selalu belajar membuatnya penuh makna dan menyenangkan. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Sudahkah anda menikmati perjalanan hidup anda? Ataukah seperti yang saya alami sekitar 4-5 tahun yang lalu? Jika belum, saat inilah saat yang tepat, mendalami pilosofi Hidup mengalir seperti yang dianut oleh Dr. Prihantoro, SE. MM Yang saya jemput kemarin. Pilosofi Hidup mengalir untuk selalu berprestasi, bukan hidup mengalir sebagai alasan untuk tidak melakukan sesuatu dan mempersalahkan nasib...betuuuullll....
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Salam Ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Putu
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt; 
 &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-3684746657369164654?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/3684746657369164654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=3684746657369164654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/3684746657369164654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/3684746657369164654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/10/menghasilkan-angka-dari-hidup-yang.html' title='Menghasilkan angka dari hidup yang mengalir'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-3935184702306822624</id><published>2008-10-08T20:26:00.001-07:00</published><updated>2008-10-08T20:26:39.158-07:00</updated><title type='text'>Senangnya belajar Hypnosis….</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Sudah lama saya pengen belajar Hypnosis, tapi selalu saja, kalo ada seminar tentang hypnosis selalu saja di hari minggu. Padahal, pada hari seminggu saya juga biasanya mengisi training atau pelatihan juga. Wah susah dech..setelah itu, saya mulai menginginkannya menjadi sebuah hasrat yang kuat..ingat bagaimana rumus untuk mendapatkan apa pun yang kita inginkan?
&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tuliskan semua yang anda inginkan, apa pun itu, jangan takut-takut…walaupun sepertinya tidak mungkin
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih, mana yang menjadi prioritas utama anda
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jadikan dia menjadi HASRAT Yang membara, visualisasikan, tempel dalam buku impian anda, lihat berulang-ulang, anda akan mendapatkan apa yang paling sering anda lihat
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yakini…yakin saja, jangan interupsi pikiran bawah anda…lebih banyak lihat contoh orang-orang yang dulunya susah, tapi telah mencapai impiannya sekarang
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikhlaskan…pasrah kepada Tuhan dan lupakan….
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terima..biasanya ia akan datang dalam bentuk kecil-kecil…seperti anak saya govinda yang ingin naik kuda , masih  sudah baca artikel sebelumnya?
&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Akhirnya anda akan menerima apa yang benar-benar  anda inginkan…
&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Saya pun melakukan langkah-langkah tersebut. Dalam perjalanan saya menulis buku dan menjadi public speaker yang terkenal, saya  harus memiliki keahlian hypnosis untuk menunjukkan cara kerja pikiran bawah sadar. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan ..ya Tuhan sederhana sekali, saya mendapatkannya. Agar saya benar-benar mendapat pelatih yang menjamin saya, pasti bisa Hypnosis. Mau melatih saya dan memberi konsultasi saya sepanjang saya praktek..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Luar biasanya,,,,,biayanya pun sangat murah dari yang saya bayangkan. Sebelumnya saya membayangkan harus mengeluarkan dana puluhan juta untuk menjadi seorang hypnosis handal. Eh ternyata…saya mendapatkannya dengan biaya yang sangat murah, dari seorang pengasuh acara 3 Stasiun TV dan punya rekor menghipnotis 2000an orang sekaligus. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wow..keren kan? luar biasa sekali memang, hanya dalam 1 jam teori, saya langsung praktek dan oops…subyek saya langsung tertidur lelap…
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masih merasa belum yakin, saya langsung praktek di rumah..anak saya , si putri pun,,tertidur setelah dihipnosis, temen saya pun…akhirnya merasakan juga praktek saya…eh nyusul, adik ipar besok paginya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di purwokerto, bumi ayu dan purbalingga adalah tempat saya latihan berikutnya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; "Practise make perpect"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"No action nothing happen, take action miracle happen.." pikir saya
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua pengalaman begitu mengesankan….sebegini mudahkah?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya pun mencoba lagi..ada orang yang latah dan sangat terganggu latahnya, dalam hitungan 5 menit, latahnya telah berkurang jauh…saya bilang, theraphynya 3x ya..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada yang kurang percaya diri..akhirnya menjadi merasa jauh lebih percaya diri setelah di hipnosis..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya belum puas, saya pun mencoba stage hypnosis..untuk hiburan di panggung ketika saya mengisi seminar. Saya menghipnosis seorang teman, dan ooopppss..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"dia lupa dengan namanya sendiri, tertidur pulas, eh dia juga bisa berimaginasi spidol yang saya pegang dilihat cecek, lem dibilang tokek.., pena dibilang tikus…
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wah seru dech pokoknya…apalagi saya membayangkan, begitu banyak manfaat dari Hypnosis, seperti untuk membantu orang yang ingin berhenti merokok, menurunkan berat badan, hypno motivasi untuk motivasi massal, hypno selling untuk para sales dan marketing, hypno leadership untuk kepemimpinan, hypno parenting untuk menjadi orang tua yang mampu memotivasi anak-anak, self hypnosis untuk kesuksesan pribadi dll..wah mantap dech pokoknya..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda tertarik? Silahkan sms saya di 0813 9215 2796
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau YM saya di ym: putu_putrayasa
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau email saya di &lt;a href='mailto:putu_putrayasa@yahoo.com'&gt;putu_putrayasa@yahoo.com&lt;/a&gt;
			&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mari jadikan diri kita berkembang dan bertumbuh setiap hari..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-3935184702306822624?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/3935184702306822624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=3935184702306822624' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/3935184702306822624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/3935184702306822624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/10/senangnya-belajar-hypnosis.html' title='Senangnya belajar Hypnosis….'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-465472164307366873</id><published>2008-10-04T10:10:00.001-07:00</published><updated>2008-10-04T10:10:15.219-07:00</updated><title type='text'>Dahsyatnya Pikiran kreatif yang tidak terinterupsi</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Jangan melihat diri kita seperti apa ADA-nya, tapi mari kita lihat, seperti apa kita bisa JADI-nya
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: right'&gt;(Mario Teguh)
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Apakah anda sudah menonton film the secret? Film ini sungguh heboh, syukurlah jika sudah nonton, tontonlah beberapa kali lagi, agar anda bisa menerapkannya dalam kehidupan anda. Jika anda belum menontonnya, pastikan anda segera mencarinya. Film ini bercerita, tentang bagaimana salah satu hukum semesta yang bernama law of attraction, bisa membantu atau menghambat kesuksesan anda.  Law of attraction atau hukum tarik menarik ini, mengulas dengan tuntas tentang keuangan, kesehatan, keharmonisan hubungan, dll. Di ulas oleh guru-guru dunia, yang telah menginspirasi jutaan orang di muka bumi ini. Jangan-jangan di film itu, anda akan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang kesuksesan dan kegagalan anda selama ini akan terjawab.  Mungkin, jawaban yang anda cari-cari selama ini, misteri tentang kehidupan, akan anda temukan di film ini.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Semenjak nonton film the secret 2 tahun yang lalu, saya suka mengamati hal-hal kecil. Saya senang mengamati, bagaimana hukum alam semesta yang disebut law of attraction itu bekerja. Mulai dari mempraktekkan, mencari tempat parkir di ambarukmo plaza dan akhirnya menemukan persis, seperti  yang saya inginkan. Mencari parkir di bandara adi sucipto, dan  akhirnya menemukannya, persis seperti yang saya harapkan. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Dari hal-hal kecil seperti itu, saya pun mengamati, bagaimana anak saya, menginginkan naik kuda, memimpikan naik kuda dan akhirnya menemukannya. Saya pun mempraktekkannya, ketika saya menginginkan untuk membeli Rumah di Casa grande, memilih kaplingnya, menentukan kriterianya, uang mukanya bahkan angsurannya. Saya benar-benar terkagum-kagum, bagaimana hukum semesta yang bernama law of attraction itu benar-benar bekerja sempurna. Akurat, sungguh-sungguh luarbiasa.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Ok, saya ceritakan yang ringan-ringan nich…
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Anak saya yang kecil, entah darimana dia melihatnya, begitu menginginkan naik kuda. Dia sering minta saya atau kakaknya, untuk menjadi kuda baginya. Kami pun biasanya dengan sukarela, mau menjadi kuda tunggangan, si govinda kecil yang memang lagi lucu-lucunya. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Suatu ketika, saya sedang membaca bukunya toni buzan, dan disana digambarkan bagaimana leonardo davinci menggambar kuda, dengan sketsa pada awalnya.  Disana ada gambar kuda yang masih dalam bentuk sketsa, ketika si govinda kecil menangis, karena ada sesuatu yang tidak keturutan, saya pun coba menghiburnya dengan  menunjukkan gambar kuda yang masih sketsa kasar.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Rupanya , di luar dugaan saya, govind, begitu kami biasa memanggilnya di rumah, sangat suka dengan gambar itu. sehingga, buku saya pun disandera olehnya. Dibawanya buku itu bermain, bahkan 3 malam sebelum lebaran, buku itu dipegangnya, dan dia tidak mau tidur, sebelum dia membobokkan kuda dalam gambar tadi. Bahkan dengan lucunya, ia berhasil mengandaikan bagaimana kalo kuda bobok…
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"gimana kalo kudanya bobok dek…" kami biasanya menggodanya begitu..
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Dan dia dengan semangat, akan memiringkan kepalanya sambil tersenyum, memicingkan kedua matanya dan kedua tangannya diletakkan sebagai bantal bagi kepalanya.  
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;2 malam sebelum lebaran, kami jalan-jalan, sambil melihat-lihat properti, untuk program belajar investasi, menerapkan ilmu "properti rich revolution" yang baru-baru saya pelajari. Sepulang melihat properti itu, kami pun memutuskan makan di rumah makan pelem golek di utara hotel hyatt, jogja.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Eh..di sana ternyata ada kuda2an…dan tidak perlu dijelaskan, si govind sangat senang dengan mainan itu.  dia pun memuas-muaskan, untuk bermain dengan kuda, yang telah menjadi bentuk fisik yang lebih baik, dari kuda dalam gambar yang ada di buku toni buzan itu. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Rupanya realitas fisik dari komunikasi bawah sadar yang sedang terjadi di dalam diri si govind tidak berhenti sampai di situ. Liburan lebaran, saya merencanakan liburan ke kaliurang, kopeng dan bandungan. Ini 3 lokasi rekreasi, yang tidak terlalu berjauhan, dan semuanya berupa pegunungan. Saya sudah sering ke kaliurang, tapi belum pernah ke kopeng maupun bandungan. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Sampai di kopeng, eh ternyata di sana ada kuda beneran dan anda bisa bayangkan, sekarang realitas fisik dari law of attraction telah menjadi kuda beneran, dan kami pun berkeliling naik kuda kurang lebih 10 menit. Dan govind, masih kepengen sebenarnya, tapi karena antrian masih banyak, tentu saya tidak meneruskan, karena juga sudah keburu magrib. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Saya sama sekali tidak tahu, bahwa di kopeng ada kuda. Eh ternyata, begitu sampai di bandungan, kami pun menemukan banyak kuda disana, dan akhirnya kami sekeluarga naik kuda menemani govind, hampir satu jam kelliling ke peternakan kuda, kebun sayuran, strawbery, hotel green valey dll. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Saya benar-benar geleng-geleng kepala, tersenyum-senyum sendiri dan terkagum-kagum, bagaimana law of attraction bekerja, pada sebuah pikiran, hasrat dan impian yang kuat yang tidak diinterupsi oleh pikiran sadar dan otak kiri kita. Begitu cepat ia, bisa menjadi suatu realitas fisik yang sesuai dengan padanannya dalam pikiran kita. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Kita akan bahas secara lebih detail, bagaimana cara kerja otak kiri dan pikiran sadar kita menginterupsinya, tapi anda bisa bayangkan, jika anda memiliki pikiran, hasrat dan impian yang begitu kuat, maka pastilah kehidupan anda, 10 atau 20x lipat lebih baik dari sekarang, dari sisi penghasilan, tabungan, relasi, perjalanan keluar negeri, omset bisnis, laba bersih dan tentunya dalam hal kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Masihkah pikiran sadar kita, otak kiri kita yang penuh logika, menghentikan dan meneror kreatifitas otak kanan kita yang ingin hidup lebih baik? So mari kita belajar bersama, mari kita pelajari aset kita yang sangat berharga, yang bernama pikiran. Satu tool yang Tuhan telah berikan, untuk memenuhi kehidupan kita secara berkelimpahan.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Salam sukses dan ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Putu
&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-465472164307366873?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/465472164307366873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=465472164307366873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/465472164307366873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/465472164307366873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/10/dahsyatnya-pikiran-kreatif-yang-tidak.html' title='Dahsyatnya Pikiran kreatif yang tidak terinterupsi'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-6031980166562387472</id><published>2008-10-02T16:51:00.001-07:00</published><updated>2008-10-02T16:51:35.538-07:00</updated><title type='text'>Kelompok Master Mind &amp; the science of getting rich</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;em&gt;Hidup layaknya perjalanan garis-garis waktu, sampai di titik tertentu kita menoleh untuk melihat seberapa jauh perjalanan kita dan cara apa yang lebih baik di masa depan (Putu Putrayasa)
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebaran tahun lalu, saya menulis tentang asset gundukan pasir. Asset yang dibangun selama satu tahun, berupa tabungan, habis di saat mudik lebaran. Masihkah anda begitu? Membangun asset hanya untuk habis di saat mudik lebaran, dan kemudian  membangunnya kembali untuk dihabiskan lagi lebaran tahun depan?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika anda masih begitu, hati-hati, jangan-jangan anda patut dicurigai seperti yang dikatakan oleh robert Kiyosaki sebagai rat race, "terjebak dalam perlombaan tikus". 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sang tikus merasa sudah berlari jauh sekali, tetapi ternyata tetap berada di tempat itu saja. Karena ia berlari di sepasang roda yang berputar..semakin kencang dia berlari, semakin kencang roda berputar, hingga si tikus menyerah karena kelelahan, dan mengatakan, ini mungkin sudah nasib saya, saya hanya sampai disini dalam perjalanan hidup saya. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Tuhan telah mengaturnya untuk saya", demikianlah ungkapan yang paling sering kita dengar dari orang-oang yang terjebak dalam perlombaan tikus ini.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbeda dengan anggapan orang-orang yang menjadi pecundang perlombaan tikus ini.  Wallace D. wattles, sejak tahun 1903 sudah mengatakan, dalam bukunya "the science of getting Rich" telah mengatakan,
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;",Tuhan pasti ingin anda kaya, karena dengan menjadi kaya, anda bisa memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan untuk membangun body, mind , and soul = tubuh, pikiran dan jiwa= anda, untuk melayani Tuhan".
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah lo…
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita tidak bisa berkelit lagi, tidak bisa berdalih lagi, bahwa Tuhan lah yang telah menggariskan nasib kita. Apalagi dalam al-Quran dijelaskan:
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Tidak akan berubah nasib satu kaum,  kecuali kaum itu berusaha untuk mengubahnya"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di dalam Bhagawad gita, weda yang ke lima juga dikatakan,
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"kepada siapa yang tulus bakti, mempersembahkan semua hasil usahanya hanya kepada-Ku
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan Aku bawakan apa yang dibutuhkannya dan aku peliharakan apa yang dimilikinya"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi Tuhan akan membuat hidup kita lebih baik, jika kita mau berusaha. Bahkan ada ungkapan,
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"kita melangkah  satu kali untuk mendekati Tuhan, maka Tuhan akan melangkah 10x untuk mendekati penyembah-Nya"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lho..kalo begitu kenapa ada orang yang sudah berusaha keras tapi masih miskin?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kembali, Wallace D. Wattle, mengatakan, Tuhan mengaruniakan kepada kita, body, mind and soul. Ketiga element ini seharusnya kita beri makanan, agar bisa melaksanakan tugas-tugas tertentu. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena ada cara-cara yang ilmiah, untuk bisa menjadi kaya. Ada sciencenya, ada ilmunya, ilmiah. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata orang-orang kaya melakukan hal-hal yang seharusnya di lakukan, yang tidak dilakukan oleh orang-orang miskin. Ada disiplin pada pikiran, perasaan dan tindakan yang dilakukan oleh mereka, yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang serba kekurangan didalam hidupnya. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kata napoleon hill, dalam bukunya berpikir dan menjadi kaya, "orang-orang kaya dan sukses, memiliki kelompok master mind".  Kelompok master mind ini merumuskan, apa yang mereka lakukanagar mereka menjadi kaya. Mereka pun di bimbing oleh para master yang berkompeten di bidangnya dengan teknik-teknik komunikasi tertentu. Mereka berkumpul, untuk menerapkan disiplin-disiplin, "The science of getting rich". Sudahkah anda memiliki komunitas itu? jika belum pastikan, anda memiliki komunitas atau kelompok master mind seperti itu, untuk mendukung kesuksesan anda. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-6031980166562387472?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/6031980166562387472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=6031980166562387472' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/6031980166562387472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/6031980166562387472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/10/kelompok-master-mind-science-of-getting.html' title='Kelompok Master Mind &amp;amp; the science of getting rich'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-8454775014387476397</id><published>2008-09-06T18:36:00.001-07:00</published><updated>2008-09-06T19:05:30.969-07:00</updated><title type='text'>Ritual bangun tidur yang mengubah nasib (2)</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dengan ritual bangun tidur anda?
&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah anda membaca pengalaman saya, bagaimana dengan ritual bangun pagi anda? Apakah sekarang anda sudah bisa membayangkan, bagian mana dari kehidupan anda yang dipengaruhi oleh ritual bangun tidur pagi anda? Apakah pertengkaran dengan pasangan anda yang terakhir kali, ada hubungannya dengan ritual bangun pagi ini? Apakah perasaan anda tentang hutang, tentang ujian di kampus, tentang masa depan anda, tentang karyawan atau atasan anda, tentang anak didik ato guru atau dosen anda, ada hubungannya dengan cara bangun tidur anda? Mungkin hubungan anda dengan kolega bisnis atau rekan sejawat, hubungan dengan orang tua anda, saudara, teman …baik buruknya hubungan anda, mungkin dipengaruhi oleh perasaan anda. Pernahkan anda merasakan bahwa berbuat begini salah, berbuat begitu salah. Ngomong begini salah, ngomong begitu salah. Kok kayaknya hidup ini serba salah…jika ini pernah terjadi dengan anda, mungkin saatnya anda mengubah cara dan ritual anda bangun pagi. Saya menyadari hal ini, ketika itu juga dijelaskan, bahwa kalo kita tersenyum dengan cara tertentu, maka ada kelenjar-kelenjar hormon kita, yang akan mengeluarkan hormon yang bernama hormon endhorpin. Ini kekuatannya ratusan kali lebih kuat dari morphin, ini bisa membuat perasaan yang senang, bahagia, bebas  dan tenang. Luar biasa, dengan satu gerakan otot-otot disekitar mulut anda, anda bisa merubah nasib anda, karena perasaan anda yang sedih, takut, bingung, tidak percaya diri, krisis kepercayaan, marah, dan lain sebagainya bisa anda hilangkan. Setidaknya anda telah menghilangkan potensi keputusan-keputusan yang salah, yang bisa mengarahkan nasib anda menjadi buruk. Rubah ritual bangun tidur anda, rubah nasib anda, rubah skala kebahagiaan yang anda nikmati, rubah skala kesuksesan yang anda raih. Saya telah membuktikannya, kini giliran anda…
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda sepakat dengan saya? Jika anda sepakat, mungkin saatnya anda melakukan, seperti yang diajarkan oleh Motivator terbaik di dunia. Dia adalah anthony robbin, dimana bill clinton, nelson mandela, gorbachev, lady diana, andre aggasi dan tokoh-tokoh penting lainnya telah belajar kepadanya. Di dalam salah satu modul pelatihan anthony robbin, ia mengajarkan tentang power morning question. Pertanyaan-pertanyaan yang membangkitkan kekuatan raksassa di dalam diri anda..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Power morning question
&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; kunci sederhana ini telah saya lakukan satu tahun lebih. Sederhana sekali, ketika kita bangun tidur, lakukan ritual , ngolet, sambil tersenyum dan mengatakan "terimakasih Tuhan , I feel so good….". Ulangi 2-3 kali..sampai anda benar-benar merasa tenang, rilex, santai, dan mungkin anda sudah membuat frekuensi pikiran anda pada kondisi alfa. Ini adalah kondisi yang sangat baik, untuk kita memasukkan program-program positif pikiran anda. Anda ingat? Bahwa pikiran seperti komputer, ada hardwarenya yaitu otak kita…dan softwarenya adalah program-program dalam bentuk pikiran, kata-kata, cd atau kaset yang kita dengarkan, buku yang kita baca, seminar yang kita hadiri, pergaulan kita dll. Itu semua program dalam pikiran kita.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah ketika di pagi hari, saat yang paling enak, untuk memprogram pikiran kita atau menjelang tidur. Ketika kita posisi rilex, santai, tenang, riep2,rasa mengantuk , tapi anda masih sadar, nah inilah ciri-ciri kondisi alfa. Anda bisa mulai memprogram pikiran anda, dengan pertanyaan-pertanyaan yang memprogram anda menuju masa depan yang baik. Apa pertanyaan-pertanyaan itu? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh anthony robbins di dalam setiap bangun paginya…anda bisa tiru seluruhnya, anda tambahkan atau kurangi, tapi kalo saran saya,,,contek abis aja..ini yang sudah terbukti, membuat anthony robbin menjadi pembicara termahal di dunia saat ini. Yang sempat saya tahu, anthony robbin tarifnya 1 juta dollar dalam satu hari, ya kurang lebih 9,4 milyar per hari lah…
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi pasrah aja, ikut saja, itu yang saya lakukan…kalo kita meniru cara yang sudah terbukti berhasil, maka resikonya kita juga akan berhasil…daripada coba-coba cara sendiri, hanya akan buang2 waktu …anda setuju dengan saya? Ok, lanjuut…kita lanjut ke anthony robbin, inilah pertanyaan2nya...
&lt;/p&gt;&lt;ol style="margin-left: 81pt;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Apa yang membahagiakan hidup saya?
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Apa atau bagian apanya yang membuat saya bahagia?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana hal tersebut bisa membuat saya merasa seperti itu?
&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Apa hal yang paling menyenangkan dalam hidup saya?
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Apa atau bagian apanya yang membuat sayasenang?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana hal tersebut bisa membuat saya merasa seperti itu?
&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Apa yang membuat saya bangga?
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Apa atau bagian apanya yang membuat saya bangga?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana hal tersebut bisa membuat saya merasa seperti itu?
&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Apa yang saya syukuri dalam hidup ini?
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Apa atau bagian apanya yang membuat saya bersyukur?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana hal tersebut bisa membuat saya merasa seperti itu?
&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Apa yang paling saya nikmati dalam hidup ini sekarang?
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Apa atau bagian apanya yang membuat saya bisa menikmatinya?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana hal tersebut bisa membuat saya merasa seperti itu?
&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Apa yang saya komitmen untuk lakukan dalam hidup saya?
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Apa yang membuat saya komitmen untuk melakukannya?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana hal tersebut bisa membuat saya merasa seperti itu?
&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;Siapa yang saya cintai dalam hidup saya, dan siapa yang mencintai saya dalam hidup ini?
&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Apa yang membuat saya mencintai mereka?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana hal tersebut bisa membuat saya merasa seperti itu?
&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ok, ini PR buat anda ya? Dengan pertanyaan-pertanyaan ini, mari kita belajar lebih peka. Mari kita syukuri mulai dari hal-hal yang kecil. Ketika mengisi training, di berbagai kota di Indonesia, saya sering melihat orang, merasa tidak mampu mensyukuri apa2 dalam hidupnya. Mereka seperti terbengong-bengong ketika saya minta untuk menuliskan atau menyebutkan 5 hal yang bisa disyukuri.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun begitu saya berikan contoh, mereka langsung bilang…oooo…dan mulai menulis sebanyak2nya. Iya kita memang harus memulai dari mensyukuri hal-hal yang kecil agar kelak kita juga bisa mensyukuri hal-hal yang besar dalam hidup  kita. Misalnya..udara yang kita hirups secara gratis, harus kita syukuri.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita harus mensyukuri, atas darah yang telah mengalir dengan lancar dalam tubuh kita. Banyak orang yang harus membeli darah dan terbaring di rumah sakit karena darahnya tidak lancar atau darahnya kurang. Mereka harus membeli berkantong-kantong…kita harus bersyukur atas adanya orang tua kita, banyak orang yang dilahirkan dalam kondisi orang tua yang sudah tidak ada lagi..banyak hal, ratusan hal bisa kita syukuri, jika kita mau mensyukurinya..dan percayalah, dengan bersyukur maka nikmat , kesenangan, kebahagiaan, keindahan , yang akan kita terima akan jauh lebih banyak dan lebih banyak lagi. Orang kaya bukan seberapa banyak dia punya harta, tapi seberapa pandai iya mensyukurinya…
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;So, selamat menulis apa hal-hal yang membuat anda bahagia, senang, bangga, menikmati hidup dll dalam PR tadi..semoga anda memulai perubahan yang dahsyat dalam hidup anda…
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu
&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-8454775014387476397?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/8454775014387476397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=8454775014387476397' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/8454775014387476397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/8454775014387476397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/09/ritual-bangun-tidur-yang-mengubah-nasib_06.html' title='Ritual bangun tidur yang mengubah nasib (2)'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-4393533907423935183</id><published>2008-09-06T17:50:00.001-07:00</published><updated>2008-09-06T17:50:07.671-07:00</updated><title type='text'>Ritual bangun tidur yang mengubah nasib (1)</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;     "Hidup dimulai ketika bangun tidur"…mungkin agak berlebihan ketika saya mengatakan kepada anda dengan ungkapan seperti itu. Tetapi, benar-benar sulit dipercaya, bahwa banyak sekali orang yang mendesain nasib buruknya ketika ia bangun tidur. Pengetahuan ini, saya dapatkan ketika saya mengikuti seminar self empowerment untuk pertama kalinya. Saya lupa judulnya, tetapi saya saat itu begitu terkesan, dan ketika saya memutuskan untuk mendaftarkan diri mengikuti seminar financial revolution di puncak , bulan april 2006, saya mendapatkan banyak vcd, diantaranya adalah vcd life revolution. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam vcd life revolution tersebut, diajarkan, hal-hal yang berbeda dengan kebiasaan saya sehari-hari ketika itu. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahun-tahun 2003-2006 adalah masa-masa paling kritis dalam kehidupan saya. Saat itu, hutang benar-benar menumpuk dan sempat mencapai 3,6 Milyar. Komunikasi Saya dan teman kongsi saya di perusahaan mencapai titik terburuk. Banyak hal-hal kecil menjadi pertengkaran kecil atau besar. Kami saling menyalahkan , hidup saya benar-benar stress, banyak hutang dan tidak bahagia sama sekali. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hubungan dengan karyawan menjadi buruk, karyawan banyak meninggalkan perusahaan, ini seperti menjadi hukuman yang sangat berat untuk kesombongan dan ego saya selama ini. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada saat kritis itulah, saya bersyukur menonton film life revolution, dan saat ini kehidupan saya berubah seperti bumi dan langit. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perubahan yang sangat dahsyat itu, ternyata, berubah ketika saya mulai merubah cara saya bangun tidur. Biasanya ketika saya bangun tidur dulu, maka saya akan mulai memikirkan usaha saya, mulai mengkhawatirkannya, mulai mengkhawatirkan hutang-hutang yang jatuh tempo, bahkan mulai mengkhawatirkan  apakah perusahaan masih bisa berjalan lebih lama dan parahnya saya mulai mengkhawatirkan nasib dan masa depan saya. Ini dimulai ketika saya mulai meletakkan batu pertama gedung kampus perguruan tinggi yang saya dirikan, yaitu 1 agustus 2001. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehidupan saya yang awalnya dipenuhi oleh optimisme, yang berhasil saya bangun sebagai hasil membaca buku "berpikir dan berjiwa besar, berpikir dan menjadi kaya, kekuatan pikiran bawah sadar" dll. Namun ketika saya mulai membangun kampus itu, kepercayaan diri, optimisme dan keyakinan saya sepertinya menyusut sedikit demi sedikit. Meskipun saya masih berusaha untuk tampak percaya diri, saya tetap merasa di dalam hati yang paling dalam, ada kekhawatiran yang menghantui saya. Kekhawatiran yang makin hari makin membesar, membesar dan akhirnya meledak. Kekhawatiran ini pun terungkap lewat bahasa tubuh saya, lewat raut wajah, lewat perkataan, tindakan, email dan rapat-rapat yang saya pimpin. Semua ini, seperti menjadi malapetaka dalam kehidupan saya, mengakumulasi, sehingga akhirnya membuahkan perpecahan dalam perusahaan yang saya pimpin ketika itu. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya sering terbangun tidur, saya memeluk istri dan anak saya, biasanya kami mulai ngobrol, tentang masa depan, tentang perusahaan, tentang hutang, tentang hutang yang sdh lama yang tidak mampu kami bayar, dan sering kami mengakhirinya dengan bad mood. Bahkan sering, bangun pagi yang diawali dengan mesra, diakhiri dengan saling diem2an karena kami berselisih pendapat. Bahkan lebih parahnya, kami kemudian memulai hidup kami dengan segudang masalah dalam pikiran kami. Rumah tangga menjadi kurang harmonis, saat-saat yang seharusnya membahagiakan, sering menjadi seperti hukuman atas keputusan-keputusan yang salah yang telah saya perbuat. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika akhirnya, saya menonton cd life revolution dan mengikuti seminar financial revolution, saya bertekad menerapkan semua hasil seminar tersebut. Saya benar-benar take action, saya melakukan persis seperti yang dianjurkan oleh pembicaranya. Setiap bangun pagi, saya mulai dengan ngolet..tersenyum tanpa alasan dan mengatakan.."terimakasih tuhan, I feel so good,,,"…kemudian saya ngolet sekali lagi…., tersenyum yang lebar, dan  saya bisa merasakan kedamaian pikiran yang luarbiasa…kemudian saya katakan "terimakasi tuhan , I feel so good..".  
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meskipun itu terlihat bodoh dan tidak masuk akal, saya tetap melakukannya. Lama-lama saya merasakan ini bisa masuk akal, karena memang saya bisa merasakan manfaatnya, saya merasakan kedamaian yang luarbiasa, ketika saya tersenyum dan ngolet dengan dada terbuka, kedua tangan diangkat dan di condongkan ke belakang. Kedamaian pikiran kita, ternyata dipengaruhi oleh gerakan tubuh kita. Seperti kata anthony robbin…"our motion created our emotion..". Gerakan kita, mempengaruhi emosi kita. Emosi kita mempengaruhi perasaan kita. Perasaan kita mempengaruhi pikiran kita. Pikiran kita mempengaruhi keputusan yang kita ambil. Keputusan yang kita ambil mempengaruhi tindakan kita. Tindakan yang kita ambil berulang-ulang membangun kebiasaan, kebiasaan menjadi kharakter dan kharakter menjadi nasib kita….woooowww….
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya benar-benar bersyukur mengetahui ini. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
 &lt;/p&gt;&lt;p style='margin-left: 27pt'&gt;Gerakan===&amp;gt; emosi===&amp;gt;perasaan===&amp;gt;pikiran===&amp;gt;keputusan===tindakan/ACTION===&amp;gt;kebiasaan===&amp;gt;kharakter====&amp;gt; Nasib
&lt;/p&gt;&lt;p style='margin-left: 27pt'&gt; 
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi kalo dulu kita sering belajar, hati-hati dengan pikiran kita, karena iya bisa menjadi tindakan, tindakan berubah menjadi kebiasaan, kebiasaan akan menjadi kharakter, dan kharakter akan menentukan nasib anda, maka setelah seminar ini, ada yang berubah…ternyata alurnya lebih panjang.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada gerakan, emosi, perasaan dan keputusan yang turut serta menentukan kemana arah nasib kita. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika saya bangun tidur, gerakan saya salah, emosi pun salah, perasaan jadi gak bener, pikiran kacau, jadi keputusan-keputusan yang saya ambil, baik di keluarga, perusahaan, relationship pun akan salah. Jadi jangan salahkan jaika rasanya, hampir setiap keputusan dan tindakan kok membawa ke arah yang lebih buruk..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu inilah yang dilihat oleh suplier, karyawan, mitra kerja, kolega bisnis dll. Sebagai kebiasaan dan kharakter saya….wooow….rupanya inilah yang telah mengantarkan saya pada hutang 3,6 milyar yang sebagian sudah macet. Inilah yang mengantarkan perusahaan saya berada pada titik nadir…
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun tidur dalam kondisi bad mood, bisa mempengaruhi kehidupan kita selama satu hari dan jika itu adalah pengulangan, maka bisa mempengaruhi kehidupan selama seminggu, sebulan, setahun, akhirnya benar-benar hidup kita dipengaruhi oleh kebiasaan bangun tidur kita.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jikalau kita bangun tidur dalam kondisi happy, ini yang saya lakukan..melalui gerakan saya mengubah emosi dan perasaan saya. Dulunya saya merasa harus bertanggung jawab dengan hutang-hutang saya dengan memikirkannya sejak bangun tidur, itu saya ubah. Saya harus menyiapkan kondisi terbaik saya, untuk membayar hutang-hutang saya, dengan bangun tidur yang berkualitas. Dengan gerakan, emosi dan perasaan yang baik, sehingga ketika bekerja, pikiran, keputusan dan tindakan saya menjadi baik. So itu menjadi kebiasaan, kharakter, akhirnya nasib menentukan hutang-hutang saya lunas dan tidak membebani hidup saya lagi. Bagaimana dengan anda?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Salam ikhlas 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-4393533907423935183?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/4393533907423935183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=4393533907423935183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/4393533907423935183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/4393533907423935183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/09/ritual-bangun-tidur-yang-mengubah-nasib.html' title='Ritual bangun tidur yang mengubah nasib (1)'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-2614030121936405291</id><published>2008-09-05T02:35:00.001-07:00</published><updated>2008-09-05T02:41:41.640-07:00</updated><title type='text'>Semua ada ilmunya</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;Dulu saya merasa sulit sekali dengan komputer saya. Terutama ketika komputer saya jadi lambat banget. Atau pun kena virus, saya selalumerasa, punya staf untuk mengurus itu semua. Sampai pada satu ketika, saya merasa, bahwa saya harus tahu tentang komputer saya sendiri. Sudah sekian lama, saya bekerja, hidup dan bahkan jalan2 keluar negeri karena bisnis komputer, moso saya urusan virus saja tidak bisa nangani. Begitu pikir saya…gengsi ah..sama karyawan dan rekan sejawat.. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keputusan itu muncul, ketika saya merasa, hampir setiap orang yang saya temui, beranggapan bahwa saya adalah ahli komputer. Padahal saya juga kesulitan, bahkan ketika komputer saya mati mendadak atau hang karena sesuatu hal…
Kehidupan berubah, saya berupaya untuk mengetahui banyak hal..
Saya berpikir, keahlian kecil-kecil ini, akan mampu menyelamatkan masa kritis hidup saya, jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Dan lebih uniknya lagi, ternyata dengan saya bisa keahlian kecil-kecil seperti membuang virus, menginstall driver, membersihkan registri, mempercepat komputer yang lambat, membuat video, memotong file audio, scan foto, membuat playlist, memanfaatkan one note, merekam suara, sedikit mengedit foto dll, hidup saya jadi lebih bahagia.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih bahagia, karena ternyata semua keahlian kecil-kecil tersebut begitu diakumulasikan, ternyata jauh lebih mempercepat pekerjaan saya, bahkan membuat pekerjaan menjadi lebih baik. Sekarang klak-klik komputer, jadi hobi yang menyenangkan. Bahkan saya merasa, banyak sekali tantangannya, saya pengen tahu lebih banyak lagi, agar hidup saya lebih bahagia….
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;So bagaimana dengan hidup anda? Apakah anda pernah merasakan seperti yang saya rasakan?
Bingung, pusing bahkan stress, karena urusan2 kecil? Iya, bukankah sayang sekali, jika anda jadi kelihatan tidak tampil excelent karena urusan kecil? Saya jadi teringat, dengan salah satu motto salah satu penerbit "semua ada ilmunya".
Kalo mau tahu tentang bagaimana ngoprek dan bersahabat memahami banyak hal tentang komputer anda, maka bacalah majalah chip, infokomputer dll. Jika anda ingin tahu tentang, bagaimana cara anda berpikir, bagaimana cara anda untuk sukses, bagaimana pola sukses terjadi, bagaimana memarketingkan diri anda, maka bacalah buku2 motivasi.
Berkembang setiap saat, membuat kita bahagia, bahkan jika uang di dompet tinggal seribu..ha..ha…
Selamat mencoba2, apa yang belum anda tahu, agar anda menjadi tahu dan berguna dalam hidup anda..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam ikhlas
Putu
&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-2614030121936405291?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/2614030121936405291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=2614030121936405291' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/2614030121936405291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/2614030121936405291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/09/semua-ada-ilmunya.html' title='Semua ada ilmunya'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-2593018157043638862</id><published>2008-08-19T19:50:00.001-07:00</published><updated>2008-08-19T19:50:32.891-07:00</updated><title type='text'>Hancurkan  Penyakit MMG pembunuh kesuksesan (1)</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;em&gt;Anda bisa melakukan apa pun jika anda yakin anda bisa. Pengetahuan merupakan anugerah tuhan, dengan keyakinan anda, anda bisa menyelesaikan setiap masalah manusia&lt;/em&gt; (ROBERT COLLIER)
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Sewaktu saya sekolah di hari-hari pertama saya di bangku SMA  ada sebuah ungkapan dari guru di sekolah itu yang sampai sekarang masih saya ingat dan terapkan dalam kehidupan saya. Ungkapan itu bernama MMG, itu adalah sebuah singkatan dari kata-kata Malas, Malu dan Gengsi. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Guru di sekolah ini mengajarkan, kalo tidak ingin kelaparan seumur hidup, maka hindari jurus MMG ini, yaitu Malas, Malu dan Gengsi. Wah benar juga, piker saya ketika itu. Kalo saya tidak malas, maka banyak hal yang bias saya kerjakan secara kreatif yang akan membuahkan hasil. Kalo saya tidak malu, saya akan banyak teman yang mempermudah hidup saya. Dan kalo saya tidak gengsi, maka saya akan bias mengambil pekerjaan atau bisnis apa saja yang penting halal dan tidak melanggar norma agama. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Selanjutnya dalam kehidupan saya, saya benar-benar melihat, mendengar dan merasakan, bagaimana penyakit MMG  begitu berpengaruh pada cara berpikir, berkata-kata dan bertindak, dalam pribadi setiap orang. Malas, cenderung melumpuhkan kita. Malas membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit. Malas menyebabkan otak buntu, dan sulit diajak berpikir. Saya bisa mencontohkan bagaimana saya, begitu malas untuk belajar sesuatu yang berhubungan dengan olah mengolah foto. Saya lebih suka belajar menulis, daripada mengedit foto atau membuat video, yang menurut saya, terlalu banyak memakan waktu. Penyakit kemalasan saya, membuat saya mental blocking. Jika anda belum tahu mental blocking, mungkin saya bisa menggambarkan untuk anda secara sederhana. Mental blocking adalah semacam tembok mental, yang menghalangi kita, untuk mencapai sesuatu. Mental blocking ini, menyebabkan, kita tidak bisa keluar dari zona status quo kita. Seperti contoh tadi, saya tidak bisa keluar dari status quo..tidak bisa mengolah photo dan video, menyebabkan saya benar-benar tidak bisa mengerjakan hal itu.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Mental blocking ini, mengungkung saya selama bertahun-tahun. Ketika saya melihat teman-teman saya yang hobby edit-edit foto, dalam benak saya berkata, "ah buang-buang waktu saja..". ketika saya melihat, hasil editannya bagus pun, saya masih menilai, bahwa itu tidak ada gunanya. Sampai saya kemudian sering mengikuti acara training-training, dimana trainernya, berhasil membius para peserta training, dengan video atau gambar-gambar yang mereka sajikan. Saya mulai tertarik, ah…ini gunanya, kalo saya bisa mengolah photo. Saya mulai membayangkan nikmatnya…saya bisa berbagi kisah perjalanan suksess saya. Aha…otak sadar saya kemudian mulai bekerja, mengejar nikmat …..(selanjutnya menghindari sengsara). Seperti kita ketahui bersama, ternyata cara kerja sel-sel tubuh kita, hanya dua saja, yaitu mengejar nikmat dan menghindari sengsara. Tiba-tiba, belief system-sistem kepercayaan- dalam otak bawah sadar saya berubah. Kalo saya bisa mengelola photo, maka saya akan mendapatkan kenikmatan. Tadinya, saya berpikir, kalo saya mengolah photo dan klak-klik terlalu lama di depan computer, itu hanya buang-buang waktu saya, dan pekerjaan jadi banyak yang gak beres. Ketika belief system saya berubah…akhirnya emosi saya berubah, mendadak saya jadi kepengen belajar olah photo. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Photo pertama yang saya olah adalah photo anak saya yang pertama. Ketika saya belajar mengolah photo, sehingga terciptalah video saya yang pertama. Dalam masa pengolahan dan menghilangkan kebosanan, saya selalu mebayangkan betapa  senangnya anak saya yang ketika itu berumur 4 tahun, melihat photo-photonya dirangkai menjadi sebuah video. Akhirnya penyakit M yang pertama hilang, Malas saya mendadak hilang, ketika apa yang saya bayangkan tentang mengolah photo benar-benar berbeda. Tadinya berpikir "hanya buang-buang waktu dan bikin pekerjaan  terbengkalai, menjadi pekerjaan yang mengasyikkan, bisa buat saya berbagi ketika saya mengisi training sekaligus menyenangkan buah hati saya". 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Di dunia nyata, kita kerap dihinggapi oleh perasaan-perasaan seperti ini.  Malas, tanpa kita tahu apa penyebabnya. Secara tidak sadar, itu menjadi mental block yang menghalangi kemajuan kita untuk meraih prestasi-prestasi kehidupan. Saya banyak bertemu, orang-orang berpotensi, dihinggapi perasaan ini, jadi malas belajar, malas untuk berubah, malas untuk menyapa orang, malas ini dan mala situ. Akhirnya pribadi ini, menjadi pribadi yang tidak menyenangkan bagi orang lain, dia tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, jadilah dia, menara gading dalam kebesaran ego-egonya saja. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Kita memang harus secara cermat dan teliti, melihat perasaan dan pikiran kita yang ada di dalam. Hancurkan penyakit malas plus mental blocking..jadilah anda orang yang memiliki energy dan stamina yang prima, untuk meraih cita-cita dan impian hidup untuk orang-orang yang anda cintai. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Salam ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Putu
&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-2593018157043638862?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/2593018157043638862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=2593018157043638862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/2593018157043638862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/2593018157043638862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/08/hancurkan-penyakit-mmg-pembunuh.html' title='Hancurkan  Penyakit MMG pembunuh kesuksesan (1)'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-7485945549481919022</id><published>2008-07-25T03:14:00.001-07:00</published><updated>2008-07-25T03:14:24.229-07:00</updated><title type='text'>10 Kualitas Pribadi yang Disukai</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Dalam perjalanan kehidupan, terkadang kita dibuat stress oleh pengejaran-pengejaran yang bersifat materi. Mengejar setoran, agar dapur tetap ngebul, agar gaji dan bonus cukup untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Padahal ada hal-hal lain, yang lebih indah untuk dikejar. Itu adalah kepribadian mulia, dari kepribadian dan kharakter akan berkembang menjadi nasib. Semoga artikel sederhana ini, membawa kembali kita agar on the track dalam kehidupan, berjuang pada inti kehidupan, menjadi pribadi yang mulia. 
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ketulusan &lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak Suka mengada-ada,pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;
					&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;2. Rendah hati, &lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan,&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt; kerendahan hati &lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder.&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;
					&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;3. Kesetiaan &lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;
					&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;4. Orang yang bersikap positif &lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;
					&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;5. Ceria, &lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Karena tidak semua orang dikaruniai tempramen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;
					&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;6. Bertanggung Jawab, &lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia beranimengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;
					&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;yang dialami dan dirasakannya.
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;7. Percaya diri, &lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;8. Berjiwa besar, &lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;
					&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;9. Easy Going, &lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;Orang yang "Easy Going" menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;10. Empati &lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:14pt'&gt;====
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:14pt'&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-7485945549481919022?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/7485945549481919022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=7485945549481919022' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/7485945549481919022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/7485945549481919022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/07/10-kualitas-pribadi-yang-disukai.html' title='10 Kualitas Pribadi yang Disukai'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-5162490284722288977</id><published>2008-07-23T04:43:00.001-07:00</published><updated>2008-07-23T04:53:21.128-07:00</updated><title type='text'>10 CARA MENJADI AYAH YANG HEBAT</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mungkin sudah sering kita mendengar, bahwa anak adalah investasi buat kita. Kalo kita berinvestasi uang, maka kita begitu selalu memikirkannya. Kita selalu mencari cara-cara yang paling baik, agar investasi itu bertumbuh dan menguntungkan. lalu bagaimana dengan seorang anak? apakah kita telah cukup memberi perhatian kepada mereka? Walaupun tidak sama persis seperti gambaran tersebut di atas, setidaknya seorang anak, adalah Amanah yang telah Tuhan titipkan buat kita. Nah bagaimanakah cara kita, bersikap dan berprilaku, terhadap investasi yang sering terabaikan ini? Ini sedikit tip ringan, untuk buah hati kita, untuk masa tua kita...selamat mencoba....
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;1. HORMATILAH IBU ANAK-ANAK ANDA.
Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan Ayah bagi anak-anaknya adalah menghormati Ibu mereka. Kalau Anda menikah, jagalah pernikahan Anda agar tetap kuat dan penuh vitalitas. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;2. LEWATKANLAH WAKTU BERSAMA ANAK-ANAK ANDA. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimana seorang Ayah melewatkan waktunya mengatakan apa yang penting baginya. Kalau Anda tampaknya selalu terlalu sibuk untuk anak-anak Anda, mereka akan merasa ditelantarkan, apapun yang Anda katakan.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;3. UPAYAKANLAH HAK UNTUK DIDENGARKAN.
Terlalu sering satu-satunya saat sang Ayah bicara kepada anak-anaknya adalah ketikamereka melakukan suatu kesalahan. Mulailah bicara kepada anak-anak ketika mereka masih kecil, sehingga topik-topik sulit akan lebih mudah ditangani ketika mereka semakin besar. Luangkanlah waktu dan dengarkanlah ide-ide serta persoalan-persoalan mereka.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;4. DISIPLINKANLAH DENGAN KASIH. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semua anak butuh bimbingan dan pendisiplinan, bukan sebagai hukuman, melainkan untuk menetapkan batasan-batasan yang masuk akal. Ingatkanlah anak-anak Anda akan ganjaran perbuatan mereka dan berikanlah imbalan yang berarti atas perilaku yang diinginkan.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;5. MODEL PERAN. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Para Ayah adalah model peran bagi anak-anaknya, entah mereka menyadarinya Atau tidak. Seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya yang penuh kasih tumbuh dengan pengetahuan bahwa ia pantas diperlakukan dengan hormat oleh anak-anak lelaki, dan apa yang harus dicarinya dalam diri seorang suami. Para Ayah dapat mengajari putera-puteranya apa yang penting dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;6. JADILAH GURU.
Terlalu banyak Ayah yang menganggap bahwa mengajar adalah urusan orang lain. Namun seorang Ayah yang mengajari anak-anaknya tentang yang benar dan yang salah serta mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik akan melihat anak-anaknya mengambil pilihan yang baik.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;7. MAKANLAH BERSAMA-SAMA KELUARGA.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Makan bersama-sama (sarapan, makan siang, atau makan malam) bisa menjadi Bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat. Selain memberikan struktur pada Hari yang sibuk, ini juga memberi anak-anak peluang untuk membicarakan apa yang Sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka kerjakan.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;8. BACAKANLAH CERITA BAGI ANAK-ANAK ANDA.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mulailah membacakan cerita bagi anak-anak semenjak mereka masih kecil. Setelah mereka lebih besar, doronglah mereka untuk membaca sendiri. Menanamkan Kecintaan untuk membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak-anak Anda mengalami pertumbuhan pribadi maupun karir seumur hidup.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;9. PERLIHATKANLAH KASIH SAYANG ANDA.
Anak-anak butuh ketenteraman yang berasal dari mengetahui bahwa mereka diinginkan, mereka diterima, dan dikasihi oleh keluarga. Orangtua, terutama para Ayah, perlu membiasakan diri merangkul anak-anaknya. Memperlihatkan kasih sayang setiapharinya adalah cara terbaik untuk memberitahu mereka bahwa Anda sayang kepada mereka.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;10. SADARLAH BAHWA TUGAS SEBAGAI AYAH TIDAK PERNAH SELESAI.
Bahkan setelah anak-anak besar dan siap meninggalkan rumahpun, mereka akan Tetap mencari hikmat serta nasihat dari Ayahnya. Entah soal meneruskan pendidikan, pekerjaan baru, atau pernikahan, para Ayah terus memainkan peran penting dalam kehidupan anak-anak mereka sementara mereka bertumbuh dan, mungkin, menikah dan membangun keluarga sendiri&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-5162490284722288977?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/5162490284722288977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=5162490284722288977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/5162490284722288977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/5162490284722288977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/07/10-cara-menjadi-ayah-yang-hebat.html' title='10 CARA MENJADI AYAH YANG HEBAT'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-8454744707218721065</id><published>2008-07-12T16:26:00.001-07:00</published><updated>2008-07-12T16:26:14.090-07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan yang salah...!</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Pagi ini, saya pergi ke bandara bersama  anak kedua saya, govinda. Dia duduk dibelakang, sementara saya mengemudikan setir. Mobil kali ini pun bukan mobil saya, tapi mobil seorang sahabat yang hendak saya jemput. Seperti biasa, 5 menit sebelum sampai ke bandara, saya sudah memprogram pikiran bawah sadar saya, agar mendapat tempat parkir yang dekat dengan pintu kedatangan. Hal ini sudah saya buktikan berulang-ulang, dan terbukti berhasil. Sembari membayangkan, saya akan mendapatkan tempat parkir yang saya inginkan, saya agak heran, karena kali ini, ada beberapa tempat parkir yang kosong di tempat itu. Biasanya, sudah beberapa kali terakhir, hanya tersedia satu tempat. Dan disanalah biasanya saya memarkirkan mobil saya. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Tapi cukup mengherankan, kali ini ada beberapa tempat parkir yang kosong. Otak saya berputar sejenak, kemudian saya berpikir," pasti tarif parkirnya dinaikkan...." mulai menyadari apa yang terjadi. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"berapa parkirnya pak? ..." saya mencoba memastikan, sembari melirik ke tukang parkir, sementara saya melepaskan sabuk pengaman. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"Rp. 10.000 pak, ..." jawab si tukang parkir ramah, sembari mengangsurkan karcis parkir. Sembari mengambil uang, aku sempat melirik, memang tertulis Rp. 10.000 disana. Tukang parkir pun segera berlalu, setelah aku mengangsurkan selembar uang lima ribuan dan 5 lembar seribuan kepadanya. Sembari menurunkan govind dari tempatnya di jok belakang, aku sempat menangkap dialog orang yang parkir di belakangku. Terlihat wajah tidak terima dan setengah marah, sembari membanting pintu. Iya, ternyata seorang pria berusia 50 an tahun, tidak mau membayar Rp. 10.000,- yang diminta si tukang parkir. Dia pun segera, merasa terusir dari tempat itu. Dengan cepat, ia membanting pintu, menghidupkan mobil dan menginjakk pedal gas keras-keras. Mobilnya mundur dengan kasar....
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Dalam hati, aku hanya menggeleng-geleng . tiba-tiba pikiranku melayang kemana-mana, menelusuri jalur-jalur kehidupan yang pernah aku lalui. Bagaimana saat ini, aku dengan santai mengeluarkan Rp. 10.000 untuk sebuah kenikmatan, parkir di dalam bandara. Sementara, ada orang lain merasa, itu adalah jumlah yang cukup besar, "untuk sebuah uang parkir". Tiba-tiba, aku pun membayangkan, bagaimana sepuluh tahun yang lalu aku berhimpit-himpitan di kereta ekonomi, duduk dengan beralas koran, dilangkahi pengamen dan pedagang asongan. Aku pun masih membayangkan, bagaimana aku kepanasan di bis ekonomi karena jalanan macet, sementara bis disebelahku terlihat mengembun karena udara dingin. saat ini, aku merasa bersyukur, di bandara pun, aku memiliki tempat untuk executive lounge, yang jarang orang bisa masuk, dan itu telah disiapkan oleh bank-bank penerbit kartu kreditku. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Tiba-tiba, pemikiran kritisku muncul...kenapa ada orang yang gagal dan sukses? Apakah yang membedakan, sehingga ada orang-orang yang pernah mengalami hal yang serupa, denganku di masa lalu, tapi belum juga beranjak dari kondisi ekonominya?aku pun pernah mengalami keadaan, bagaimana parkir Rp. 10.000 mahal sekali, tapi saat ini, hal itu, berkat Tuhan, sudah tidak terjadi lagi.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Entah mengapa, aku teringat Antonny Robbin, ia pun pernah menjadi tukang kosek wc, pernah terlantar di jalanan, mengapa saat ini, hidupnya begitu luarbiasa, bahkan menginspirasi jutaan orang di dunia? Tiba-tiba, aku merasa dibimbing pada sebuah jawaban. Jawaban yang ada dalam buku-bukuya Antonny Robbin sendiri..."pertanyaan yang tepat..."
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Setiap orang pernah mengalami keadaan sulit, kritis dan tidak menyenangkan. Tapi yang membedakan adalah, ketika orang tersebut, mengalami masalah itu, apa pertanyaan yang dilontarknnya di dalam hati? Ya..pertanyaan yang salah, menyebabkan kegagalan. Pertanyaan yang salah menyebabkan kesulitan hidup. Pertanyaan yang salah, membuat nasib yang buruk. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"mengapa dunia tidak adil kepadaku?"
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;" kenapa si A mendapat Promosi, sedangkan aku masih tetap seperti ini, betapa malang nasibku.."
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"mengapa, kondisi yang buruk menimpaku berulang-ulang?"
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Itulah pertanyaan-pertanyaan, yang cenderung menyalahkan faktor luar diri kita. Menyalahkan orang lain yang mendapat promosi, menyalahkan perusahaan yang tidak memberi promosi, menyalahkan lingkungan yang tidak mendukung. Menyalahkan tarif parkir yang mahal, menyalahkan BBM yang naik, menyalahkan dan menyalahkan pihak luar, adalah faktor pembunuh kreativitas kita. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Itulah kenapa , sebagian orang sulit dari keadaan sulitnya. ..
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Padahal pertanyaan dan fokus kita bisa kita ubah...
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"bagaimana caranya dia mendapat promosi?"
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"bagaimana ia mempersiapkan diri? Apa saja proses dan syarat2nya?"
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"apa yang bisa aku perbaiki, sehingga kejadiannya adalah seperti yang aku harapkan?"
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Dan masih banyak pertanyaan lain, yang bisa kita lakukan kepada diri kita sendiri, yang menyebabkan kreativitas berpikir dan membuat kita TAKE ACTION..CHANGE THE ACTION..dan akhirnya CHANGE THE RESULT, akhirnya nasib kita berubah....
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Sudahkah kita mencoba dengan pertanyaan yang benar kepada diri kita? Semoga mulai hari ini...:-)
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Salam ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu putrayasa&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-8454744707218721065?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/8454744707218721065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=8454744707218721065' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/8454744707218721065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/8454744707218721065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/07/pertanyaan-yang-salah_12.html' title='Pertanyaan yang salah...!'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-3296824495203651067</id><published>2008-07-09T21:52:00.001-07:00</published><updated>2008-07-09T21:52:00.471-07:00</updated><title type='text'>DisneyLand, Mahakarya sebuah kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Setelah puas beberapa hari mengunjungi karya sejarah di china, dari mulai lapangan tiannament yang sangat terkenal, forbidden city, Istana warisan dinasiti Ming yang sangat besar, dan merupakan tempat shooting film "The Last Emperor" tgl 31 juni 2008 kami berangkat ke Hongkong. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Jadwal hari pertama, tgl 1 juli adalah pergi ke disneyland. Dalam pikiran saya, disneyland Cuma tempat main buat anak-anak. Malam sebelumnya, sy buka dream book saya, yang memang sering sy bawa kemana-mana saya pergi. Saya melihat foto anak-anak, sy kangen mereka. Ada rasa menyesal, kenapa saya tidak mengajak saja mereka. Karena disneyland memang sangat baik untuk mereka.  Saya melihat foto istri dan orang tua...saya membayangkan jika mereka ikut, disneyland adalah tempat yang tepat bagi mereka untuk melihat cucu-cucu dan anak-anak bergembira karena permainan yang ada di sana. Saya membayangkan sekitar 4 tahun yang lalu saya ada di genting malaysia. Satu kota kecil di pegunungan di malaysia, yang identik dengan tempat perjudian terbesar di asia. Saya pernah kesana, dan ternyata di genting juga ada tempat-tempat permainan, yang menarik. Untuk anak-anak, kami sering berseloroh.....wah pinter nich malaysia, untuk orang tuanya disuruh main judi, anak-anaknya di kasi tempat main, biar gak gangguin..
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Di genting, seharian penuh, karena tidak mengajak anak, akhirnya saya nemenin anak-anaknya temen2 dari jakarta. Kebetulan mereka pergi main judi, saya malah jadi bapak asuh bagi mereka. Saya membayangkan hal serupa akan terjadi di disneyland. Makanya, saya jadi kurang bersemangat. Pagi hari, saya berkata pada teman sekamar, "saya, mungkin Cuma sampai makan siang aja, yang penting tau tempatnya. Setelah itu, saya mau balik ke hotel, saya mau nulis artikel untuk diblogging" temen saya pun menjawab.."udah pak putu,....dinikmati aja...pokoknya feel so good lah.." katanya tersenyum, mengingatkan kata-kata yang sering saya ucapkan.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt; "ya kita lihat sajalah nanti..." dengan sedikit enggan saya menjawab.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Seperti biasa, sampai di pintu gerbang disneyland, kami mengambil foto-foto. Disitu , saya mulai tertegun. Terpampang jumlah pengunjung yang telah datang ke disneyland. 5,5juta orang. "gila.." gumam saya dalam hati. Saya pun melihat yang berkunjung adalah orang-orang dari berbagai negara, dari warna kulit, rambut dan bahasa mereka. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Saya merogoh DISNEYLAND guide map, yang diberikan tour leader. Melihat pertunjukan...ada adventure land, fantasy land, main street USA dan tomorrow land. Dari peta ini, sy mulai tertarik, ternyata ada konsep yang jelas. Ada hal-hal baru yang pasti saya blm tau di tomorrow land, saya ingin tahu...ketertarikan mulai menggerayangi pikiranku.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Di sana-sini, sepanjang jalan disneyland, terlihat bangunan dengan desain yang unik, ditambah maskot mickey, donald, pluto , simbha dan lain2 muncul di sana-sini. Perjalanan saya dimulai dengan hongkong disneyland railroad, untuk melihat pemandangan disneyland secara global terlebih dahulu. Kesan yang saya tangkap adalah, bahwa waltdisney, ternyata telah merancang ulang, suatu hutan, dengan desain yang menarik seperti aslinya. Ini membuat anak-anak bisa berfantasy, mengenal hewan-hewan dan tumbuhan di negeri dongeng ini. Selanjutnya, saya bermain di space mountain, permainan yang begitu menegangkan. Sebelumnya saya melalui beberapa gugus planet, yang ada di disneyland, tommorow land. Permainan yang begitu menegangkan di space mountain, menjadi begitu mengasyikkan, apalagi melihat foto dan ekspresi wajah, yang difoto di saat yang menegangkan. Permainan selanjutnya yang saya lihat, setelah makan siang, adalah menonton di  mickey's phillarmagic. Disinilah mulai terasa, bedanya nonton di tv dengan pergi langsung ke disneyland. Tadinya saya cukup apatis, saya kira akan sama saja, tapi begitu menonton dengan menggunakan kaca mata 3D, ternyata memang beda sekali. Kita bisa merasakan ikut terlibat, bagaimana ketika donald melemparkan alat musiknya ke arah kita, serasa alat musik itu meluncur dan menghantam hidung kita. Ketika mickey mengeluarkan makanan, aromanya terasa sampai kita bisa merasakannya, di hidung kita. Ketika ikan-ikan mencipratkan air, airnya benar-benar sampai ke kulit kita, dan dingin sekali....benar-benar..kita merasakan seperti ikut dalam permainan itu. Luar biasa...gumam saya dalam hati. Yang jelas, tidak terasa, sudah 5 jam ada di disneyland, saya belum bosan sedikit pun..masih banyak yang bisa di tonton..
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Rasa puas saya memuncak, ketika melihat pertunjukan simbha, dan hewan-hewan lainnya. Yang diperankan oleh ratusan orang, secara kolosal dan akrobat-akrobat, tarian, drama Digabung dengan teknologi-teknologi tinggi. Saya benar-benar merasa, bahwa disneyland bukan sekedar tempat bermain, tetapi disneyland adalah sebuah organisasi yang menyenangkan. Semua orang yang datang menjadi senang, semua pemain merasa senang, dan pastinya disneyland didukung oleh ratusan insinyur, desainer, pelatih tari, drama, musik, ahli psikologi dan banyak lagi yang lainnya. Disneyland adalah suatu lapangan kerja yang menyenangkan. Dimana semua yang hadir tersenyum, tertawa, begitu juga para pemainnya, mereka mengekspresikan kebahagiaan. Benar kata orang bijak, ketika pekerjaan telah menjadi sesuatu yang menyenangkan, maka kita tidak pernah bekerja lagi. Kita hanya melaksanakan hoby kita. Disneyland contoh yang ideal yang pernah saya lihat, DISNEYLAND, adalah contoh mahakarya sebuah kepemimpinan yang mengagumkan. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Saya membayangkan, jika setiap pemimpin di negara kita, mau belajar dari waltdisney bagaimana memimpin, akan luarbiasa. Setiap stake holder dalam kehidupan kita, akan senang dan bahagia. Luar biasa, semoga kita bisa seperti itu..
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Ikhlas dari Hongkong
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-3296824495203651067?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/3296824495203651067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=3296824495203651067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/3296824495203651067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/3296824495203651067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/07/disneyland-mahakarya-sebuah.html' title='DisneyLand, Mahakarya sebuah kepemimpinan'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-8131316561500781202</id><published>2008-07-09T18:21:00.001-07:00</published><updated>2008-07-09T18:21:12.385-07:00</updated><title type='text'>Munculnya Raksasa dari Hongkong</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Hongkong adalah sebuah negara kecil yang terdiri atas beberapa pulau kecil. Saya bahkan melihat, bahwa Hongkong, merupakan tempat perwujudan suatu kharakter pemimpin dan sejumlah orang yang tidak mau gagal karena alasan. Dengan tempat yang begitu kecil, tanah bukan dijual dengan satuan meter persegi, tetapi dengan satuan 30cm2. "Jadi kalo beli tanah per satu tegel lah..."demikian kami sering berseloroh di bis, ketika tour leadernya menjelaskan hal tersebut. Tanah dengan se sempit itu pun harganya sudah mahal sekali...di Peak victory, harga per 30cm2, mencapai Usd 5000, hitung-hitung beli tanah satu tegel seharga 50juta rupiah lah....makanya, kalo kita ke hongkong kita akan melihat ratusan pencakar langit ada disana..bangunan-bangunan ramping yang sangat tinggi. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Setelah melewati gedung-gedung pencakar langit, kami melewati terowongan bawah laut,  yang sangat panjang. Ini seperti suatu pameran kecanggihan teknologi, setelah kami kemarin melewati jembatan yang indah sepanjang 2 kilometer dalam perjalanan antara bandara dan hotel. Sebuah kota kecil, dengan penduduk 7 juta jiwa, hongkong menjadi kota yang sangat padat. Dari hotel, saya benar-benar merasa seperti di hutan..tapi hutan gedung pencakar langit...
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Tour leader mengatakan..nyaris semua kebutuhan orang hongkong adalah bahan impor. Mulai dari bahan-bahan gedung pencakar langit, jembatan , elektronik semua adalah impor, bahkan air yang diminum dan digunakan mandi oleh orang-orang hongkong, di impor dari china daratan dengan menggunakan pipa yang sangat besar. Maklum , hongkong memang ada di daerah bebatuan. Wajar jika di pulau itu, air sulit ditemukan. Saking besarnya pipa yang digunakan untuk mengimpor air tersebut, tour leadernya menggambarkan, pipa itu sering digunakan untuk pelarian orang-orang dari china daratan untuk pergi ke hongkong. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Apa yang bisa saya pelajari dari hongkong adalah bahwa negara ini terlahir dari sebuah keberanian seorang pemimpin dan komunitas. Dari pulau-pulau tandus, yang kering kerontang, telah dilahirkan suatu negara yang sangat kaya di asia. Suatu negara dengan disiplin yang sangat tinggi. Sangat wajar, jika pemimpin dan komunitas itu, memiliki alasan yang sangat kuat, jika negara itu menjadi negara miskin. Tetapi mereka tidak melakukannya, mereka selalu mencari –cari cara, yang memungkinkan mereka bisa hidup makmur dan terpandang serta bermartabat di antara negara-negara lain. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Begitu juga dengan kehidupan kita, boleh saja kita dilahirkan di keluarga miskin, hidup dalam kemiskinan pada awalnya, tapi kita tidak boleh meninggal dalam kemiskinan. Kita tidak boleh meninggal dalam kehidupan yang rata-rata.  Teman, percayalah bahwa sebenarnya di dalam diri setiap orang , termasuk diri kita sendiri terdapat suatu kekuatan raksasa yang belum kita bangunkan. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Ketika ia dibangunkan, maka kemakmuran, kemasyuran dan kebahagiaan akan kita miliki. So dari itu  sobat, bangunkanlah kekuatan itu, kekuatan yang ada dalam diri kita masing-masing. Kita ingatkan saudara, sahabat dan teman-teman kita, kita punya kekuatan itu. Anda bisa selidiki, dalam kehidupan orang-orang besar, seperti soekarno, soeharto, gandhi, mother teressa, soichiro honda dan lain sebagainya, mereka adalah orang-orang keluarga biasa yang diakhir hidupnya mengukir sejarah, dan membuktikan, ada kekuatan dalam diri mereka yang telah mereka bangunkan. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Antonny Robbins pernah berkata dan sering berkata, "saya hidup, untuk membangunkan raksasa yang ada dalam diri saya, dan saya berguna untuk mengingatkan orang-orang disekitar saya, untuk  membangunkan raksasa yang ada dalam diri mereka". Begitulah antony robbins, mendedikasikan seluruh hidupnya, untuk memberdayakan kehidupan orang-orang yang putus asa, kecewa dan frustasi. Karena memang, there &lt;em&gt;is a giant within you&lt;/em&gt;, ada raksasa yang sangat dahsyat dalam diri kita semua.  so, mari awaken the giant within you, bangunkan raksasa  itu, perjalanan sejarah kota hongkong, telah menjadi bukti, bahwa sebenarnya raksasa itu ada dalam diri setiap orang, termasuk dalam diri orang biasa seperti kita, seperti kebanyakan orang hongkong, yang telah membangun kotanya  menjadi kota yang sangat besar dan berjaya di asia pasific. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Ikhlas dari Hongkong,
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu putrayasa
&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-8131316561500781202?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/8131316561500781202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=8131316561500781202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/8131316561500781202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/8131316561500781202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/07/munculnya-raksasa-dari-hongkong.html' title='Munculnya Raksasa dari Hongkong'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-428542568092154722</id><published>2008-07-02T18:51:00.001-07:00</published><updated>2008-07-02T18:51:26.080-07:00</updated><title type='text'>SADAR LEADERSHIP</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#6131bd; font-family:Arial; font-size:13pt'&gt;Sepulang dari Hongkong, setelah cukup lama tidak berinternet ria...sy bener-bener kangen. Meski banyak pelajaran dari Hongkong dan beijing, namun sy belum sempat menuliskannya. Banyak sekali yang ingin saya tulis, tapi chatting dulu ah...chatting sana-sini, eh ada artikel bagus..., di blog salah seorang pendiri, komunitas TANGAN DI ATAS (TDA COMMUNITY) , bp. M. Abduh. saya baca sangat relevan untuk kita semua. Berikut sy kutipkan, seratus persen artikelnya...semoga bermanfaat ya...terimakasih pak Abduh...
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Arial; font-size:13pt'&gt;Kemarin pagi SmartFM menyajikan sebuah ulasan yang sangat menarik. Nanang Qosim Yusuf, yang dijuluki sang penutur, membagi kepemimpinan menjadi 5 jenis:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1. Pemimpin Culas.&lt;br/&gt;Pemimpin jenis ini akan selalu senang jika melihat orang lain susah dan susah jika melihat orang lain senang. Kalau ada orang lain berprestasi dia akan memberi komentar, "Seharusnya saya yang mendapat penghargaan itu. Saya lebih pandai dari dia."&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pemimpin jenis ini tidak akan memberi kesempatan kepada anak buahnya untuk maju.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;2. Pemimpin Cerdik.&lt;br/&gt;Mirip dongeng '&lt;em&gt;Kancil Nyolong Timun&lt;/em&gt;'. Dongeng yang biasa kita dengar ketika kecil dulu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Orang seperti ini sangat lihai melakukan penipuan, membohongi relasi bisnis, membuat laporan palsu. Dan selalu melakukan pembenaran terhadap perbuatan salah yang dilakukannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;3. Pemimpin Pintar.&lt;br/&gt;Dia mempunyai IQ yang tinggi. Tapi kepintaran yang dia punya hanya dipergunakan untuk menguasai orang lain.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;4. Pemimpin Cerdas.&lt;br/&gt;Tipe ini adalah gabungan antara pintar dan pengendalian diri. Dia sudah cukup mempunyai jam terbang tinggi menjadi pemimpin pintar sehingga langkah-langkahnya cukup terkendali. Untuk zaman ini contoh yang pas adalah para koruptor kawakan. Mereka mencuri uang rakyat dengan 'kepala dingin', tidak menyolok, tidak 'serakah'. Sehingga tidak bisa diendus KPK.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;5. Pemimpin Sadar.&lt;br/&gt;Inilah tingkatan tertinggi, paripurna. Pemimpin tipe ini mampu melakukan perbuatan yang benar, yang bersih, meski tidak ada yang melihat.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kita masing-masing bisa menilai diri sendiri, masuk tipe yang mana. Saya sendiri pernah cukup lama bergaul dengan teman yang ber-tipe 2. Mudah-mudahan saat ini dia sudah naik tingkatan. :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tapi goal kita harus jelas. Harus menjadi pemimpin sadar
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Arial; font-size:13pt'&gt;Salam Ikhlas
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:#333333; font-family:Arial; font-size:13pt'&gt;Putu Putrayasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-428542568092154722?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/428542568092154722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=428542568092154722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/428542568092154722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/428542568092154722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/07/sadar-leadership.html' title='SADAR LEADERSHIP'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-5567743196171522416</id><published>2008-06-10T20:58:00.001-07:00</published><updated>2008-06-10T21:26:35.979-07:00</updated><title type='text'>Buah baca buku, berpikir dan berjiwa besar</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;Tlilut..tlilut..., suara hp wanita di depanku membangunkan ku dari lamunanku...sambil menggeser tas yang ke antrian depan, tiba-tiba ingatanku ke masa-masa lalu, kembali terkenang. Aku ingat betul, bagaimana 13 tahun yang lalu, kehidupan seperti yang aku rasakan ini, hanya aku baca di buku profesor david J. Scwartz. Dengan getol, buku itu aku baca, bolak-balik puluhan kali. Setiap saat, buku selalu menginspirasi. Buku ini membimbingku, bagaimana cara berpikir, bagaimana mengalahkan ketakutan, cara bersikap, cara berjabat tangan, selalu duduk di depan di setiap pertemuan ataupun ruang kelas.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanpa kusadari, tangan kiriku, meraba dada sebelah kiriku. Hmm...rasa syukur, bahagia dan bangga, bercampur aduk jadi satu disana. "Terimakasih Tuhan, I Feel so good..." gumamku lirih. Perasaan itu, aku rasakan hingga saat ini, aku berada di dalam pesawat, Makassar-Jayapura. Sembari sesekali menoleh ke awan putih yang bertebaran di langit, sekali lagi aku merasakan syukur, serasa kedua bola mataku hendak meledak. Serasa ada genangan air yang ingin melompat keluar, Ya Tuhan...sungguh ini kebesaran-Mu. Seorang anak petani Miskin di pedalaman sumbawa, saat ini bisa terbang ke mana-mana suka, berkeliling Nusantara, bahkan dunia ini. "Terimakasih Tuhan..", sekali lagi ucapan itu begitu dalam dari dasar hatiku.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bulan ini, agendaku memang sesuai yang aku rencanakan, sangat padat...Aku pergi ke Purworejo, Jayapura, baturaja, palembang, pontianak, beijing dan Hongkong. Lebih dari setengah bulan, hari-hariku akan berada di pesawat dan hotel-hotel berbintang. Suatu kehidupan, yang aku sering baca, dari para penulis buku, seperti Napoleon Hill, steven covey, david J. Schwartz, Robert T. Kiyosaki, Donald Trump dan yang lainnya. Para penulis buku-buku tersebut, memang banyak berpengaruh dalam hidupku. David J. Schwartz, dengan bukunya berpikir dan berjiwa besar, telah begitu mendalam mempengaruhi kehidupanku. Napoleon hill, dengan buku Berpikir dan Menjadi Kaya, telah berhasil menancapkan pemikiran-pemikirannya dalam hatiku. Aku bersyukur, ketika beberapa teman menertawakanku ketika itu, aku tetap bersikeras untuk membaca dan mengulangnya berkali-kali. Aku bersyukur, hari-hariku , dipenuhi oleh pemikiran para maestro kehidupan itu.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beruntung, saat ini, kita bisa membaca dari website. Kita bisa belajar dari initernet, dulu di kota kecil yang bernama baturaja, hanya dua buku yang bisa menemani, menghibur sekaligus menguatkan hatiku. Semoga, generasi muda saat ini, bisa lebih banyak belajar, sehingga, negara ini, akan menjadi negara yang maju. Mari kita isi, diri kita, dengan berpikir dan berjiwa besar, dan kehidupan yang besar menanti anda...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-5567743196171522416?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/5567743196171522416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=5567743196171522416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/5567743196171522416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/5567743196171522416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/06/buah-baca-buku-berpikir-dan-berjiwa.html' title='Buah baca buku, berpikir dan berjiwa besar'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-3102138856366546064</id><published>2008-06-02T00:18:00.001-07:00</published><updated>2008-06-02T00:22:17.764-07:00</updated><title type='text'>Kesalahan apa, yg harus kita perbaiki dalam pendidikan kita?</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Pendidikan tanpa kebijaksanaan, ataupun kebijaksanaan tanpa kerendahan hati, ibarat bulir padi tanpa isi&lt;/em&gt; (SVAMI)
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar awal tahun 2000 an, saya mengenal kalimat yang cukup terkenal dari mahatma Gandhi, yaitu "the end of education is character". Hasil akhir dari pendidikan adalah pembangunan kharakter, kalimat itu begitu mengena di hati saya. Kebetulan pada awal-awal tahun itulah saya juga mulai sebuah proyek baru, membangun sebuah kampus, AKMI BATURAJA.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya merasa, kalimat ini tepat sekali buat saya ketika itu. Sebagai seorang yang sangat menyukai bidang pendidikan, khususnya pembelajaran pribadi, saya sangatlah antusias dan bersemangat memiliki suatu lembaga pendidikan yang berbeda dari pendidikan seperti yang saya lihat selama ini.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jujur saja, ada dua stigma negatif yang saya lihat dari sistem pendidikan di negara kita, Indonesia yang kita cintai ini. Tentu saja, sistem pendidikan di negara memiliki sisi-sisi positif. Dari keterbelakangan dan keterpurukan karena penjajahan, dimana pendidikan masih sangat tertinggal, saat ini, bangsa indonesia , berdiri di depan di antara negara-negara berkembang di dunia.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun kita juga harus jujur mengakui, sistem pendidikan kita masih memiliki 2 PR besar. Yang pertama adalah Kemandirian. Pendidikan kita saat ini, masih lebih menghasilkan ketergantungan daripada kemandirian. Banyak sekali, orang mengambil satu pendidikan, dengan berharap menjadi pegawai/pekerja. Sehingga orientasi pendidikan bagi mereka adalah Ijazah dengan nilai yang baik. Keahlian yang menjadi modal utama untuk membangun kemandirian, sangat jarang menjadi tujuan dari masyarakat dalam mengambil pendidikan. Kondisi inilah, yang telah mengakibatkan keterpurukan ekonomi yang dalam, dan krisis multidimensi yang berkepanjangan di negara ini.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, pendidikan yang kita jalani terlalu mekanis. Guru-guru dan tenaga pendidik yang kita miliki, masih terlalu mekanis dalam menjalankan program pendidikan. Program pendidikan yang ada lebih menekankan pada mengisi otak siswa atau mahasiswa dengan kurikulum. Di sisi yang lain, hati tidak terlalu mendapat porsi pendidikan yang cukup. Nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki, seperti kejujuran, integritas, rasa tanggung jawab, saling membantu antar sesama, kepedulian lingkungan dan sosial, nyaris tidak mendapatkan perhatian.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kondisi ini, wajar jika akhirnya, kondisi negara jatuh dalam keterpurukan. Ketergantungan dan kharakter yang buruk, menghasilkan koruptor yang sangat mengakar. Korupsi berlangsung di negara kita, mulai dari level RT sampai pada pejabat tinggi negara. Bahkan, tokoh agama yang memimpin negara pun, tidak bisa menahan diri atas godaan-godaan setan yang bernama korupsi.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah kenapa, sejarah memalukan pun terjadi. Seorang menteri AGAMA dan DIRJEN nya...masuk penjara, karena korupsi. Inilah lemahnya sistem pendidikan kita. Inilah PR kita bersama, jika kita menjadi warga negara, yang masih CINTA pada IBU PERTIWI. Marilah kita bangun, kita berbakti sesuai bidang kita masing-masing. Berhentilah saling menyalahkan, saling menjatuhkan, fokuslah pada pembelajaran diri kita, agar kita bisa menjadi pribadi pembelajar yang berkharakter MULIA.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga , artikel kecil ini, bisa bermanfaat untuk membangun pribadi kita, untuk menjalankan amanah kehidupan dalam membangun kharakter, meraih kebijaksaan yang dilandasi kerendahan hati.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu putrayasa&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-3102138856366546064?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/3102138856366546064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=3102138856366546064' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/3102138856366546064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/3102138856366546064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/06/kesalahan-apa-yg-harus-kita-perbaiki.html' title='Kesalahan apa, yg harus kita perbaiki dalam pendidikan kita?'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-3833226052637949833</id><published>2008-05-08T20:18:00.001-07:00</published><updated>2008-05-08T20:18:17.454-07:00</updated><title type='text'>Otot-Otot kharakter yang bertumbuh</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;em&gt;Tidak ada yang patut dibanggakan dari seorang manusia-selain karakter-nya pada saat terburuk&lt;/em&gt; (John C. Maxwell)
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam tiga hari ini, saya merasakan ada perbedaan yang mencolok dalam tubuh saya. Otot-otot bagian dada depan, lengan atas dan persendian begitu sakit, sehingga sulit untuk digerakkan. Bahkan untuk mengambil dompet di saku saja, adalah hal yang memerlukan perjuangan dan harus menahan sakit yang teramat sangat. Apalagi ketika saya harus mandi mengangkat gayung, atau pun mengganti pakaian, sakit yang saya rasakan terasa lebih berat lagi. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sakit memang, tapi hati saya gembira, dan wajah saya tersenyum..mengapa? mungkin temen-temen sedikit heran dan penasaran, badannya sakit kok gembira..ini kan aneh bin ajaib..namun itulah yang memang saya rasakan, karena pelatih fitness saya sudah mengatakannya. Dalam beberapa hari, pak putu akan merasakan sakit pasca latihan, karena otot-otot setelah dilatih, akan mengalami over beban dan itu memang diperlukan oleh otot-otot kita untuk bertumbuh. "istirahat yang cukup, makanan yang mengandung banyak protein, sangat diperlukan, untuk pertumbuhan yang sempurna", ujar pelatih saya menambahkan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanpa kita sadari, kehidupan juga berlangsung seperti itu. Untuk menumbuhkan kekuatan dalam diri kita, kekuatan kharakter yang menjadi fondasi kesuksesan, kita perlu mengalami masalah-masalah yang harus kita atasi. Mulai dari masalah-masalah kecil, seperti baju yang basah dan belum kering ketika anda akan berangkat bekerja, sampai permasalahan-permasalahan yang besar seperti mengatasi ketidakpuasan customer atau mahasiswa dengan fasilitas kampus. Permasalahan-permasalahan itu perlu, untuk membuat  kepribadian dan kharakter kita  bertumbuh. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah pohon kecil yang kecil, perlu dipagari agar tidak diganggu oleh hewan liar atau ternak yang lewat disekitarnya. Namun seiring dengan pertumbuhan yang ia alami di alam kehidupan, pohon itu akan menjadi semakin kuat. Mengapa pohon yang ada di hutan belantara bisa tumbuh besar dan kuat sementara pohon yang tumbuh di dalam pot tetap kecil dan kerdil? Karena masalah yang dihadapi pohon di hutan belantara, lebih banyak daripada masalah yang dihadapi oleh tanaman dalam pot. Karena pohon di hutan sudah mandiri, sementara pohon dalam pot tetap harus disirami. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti dua sisi mata uang yang selalu menampilkan gambar berbeda, begitu juga masalah dalam kehidupan kita. Ia selalu memiliki dua sisi, dimana sisi pertama adalah masalah itu sendiri, dari mulai masalah sepele sampai level krisis, tetap membuat pusing, stress, susah tidur dan susah makan. Tapi di sisi lain mata uang, masalah adalah sesuatu yang memberikan kesempatan bagi kita untuk belajar dan bertumbuh. Pohon di hutan belantara boleh saja menyesali, kenapa ia tinggal di dalam hutan, banyak binatang liar mengganggu, sinar matahari terik menyengat, jika malam pun kedinginan, angin kencang kadang meniup dan serasa hendak membuat tumbang. Namun kenyataannya, masalah itulah yang telah membuat pohon di hutan menjadi kuat dan rindang. Kuat bertahan dalam kehidupan, dan rindang mengayomi pohon-pohon kecil disekitarnya.  
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perjalanan kehidupan, pesan saya jangan pernah berhenti membangun kharakter. Karena jika memiliki cita-cita dan impian hidup, kita perlu kerja keras, gigih , ulet untuk meraihnya. Namun hanya kharakterlah yang akan mempertahankan kita untuk tetap berada diatas puncak-puncak kehidupan ini...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-3833226052637949833?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/3833226052637949833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=3833226052637949833' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/3833226052637949833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/3833226052637949833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/05/otot-otot-kharakter-yang-bertumbuh.html' title='Otot-Otot kharakter yang bertumbuh'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-200987493949110542</id><published>2008-05-06T18:34:00.001-07:00</published><updated>2008-05-06T18:39:39.029-07:00</updated><title type='text'>Jadi 100% kamu</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: center"&gt;"&lt;em&gt;Mereka yang berhasil meraih kesuksesan adalah bukan mereka yang hebat. Tetapi karena mereka mau menjalankan prosesnya dan menyelesaikan apa yang telah mereka mulai&lt;/em&gt;" (CA RIZAL FATAH NURKARIM)
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Anda tidak salah, judul artikel ini, memang persis seperti iklannya Mizone. Judul ini saya ambil pagi ini, setelah membaca artikel seorang wanita yang sangat konsen di bidang SDM dan artikelnya dimuat di kedaulatan rakyat, korannya rakyat jogja pagi ini. Sudah agak lama saya tidak mengikuti artikel beliau, meskipun sebenarnya, beliau turut serta memberi warna pada kehidupan mitragama group. Namun sejak krisis melanda perusahaan ini, saya seperti kehilangan semangat untuk memotivasi karyawan, saya lebih konsen pada penyelesaian hutang-hutang yang tak juga kunjung usai ketika itu.
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Pagi ini, artikelnya bagus banget, sehingga saya merasa harus berbagi dengan anda. Karena beliau berbagi, tentang seorang Herry Tjahyono dalam suatu seminar motivasi yang bertajuk BECOMING XO EMPLOYEE, menjelaskan setiap orang bisa berubah dari karyawan yang biasa-biasa saja menjadi X(Xtra) O(Ordinary) alias Luarbiasa. Dan dalam artikel itu pun, beliau menyebutkan cukup banyak contoh orang-orang yang bisa saja dengan alasan ijazah yang rendah, lalu menjadi orang biasa saja. Tapi tidak demikian dengan Andrie wongso, yang SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat) tapi bisa jadi motivator hebat, Bob sadino, Sukyatno (pemilik Es teller 77), alim Markus yang tdk tamat SMP tapi punya 40 perusahaan skala nasional, bahkan dale carnegie yang terkenal itu pun , bukan seorang sarjana. Bu Magdalena pun , mencontohkan orang-orang disekitar beliau, yang bisa sukses sebagai karyawan, bermodalkan jurus-jurus atau racikan resep, &lt;em&gt;dari biasa menjadi luarbiasa&lt;/em&gt; yang akan saya kutip di bawah ini.
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Mau tau kiatnya? Inilah racikannya, resep dari biasa menjadi luarbiasa:
&lt;/p&gt;&lt;ol style="MARGIN-LEFT: 64pt"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;em&gt;Kita harus punya tujuan (goal),&lt;/em&gt; mau melejit jadi apa. Pengusaha, dosen, manajer, trainer, motivator asal jangan koruptor (he...he..)
&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;em&gt;Miliki Mindset positif&lt;/em&gt;. Jangan bilang "aku Cuma karyawan, orang upahan". Tapi harus tepuk dada dan bilang "aku orang yang menciptakan karya, yang diperlukan perusahaan"
&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;em&gt;Cari the best in me&lt;/em&gt; (kelebihan yang ada pada diri anda) dan kembangkan
&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;em&gt;Cintai pekerjaan kita&lt;/em&gt;, supaya bisa bangga, antusias dan all out!
&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;em&gt;Miliki mental berkelimpahan&lt;/em&gt;: berani mencoba, suka cari solusi (bukan bikin masalah), semangat climbers (pendaki), win-win, tidak menghalalkan segala cara dll.
&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;em&gt;Lakukan yang sesuai nilai-nilai perusahaan&lt;/em&gt; dimana kita bekerja
&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;em&gt;Giving first! Always think how you can help other&lt;/em&gt; (apa yang bisa kuberikan kepada perusahaan dan rekan kerja?)
&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Jangan lupa manajemen waktu dan kantong, ok?
&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;em&gt;Jadilah karyawan pembelajar&lt;/em&gt;, dengan terus mengembangkan the best in me. Ingat confusius: aku lihat, aku tahu. Aku dengar, aku ingat. Aku lakukan, aku bisa.
&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;em&gt;Punya motto: semua orang bisa hebat&lt;/em&gt;.
&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Nah so what gitu loh! Yuk siapin diri dari karyawan biasa jadi karyawan luar biasa. Bener-bener jadi kamu....JADI 100% kamu...
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Begitulah seorang ibu magdalena sukartono, menutup artikelnya. Saya membayangkan jika resep ini diterapkan oleh kita semua, di AKMI BATURAJA, maka saya bisa membayangkan, bahwa MASA DEPAN KITA SUNGGUH CERAH. Kita akan berada pada lingkungan pembelajar, setiap orang adalah pembelajar, yang mengembangkan seluruh potensinya. Sehingga setiap pihak akan memberikan kontribusi untuk perkembangan AKMI. Setiap orang, bisa berkembang dan bertumbuh, yang berarti akan menjadi pertumbuhan lembaga. Tidak ada saling menyalahkan, saling sikut-menyikut, tidak ada yang saling melemparkan bola panas. Mahasiswa terlayani dengan baik, kualitas lulusan akan meningkat, akhirnya alumni akan terserap di pasar kerja bahkan jadi rebutan...wah luarbiasa...
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Setiap orang tua, ingin anaknya kuliah di AKMI. Setiap guru, ingin anak didiknya kuliah dan belajar di AKMI. Mari kita mulai...kita bisa..kita hebatt...sementara saya akan berusaha meningkatkan diri, network, kelak saya membayangkan, ketika saya sudah banyak di MALAYSIA dan INDIA (rencana mulai tahun 2010), kita akan bekerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri. Kereen...ayo..kembangkan diri dan berkarir di AKMI, SERASA KULIAH DI JOGJA...kereeen..
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Salam ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Putu...........
&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-200987493949110542?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/200987493949110542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=200987493949110542' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/200987493949110542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/200987493949110542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/05/jadi-100-kamu.html' title='Jadi 100% kamu'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-8071037304650707912</id><published>2008-04-29T21:14:00.001-07:00</published><updated>2008-04-30T18:27:16.774-07:00</updated><title type='text'>Membangun karakter pemimpin melalui QUANTUM IKHLAS</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Kepemimpinan memerlukan perpaduan yang baik antara strategi dan karakter. Tetapi bila anda harus memilih salah satu, lupakan strategi.&lt;/em&gt; (H. Norman schwarzkopf)
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Yang paling dibutuhkan dan mampu melindungi seseorang adalah karakter, bukan pendidikan&lt;/em&gt; (Herbert spencer)
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pagi ini, baru saja saya selesai mem-posting 3 artikel baru ke blog, &lt;a href="http://www.akmi-ikhlas.blogspot.com/"&gt;www.akmi-ikhlas.blogspot.com&lt;/a&gt;, seperti biasa, saya selalu berusaha untuk menulis dengan memadukan ide dan pengalaman saya yang dikombinasikan dengan kata mutiara serta inspirasi dari buku-buku yang saya baca. Saya ingin melanjutkan artikel "pemimpin yang ngayomi dan ngayemi" karena saya merasa, cukup banyak permasalahan yang ada di AKMI adalah karena lemahnya kepemimpinan, hampir disetiap bagian. Sehingga saya merasa, perlu mengasah, ketrampilan kepemimpinan kita, yang dimulai dari diri sendiri, setiap pihak selalu berusaha masuk ke ZONA IKHLAS, yang dalam buku QUANTUM IKHLAS bagannya dapat temen-temen lihat di halaman 112. Di halaman 112 ini, kita bisa bercermin tentang kepemimpinan kita selama ini (tolong dipahami, setiap bagian adalah pemimpin di AKMI, karena secara adikodrati, kita memang dilahirkan sebagai Pemimpin atau khalifah di muka bumi ini). Kata-kata pemimpin disini, tidak saya hubungkan dengan jabatan secara struktural, tetapi lebih kepada seluruh bagian yang memang semuanya adalah pemimpin.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di zona manakah hati kita selama ini? ZONA NAFSU atau ZONA IKHLAS? Hayo..akui secara jujur..he..he...walaupun terkesan bercanda, namun hasil perenungan kita akan memberikan dampak kepemimpinan yang luarbiasa. Makanya jika blog ini telah dipromosikan dan dibaca oleh seluruh karyawan, saya merasa bahwa perbaikan-perbaikan yang mendasar akan terjadi di AKMI. Karena, kita sadar seperti kata-kata mutiara di atas, kepemimpinan merupakan perpaduan antara strategi dan karakter, dimana karakter adalah fondasinya. Saat mengetik blog ini, saya sedang membuka 3 buku yang kurang lebih semuanya tentang kepemimpinan, dan kesemuanya menunjukkan, bahwa kepemimpinan yang berhasil adalah kepemimpinan yang berlandaskan pada karakter.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut KATZ dalam SKILL OF EFFECTIVE EXECUTIVES KATZ MODEL yang terkenal dalam kepemimpinan, ia menempatkan bahwa 70% keahlian yang harus dimiliki oleh seorang eksekutif adalah "&lt;em&gt;Human Relation Skill&lt;/em&gt;" yaitu kemampuan hubungan antar manusia. Sekali lagi kemampuan bergaul lah yang menjadi faktor utama penentu keberhasilan sebagai pemimpin....dan semua itu, bermula dari kharakter yang baik, yang bisa diwakili kharakter IKHLAS...alias selalu standby di ZONA IKHLAS seperti yang ada di hal 112. Oh ya, kalo saya tidak salah, sudah ada 4 buku QUANTUM IKHLAS di AKMI...jadi saling pinjem meminjem lah ya...biar kita segera ketularan IKHLAS...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk lebih memantapkan IKHLAS dalam kehidupan kampus, maka nanti tanggal 12 juni 2008, saya merencanakan akan membuat 2 overview training, yang akan saya beri tajuk "The Power of dream with QUANTUM IKHLAS" seminar atau overview training ini, akan dibuat 2 session, sesion pagi untuk para dosen dan staf. Sesion sore untuk mahasiswa, dengan biaya, agar peserta bisa dibatasi maksimal 50 orang. Semoga langkah-langkah kita membangun budaya ikhlas, seperti obat nyamuk yang bermula dari satu titik di tengah, bisa meluas ke seluruh civitas akademika bahkan masyarakat yang berinteraksi dengan AKMI...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-8071037304650707912?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/8071037304650707912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=8071037304650707912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/8071037304650707912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/8071037304650707912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/04/membangun-karakter-pemimpin-melalui.html' title='Membangun karakter pemimpin melalui QUANTUM IKHLAS'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-1009122211646616650</id><published>2008-04-29T21:03:00.001-07:00</published><updated>2008-04-29T21:03:53.165-07:00</updated><title type='text'>Doa Pembuka hati</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;em&gt;Hari ini, saya melihat semua orang dalam hidup saya sebagai guru saya (helen lerner-robbins)
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;em&gt;Tuhan, tolonglah saya untuk mengetahui bahwa setiap tantangan yang saya hadapi membawa pelajaran untuk pertumbuhan jiwa saya (doa)
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Sekitar tahun 1996, saya memiliki keberuntungan untuk bertemu dengan salah seorang anggota DPR RI, yang juga seorang penganut ajaran Mahatma Gandhi. Beliau kira-kira berumur 65 tahun ketika itu, dan saya sangat senang, bisa bertemu sahabat kental gus dur ini. Beliau adalah seorang wanita yang sangat dikenal di bali, karena perjuangannya membentuk sebuah ashram, ASHRAM GANDHI, pesantren hindu begitu lah...
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Sebagai seorang guru, beliau memiliki murid-murid yang tersebar ke berbagai negara, beliau sering diundang ke berbagai negara untuk mengisi seminar-seminar internasional. Beliau adalah ibu Gedong Bagoes Oka. Salah seorang wanita pejuang nilai-nilai kemanusiaan yang dikenal karena konsistensinya memperjuangkan AHIMSA. Jadi ketika itu, perasaan saya sungguh berbunga-bunga, karena memiliki kesempatan untuk bertemu orang yang luarbiasa ini. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Selama pertemuan itu, kami banyak berbicara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan spritual dan humanisme. Hubungan dan kerukunan antar umat beriman di indonesia dan dunia. Saya sungguh merasa beruntung apalagi pada saat itu, saya mendapat satu pelajaran yang membuka hati, "guru akan datang, jika  murid telah siap". Begitulah pelajaran-pelajaran dalam hidup kita akan muncul, ketika hati kita telah siap. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Dalam pengalaman hidup saya, saya pernah mengalami ketika hati tertutup dan dipenuhi ego, merasa diri hebat, pintar, dan serba bisa. Sungguh sulit untuk belajar ketika itu, namun belakangan saya menyadari, bahwa hidup seperti itu sungguh tidak enak. Sedikit teman yang bisa di ajak berbagi, karena saya lebih cenderung ingin didengarkan daripada mendengar. Pelajaran terkesan seperti kritik yang menyerang, masukan orang lain sepertinya membodohkan. Hidup seperti itu terasa menjemukan dan begitu menyiksa.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Hidup saya, menjadi lebih baik, ketika mulai menerapkan satu prinsip dari seorang teman yang saya undang, untuk mengisi training di Mitragama group. Beliau mengatakan, hidup ini akan begitu indah dan menyenangkan ketika, "kita mau menyadari bahwa, setiap orang adalah guru kita, setiap tempat adalah sekolah kita". Wah bener sekali, saya membutuhkan kalimat sakti itu. Itu yang membuat saya tenang, lebih rendah hati dan mau belajar dari orang lain, meskipun ia adalah bawahan, adik, orang yang berstatus sosial lebih rendah, bahkan seorang anak kecil. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Keikhlasan, untuk menjadi manusia pembelajar, membuat segalanya lebih baik. Akhirnya saya sering menggunakan doa pembuka hati, agar hati ini selalu siap belajar dari siapapun dan kapanpun.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;"Terimakasih Tuhan, &lt;em&gt;I feel so good&lt;/em&gt;
			&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;Dengan perlindunganmu ya Tuhan
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt; aku ijinkan diriku untuk berubah
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;Aku ijinkan diriku untuk berhasil
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;Aku ijinkan nasibku untuk terus membaik
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;Aku ijinkan, apa pun yang aku inginkan hadir di dalam hidupku &lt;em&gt;dengan cara yang mudah dan menyenangkan...
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;Terimakasih Tuhan, &lt;em&gt;aku dalam proses&lt;/em&gt; menjadi Executive leadersclub, Royal Crown Ambassador
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Doa ini, sungguh membantu saya, untuk melakukan revolusi dalam hidup saya, dari ZONA NAFSU, menuju ZONA IKHLAS, Ikhlas untuk belajar dari siapapun dan dimanapun, karena setiap hal yang terjadi, yang kita lihat dan kita rasakan pastilah mengandung pelajaran, jika kita cukup rencah hati untuk belajar dengan IKHLAS....jika anda mau, andapun bisa menggunakan doa ini...:-)untuk kesuksesan anda, mau?
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Salam Ikhlas 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-1009122211646616650?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/1009122211646616650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=1009122211646616650' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/1009122211646616650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/1009122211646616650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/04/doa-pembuka-hati.html' title='Doa Pembuka hati'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-7742902720673279440</id><published>2008-04-21T17:55:00.001-07:00</published><updated>2008-04-21T17:55:04.242-07:00</updated><title type='text'>Pemimpin yang Ngayomi dan Ngayemi</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt; "&lt;em&gt;Pemimpin dituntut mengasah kemampuan interpersonalnya, karena pemimpin harus bisa menginspirasi, encourage the heart, membuat orang lain menjalani apa yang ditugaskan kepadanya dan menghargai sebuah proses kerja&lt;/em&gt;" Barry Z. Posner, pengarang buku &lt;em&gt;the Leadership Challenge&lt;/em&gt;.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Selama sepuluh tahun lebih berkecimpung di dunia bisnis maupun lembaga pendidikan, saya benar-benar memetik pembelajaran yang begitu berharga dan saat ini saya begitu mensyukurinya, karena itu benar-benar menjadi aset yang sangat berharga di dalam diri saya saat ini. Namun hasil yang dipetik saat ini, tidaklah melalu perjuangan yang ringan, karena perjuangan menjadi pemimpin yang dicintai...itu yang saat ini saya sedang pelajari, benar-benar melalui proses yang panjang, memakan waktu, menuntut kesabaran dan keuletan yang luarbiasa. 
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Ketika sedang sekolah di sekolah menengah pertama (SMP) saya mendengar istilah "banyak teman adalah modal utama untuk sukses", demikian teman-teman saya yang masih belia, ketika itu bercerita kepada saya. Ketika itu, saya masih sering menjadi anak bawang dalam setiap pembicaraan teman-teman, karena saya termasuk kutu buku, sehingga waktu saya lebih banyak untuk membaca buku daripada ngobrol sana-sini. Seiring dengan perjalanan waktu, saya tahu apa maksud mereka. Pada saat itu, sudah menjadi rahasia umum, bahwa untuk menjadi tentara atau polisi, tidak lepas dari yang namanya &lt;em&gt;backing&lt;/em&gt; alias katebelece. Oh ini tho maksudnya....pikir saya ketika itu...semenjak itu saya memutuskah saya tidak ingin jadi tentara, polisi atau pun pegawai negeri kalo harus pake katebelece...karena saya tahu orang tua saya pasti tidak mampu menyediakan uang untuk membayarnya....
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Belakangan saya mendengar istilah yang lain lagi, "untuk sukses, kita harus bermodal pergaulan yang luas", karena pergaulan adalah modal utama, yang bisa membuat kita tidak kelaparan bahkan ketika kita tidak punya uang...akhirnya benar-benar tertanam di pikiran bawah sadar saya, bahwa untuk sukses saya harus pandai bergaul, pandai mencari teman dan menjaga teman-teman saya.
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Saya benar-benar ingin sukses, maka saya betul-betul belajar bagaimana cara mencari teman dan bergaul. Saya ketika itu ingat betul, kelas satu SMA, saya merantau dan tidak memiliki teman. Saya memasuki lingkungan yang keras di baturaja, banyak hal yang jujur saja saya tidak suka ketika itu. Saya banyak melihat kesalahan dan kekurangan orang lain,  dari yang malas belajar, urakan, nakal dan suka menggangu orang lain, berkelahi dan masih banyak lagi. Namun saya sadar, saya akan menjadi orang yang terasing dan tidak punya teman, jika saya tidak bisa menerima kekurangan teman-teman saya tersebut dan sok idealis....
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Akhirnya saya berusaha, untuk membaur namun tetap memegang prinsip-prinsip yang saya anut. Saya menghindari perdebatan, karena saya tahu perdebatan hanya akan menyinggung pihak-pihak yang saya ajak berdebat, bahkan orang lain. Disinilah saya belajar mengalah, mengakui kelebihan orang lain dan melatih senyum yang paling manis yang saya bisa...:-) saya belajar berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan teman-teman saya, dan saya bersyukur latihan saya membuahkan hasil hingga saat ini...
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Saya masih ingat betul, bagaimana saya belajar ketika itu, belajar untuk bercerita lucu.., karena teman-teman saya yang pandai bergaul saya lihat adalah orang-orang yang pandai melucu, saya juga belajar cerita runtut, cerita yang memberi kesan, saya sungguh-sungguh belajar ketika itu...
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Kejadian itu, telah berlalu 15 tahun yang lalu, namun masih segar dalam ingatan saya. Saya bahkan tersenyum bahagia, sembari jari-jari saya menghentak keyboard di notebook saya, oh indahnya pembelajaran. Yang membuat saya betul-betul bahagia, sampai hari ini pun saya masih belajar, belajar hal yang sama...
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Hanya saja, kali ini saya belajar untuk menjadi pemimpin yang dicintai. Pemimpin yang peduli, terhadap masa depan orang-orang yang dipimpinnya, mampu melakukan hubungan yang baik dan menyentuh hati orang-orang yang saya pimpin. Sungguh indah hidup ini, jika telah berhasil memetik buah dari kepemimpinan, dimana orang-orang yang kita pimpin begitu mencintai kita. Memimpin dengan ikhlas, menghasilkan team yang ikhlas...semoga..saya bisa memimpin AKMI dengan ikhlas. Hallo para pemimpin AKMI, sudahkah anda belajar, membangun hubungan interpersonal yang baik?
&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Karena kata Barry Z. Posner baru-baru ini di jakarta, "pemimpin adalah role model bagi pengikutnya",. Dalam kehadirannya yang di undang oleh lembaga manajemen Universitas Indonesia , ia mengatakan,  "berbicara tentang kepemimpinan, berarti melakukan perubahan", dan paling tepat, perubahan itu dimulai dari diri sendiri. So, AKMI LEADER, bersiaplah, lakukan perubahan mulai dari diri sendiri dengan ikhlas, untuk membangun aset di dalam kepribadian anda. Jadilah pribadi yang menyenangkan, jadilah pemimpin yang &lt;em&gt;ngayomi dan ngayemi ...melindungi dan menyejukkan. Tetap tegas, berwibawa, namun juga menjadi sahabat bagi orang-orang yang kita pimpin. Jadikan mereka sahabat dalam perjalanan pembelajaran kita. Belajarlah dari para motivator dan pemimpin yang telah terbukti menginspirasi banyak orang, melalui weblink para motivator di blog ini. Tolong sampaikan salam saya pada temen-temen yang belum membaca blog ini, untuk mampir ke blog &lt;a href='http://www.akmi-ikhlas.blogspot.com'&gt;www.akmi-ikhlas.blogspot.com&lt;/a&gt; ya?
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;em&gt;Salam ikhlas
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;em&gt;Putu&lt;/em&gt;
			&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-7742902720673279440?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/7742902720673279440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=7742902720673279440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/7742902720673279440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/7742902720673279440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/04/pemimpin-yang-ngayomi-dan-ngayemi.html' title='Pemimpin yang Ngayomi dan Ngayemi'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-8397720758632406162</id><published>2008-04-21T17:54:00.001-07:00</published><updated>2008-04-21T17:54:02.636-07:00</updated><title type='text'>Kematian sang Hati</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;em&gt;Salah satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka. Hanya seringkali kita terpaku begitu lama pada pintu yang tertutup, sehingga tak melihat yang telah terbuka untuk kita&lt;/em&gt; (hellen keller)
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pagi ini saya berangkat ke tempat kolega, dan dalam perjalanan saya mendengarkan lagu-lagu rohani dari radio sasando di jogja. Setelah lagu-lagu usai, penyiarnya membahas tentang anugrah Tuhan yang bernama waktu. "sudah kah kita menghargai anugrah Tuhan yang bernama waktu? Waktu sungguh sesuatu yang sangat berharga, sehingga kebanyakan kita memanfaatkan waktu kita, sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pekerjaan atau bisnis kita. Itulah yang menyebabkan kita sibuk". Sanga penyiar menghela napas sejenak dengan latar alunan musik-musik rohani yang menghibur. "Konon di daratan tiongkok, sibuk dalam huruf-huruf cina, berarti hati yang mati. Itukah sebabnya, ketika kita sibuk, maka hati kita , perasaan kita seakan menjadi mati? Kita bahkan lupa kepada Tuhan, kepada sesama kita, kepada keadaan di sekeliling kita, itukah tanda-tanda kematian sang hati?" lanjut sang penyiar dengan bersemangat.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalimat-kalimat penyiar di radio tadi, tiba-tiba mengajak pikiran saya menerawang. Beberapa tahun yang lalu, saya sungguh-sungguh berada dalam kesibukan yang luarbiasa. Pekerjaan menumpuk, masalah bahkan hutang pun menumpuk..:-) banyak hal yang harus diselesaikan menjadikan saya menjadi manusia super sibuk. Dan saya pun mengakui, bahwa itu membuat saya kehilangan kepekaan saya....tiba-tiba ego merangkak naik dan jadilah saya ketika itu orang yang haus pujian, dan sangat sensitif ketika menerima kritikan. Keinginan untuk membela diri begitu besar, seakan saya adalah orang yang benar sendiri dan harus diikuti segala kemauan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai insan yang selalu belajar dari kesalahan-kesalahan, belakangan ini saya menyadari, betapa waktu adalah kekayaan yang luarbiasa, yang kita lupa mensyukurinya. Wajarlah jika di dalam bukunya, 7HABBIT OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE, Steven covey mengatakan bahwa orang-orang yang selalu mengerjakan hal-hal yang penting mendesak, akan menjadi orang yang sibuk, selalu dilanda krisis, karena harus memadamkan api-api krisis yang selalu bermunculan. Sehingga Covey, selalu menyarankan kita, untuk membuat sebanyak mungkin urusan kita, menjadi hal-hal yang penting, tapi tidak mendesak. Selesaikan urusan-urusan lebih awal, buat agenda kerja, bikin janji lebih awal, datang ke pertemuan atau kekantor lebih awal, membuat hati kita akan diliputi ketenangan dan kedamaian. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika kematian sang hati, bisa kita hindari dengan mengatur jadwal kerja yang lebih efektif, kenapa tidak?  Saya pun langsung praktek, agar SAYA TETAP BERADA DI ZONA IKHLAS, atau paling tidak lebih banyak waktu di ZONA IKHLAS, saya pun membeli buku agenda. Saya rencanakan kehidupan saya, sehingga banyak urusan telah terencana dengan baik. Goal atau target, tentu dimiliki, dan saya pun punya target. Target-target dikerjakan lebih awal, sehingga urusan penting mendesak bisa dihindari. Hari ini, 17 april 2008, saya telah memiliki jadwal kerja, liburan, ibadah dll. Sampai dengan bulan oktober 2008. Asyik kan? Bagaimana dengan anda? Jika belum, cobalah....semoga kita sama-sama masuk ke ZONA IKHLAS, zona yang bebas hambatan untuk meraih hal-hal yang ingin kita capai dalam kehidupan kita. Selengkapnya, baca dan dengarkan CD QUANTUM IKHLAS, terutama seminar THE POWER OF POSITIVE FEELING ya? Filenya ada di pak giri...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ok...salam Ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-8397720758632406162?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/8397720758632406162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=8397720758632406162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/8397720758632406162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/8397720758632406162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/04/kematian-sang-hati.html' title='Kematian sang Hati'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-7514543689525561718</id><published>2008-04-21T17:52:00.001-07:00</published><updated>2008-04-21T17:52:27.321-07:00</updated><title type='text'>Cerita singkat pembangun Ikhlas</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Ketika saya sungguh-sungguh dengan urusan bisnis, maka pikiran yang tenang bisa berubah menjadi  sibuk. Sehingga sangat gampang masuk dalam ZONA NAFSU. Pikiran yang telah disetting untuk selalu di ZONA IKHLAS, sejenak melupakan dan keluar, karena hal-hal yang menyibukkan kita, memang menuntut perhatian yang lebih banyak. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya bisa membayangkan kesibukan temen-temen di AKMI, kesibukan mengajar, membimbing mahasiswa, mengarang buku, mencari referensi-referensi, belum lagi menerima dan menjawab komplain dari mahasiswa. Kesibukan seperti ini, apalagi digabung dengan hal-hal yang sifatnya mendesak tapi tidak penting (seperti: menjawab sms, menerima telpon yang tidak terlalu penting, menangani komplain, mendengarkan marah-marahnya si bos yang lagi salah paham dll.) sangat rawan menimbulkan stress. Stress ini adalah kondisi pikiran beta...dimana kita memikirkan, terlalu banyak hal.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah kalo dalam kondisi seperti ini, biasanya kita terlanjur masuk ke ZONA NAFSU, yaitu mengeluh, cemas, marah dan takut. Akhirnya kita cenderung menjadi defensif,  berusaha bertahan dengan pendapat, keyakinan dan asumsi-asumsi kita. Pada saat seperti inilah kita melihat diri kita benar dan orang lain salah...padahal yang sebenarnya juga gak ada yang salah...ha...ha...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah kalo sudah begini, timbullah suasana saling menyalahkan, semua bersikap defensif. Dan jika kondisi ini tidak kita perbaiki dalam lingkungan, komunitas atau keluarga kita, masuklah kita dalam kondisi &lt;em&gt;negatif feeling &lt;/em&gt;yang memaksa &lt;em&gt;law of attraction&lt;/em&gt; menarik hal-hal negatif dalam hidup kita. Dan akan muncullah kejadian-kejadian negatif dalam komunitas kita itu. Nah seerem tho? Ternyata kesibukan yang tidak dimanage, bisa menyebabkan kita tidak IKHLAS dalam hidup. Lalu apa kita tidak boleh sibuk? Oh bukan begitu maksud saya....
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di PDA saya....bisa terima email...akhir-akhir ini, pak made sering mengirim email cerita-cerita lucu, maupun cerita  yang lainnya. Nah satu hari, saya menerima email tentang pantulan kehidupan,  karangannya andrie wongso, masih inget? Seorang anak kecil yang naik gunung bersama ayahnya, dan heran setiap kata-katanya ada yang menirukan.  Ketika dia bilang "hey siapa kamu", ada suara yang meniru "hey siapa kamu", ketika dia berteriak "kamu jahat" sang keheningan pun menjawab "kamu jahat".  Cerita-cerita seperti itu, kemudian membuat saya merenung tanpa merasa digurui, merasa ditegur, tanpa harus tersinggung, bisa belajar hingga lubuk hati yang paling dalam. Jadi jangan heran, kalo anda ikut mobil saya, akan banyak anda temui cerita-cerita dari 5 cd andrie wongso, di laptop saya anda akan banyak temukan cerita-cerita motivasi yang menginspirasi, semua itu membuat saya lebih banyak belajar secara ikhlas..dan otomatis memperkuat otot Ikhlas, yang membuat Law of attraction menarik hal-hal positif dalam hidup saya.....
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cerita-cerita seperti itu, masuk ke dalam pikiran bawah sadar dengan lebih cepat, akhirnya nasib akan lebih baik. Mari, kita tambahkan kebiasaan mendengarkan cerita-cerita, membaca cerita-cerita motivasi yang ada di link-link yang ada di blog ini, seperti &lt;a href='http://www.pembelajar.com'&gt;www.pembelajar.com&lt;/a&gt;, &lt;a href='http://www.andriewongso.com'&gt;www.andriewongso.com&lt;/a&gt; dll. Dan saya sungguh bahagia membayangkan, bahwa dengan kebiasaan dan budaya ini di kampus AKMI Tercinta, kita telah membuat LAW OF ATTRACTION bekerja untuk membuat NASIB yang lebih baik lagi buat kita...setuju?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu
&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-7514543689525561718?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/7514543689525561718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=7514543689525561718' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/7514543689525561718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/7514543689525561718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/04/cerita-singkat-pembangun-ikhlas.html' title='Cerita singkat pembangun Ikhlas'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-4705460140681743393</id><published>2008-04-17T07:07:00.001-07:00</published><updated>2008-04-17T07:16:56.982-07:00</updated><title type='text'>Melatih Otot Syukur dan standby di ZONA IKHLAS</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;em&gt;Seluruh proses menuju kekayaan mental, material dan spiritual dapat diringkas dalam satu kata "syukur"&lt;/em&gt; (Joseph R. Murphy)
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Semudah itukah? Hanya dengan bersyukur, kita akan mencapai kesuksesan? Mungkin pertanyaan ini muncul di benak anda, seperti ketika dulu saya membacanya. Iya, semudah itu..tapi apakah benar untuk bersyukur dan selalu dalam kondisi bersyukur, sabar, tenang dan bahagia adalah hal yang mudah?
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dalam salah satu edisi kehidupan saya, ketika impian saya selama 9 tahun, untuk memiliki sebuah lembaga pendidikan tercapai, mestinya adalah saat yang sangat tepat untuk benar-benar bersyukur. Dan memang, itulah yang terjadi, saya sungguh-sungguh bersyukur bahwa Tuhan telah memberi kepercayaan kepada saya, untuk memimpin sebuah Perguruan tinggi. Selama sembilan tahun, saya telah mendoakannya, berusaha, meyakini dan menerima hasil dari doa dan perjuangan itu. Tentu sangatlah wajar jika saya bersyukur.
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Namun di sisi yang lain, perguruan tinggi ini, dibangun di atas hutang yang banyak. Sebagai konsekuensi dari akumulasi keputusan-keputusan, puncak hutang saya ketika itu adalah 3,6 MILYARD. Wooowww....angka yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Itu sungguh-sungguh angka yang sangat besar bagi saya...tapi saya seperti tidak berdaya ketika itu. Seperti tidak ada keberanian untuk menolak permintaan orang lain, terutama karyawan ketika itu. Keinginan untuk memiliki mobil dinas, kantor, rumah dan lain sebagainya datang dari berbagai penjuru. Baik dari karyawan, mitra kerja, istri dan diri sendiri. Saya seperti tidak berdaya...ego saya sangat tinggi, sulit dikritik oleh orang lain, ingin menang sendiri dan suka berdebat...
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dari manakah datangnya itu semua? Mengapa dalam kondisi seperti itu saya menjadi kurang pandai bersyukur? Tiba-tiba saja, sepertinya keadaan sangat jauh berubah. Dari orang yang cukup pandai bersyukur, menjadi mudah mengeluh dengan keadaan, gampang menyalahkan orang lain, dan tidak mau mengakui kesalahan diri sendiri. Ternyata kondisi ini berpengaruh terhadap kondisi fisik saya, mulailah saya sakit-sakitan, banyak macam penyakit ketika itu. Perasaan-perasaan negatif begitu sering muncul. Dan itu sungguh-sungguh membuat saya sulit mengendalikan diri. Saya benar-benar berada dalam ZONA NAFSU...apakah anda pernah merasakan kondisi seperti itu? Malah saat ini anda sedang seperti itu?
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Saya bersyukur dan sungguh berbahagia, ketika saya dalam kondisi di titik nadir, di titik seakan-akan perubahan begitu sulit terjadi, Tuhan mengirimkan orang-orang yang membantu saya, bangkit dari keterpurukan itu. Dari situ saya dikenalkan dengan sebuah komunitas, yang memaksa saya bekerja dengan kebiasaan-kebiasaan dan sikap yang positif. Saya belajar kembali ilmu kepemimpinan, hubungan antar manusia, pergaulan yang positif yang sering disebut sebagai &lt;em&gt;people skill&lt;/em&gt;. Dari pergaulan inilah saya akhirnya menemukan film the secret, buku law of attraction, becoming a money magnet dan quantum ikhlas. Di sini saya benar-benar belajar...saya akhirnya tahu, apa yang saya rasakan dan pikirkan, itulah doa saya....oleh karena itu, saya berusaha untuk belajar dan belajar, memahami rahasia Law of attraction bekerja dalam kehidupan saya.
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Yang paling istimewa, buku quantum ikhlas disertai software, yang mampu merubah perasaan saya menjadi positif secepat mungkin. Sehingga saya lebih mudah untuk masuk ke zona ikhlas....sejak saat itu, saya merasakan banyak keajaiban-keajaiban kecil terjadi dalam kehidupan saya. Banyak kebetulan-kebetulan yang membuat hidup semakin menyenangkan....anda mau? Mari bangun komunitas ini, kita belajar bersama, melatih otot syukur kita dan selalu berada di ZONA IKHLAS...
&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Salam Ikhlas
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putu&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-4705460140681743393?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/4705460140681743393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=4705460140681743393' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/4705460140681743393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/4705460140681743393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/04/melatih-otot-syukur-dan-standby-di-zona.html' title='Melatih Otot Syukur dan standby di ZONA IKHLAS'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-4544878132151022116</id><published>2008-04-15T18:20:00.001-07:00</published><updated>2008-04-15T18:20:44.337-07:00</updated><title type='text'>Law of attraction</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;em&gt;Penemuan terbesar dari generasi kita adalah bahwa manusia dapat mengubah kehidupan mereka dengan cara mengubah cara berpikir mereka
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: right'&gt;(william james)
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernahkan anda merasakan, ketika anda memiliki sebuah harapan atau keinginan, keinginan yang begitu menggebu-gebu sehingga anda benar-benar terobsesi, namun tidak tercapai. Sebaliknya, suatu ketika di lain waktu, anda menginginkan sesuatu, sekilas saja anda menginginkannya, cukup jelas setelah itu anda melupakannya, namun akhirnya menjadi kenyataan? 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau mungkin anda merasakan sebuah kebetulan? Pagi-pagi anda bangun pagi, tiba-tiba anda teringat seseorang, anda ingin sekali nelpon dia, karena ada satu urusan yang anda ingin bicarakan, eh tiba-tiba telpon berdering dan ya Tuhan, ternyata yang menelpon adalah orang yang barusan anda pikirkan. Dan banyak lagi kebetulan-kebetulan lain yang tidak disengaja, terjadi dalam hidup kita. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Percaya atau tidak, kita sadari atau tidak ternyata ada satu hukum yang bekerja dalam kehidupan kita, ia bernama "law of attraction".  "Hukum ketertarikan", adalah hal-hal yang menarik apa-apa yang sedang kita pikirkan dan sedang kita rasakan.  Mengapa bisa begitu? Cukup panjang ceritanya, tapi boleh lah saya jelaskan sedikit...agar lebih menarik saya illustrasikan dengan sebuah cerita ya...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sebuah tepian sungai, di tanah india, hiduplah seorang guru bijak, yang mengajar murid-muridnya di bawah sebuah pohon. Guru terkenal pandai dan bijak dalam menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan misteri kehidupan. Sehingga orang yang berdatangan ke tempat itu, semakin hari semakin banyak, apalagi sang guru terkadang menyelingi penjelasannya dengan lagu-lagu rohani.  Semakin banyaklah murid-murid yang datang ke daerah itu silih berganti...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu hari, ketika murid-murid berkumpul dan sang guru sedang menjelaskan tentang misteri kehidupan, bertanyalah seorang murid, " guru, jika Tuhan maha pencipta, bagaimana Tuhan menciptakan dunia beserta segala isinya?". Sang guru menatap sang murid sejenak, kemudian memandang berkeliling dan mengambil  satu buah dari pohon randu yang kebetulan berada di sana. Kemudian sang guru berujar, "nak, bukalah buah ini..", sang guru mengulurkan buah tersebut. Kemudian sang murid mengikuti petunjuk sang guru...bertebarlah kapas-kapas dari buah randu tersebut, dan di sela-sela kapas, terlihat biji-biji hitam. Kemudian sang guru mengambil biji buah randu itu, dan berkata..."nak bukalah biji ini ". Meskipun tak mengerti , sang murid tetap mengikuti petunjuk sang guru. Di balik biji hitam itu, ada butir-butir kecil berwarna putih...kembali sang guru meminta, bukalah butiran itu...dan sang murid melakukannya dengan wajah keheranan...dan begitu seterusnya, hingga butir-butir itu sudah tidak terlihat lagi.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sang guru kemudian menjelaskan, dari kehampaan itulah, semua benda-benda ini terbentuk. Walaupun butir-butir itu sdh tidak terlihat oleh mata kita, sebenarnya ia tetap ada. Dan jika kita mampu menyatukannya kembali, maka ia akan menjadi buah randu lagi....dengan mata kita, benda-benda itu, sdh tidak terlihat lagi. Zat yang paling halus bernama vibrasi atau getaran, semua benda memiliki getaran dan frekuensi, jika benda-benda memiliki frekuensi yang sama menyatu, jadilah ia quanta, jika banyak quanta menyatu, jadilah ia partikel, jika partikel-partikel  bersatu, jadilah ia atom, molekul dan akhirnya menjadi benda. begitulah kejadian benda-benda yang ada di jagat raya yang luas ini, , ...ujar sang guru menutup pelajaran hari itu. Eh...jangan lupa, baca penjelasan lengkapnya di buku Quantum Ikhlas karya erbe sentanu, sang guru mengingatkan sambil meninggalkan tempat belajar. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu bagaimana hukum ketertarikan bekerja? Hukum ketertarikan yang bekerja melalui pikiran dan perasaan kita, menarik vibrasi l yang memiliki getaran atau frekuensi yang sama. Jika pikiran dan perasaan makin kuat dan konsisten, ia akan menjadi quanta, partikel, atom, molekul dan akhirnya menjadi benda. Misalnya, kita menginginkan sebuah rumah yang indah di kaki bukit, ketika kita mulai berpikir dan merasakan betapa nikmatnya memiliki rumah itu, tamannya yang luas, angin yang dingin, di beranda ada ruang untuk duduk dan bercengkerama sembari menikmati indahnya panorama di bawah, sejak saat itulah vibrasi telah mulai berkumpul dan menyatu menjadi quanta.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pak, kalo begitu, mengapa tidak semua keinginan kita bisa menjadi benda? Jawabannya akan ada dalam artikel-artikel selanjutnya...tapi yang jelas, kita sudah mulai memiliki suatu benang merah untuk hidup kita yang lebih baik...."&lt;em&gt;Pikirkan hanya yang kita inginkan&lt;/em&gt;" "rasakan &lt;em&gt;hanya yang kita inginkan&lt;/em&gt;"  karena itulah yang akan terjadi, jangan lakukan yang sebaliknya "merasakan dan memikirkan hal yang tidak kita inginkan..." wah bahaya itu...kalo kita sibuk memikirkan hal-hal yang tidak kita inginkan, kacaulah hidup kita...seperti hidup dalam kutukan...semua serba salah dan serba tidak menyenangkan...he...he....selamat mencoba, menggunakan law of attraction bekerja dalam hidup anda...semoga anda berbahagia...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Salam Ikhlas
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Putu
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  
 &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-4544878132151022116?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/4544878132151022116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=4544878132151022116' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/4544878132151022116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/4544878132151022116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/04/law-of-attraction.html' title='Law of attraction'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-6916132760234655574</id><published>2008-04-15T10:29:00.001-07:00</published><updated>2008-04-15T10:29:44.301-07:00</updated><title type='text'>Salam Ikhlas dari jauh</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt; "Seperti film di layar bioskop, yang keluar dari cahaya mesin di ruang proyektor. Hidup kita adalah cayaha yang keluar dari ruang di hati kita. Namun karena lebih mudah dan logis untuk mengeluh dan menyalahkan orang lain atas semua hal buruk yang terjadi ketimbang bertanggung jawab terhadapnya. Salah satu prinsip sukses yang sederhana ini, biasanya langsung disingkirkan alias dicuekin oleh kebanyakan orang".
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalimat-kalimat yang dituliskan Erbe sentanu itu, serasa begitu mengena di hati saya. Ketika kehidupan kita, diluar harapan kita, maka dengan mudah, kemudian kita mencari kambing hitam atas keadaan itu. Lebih mudah lempar batu sembunyi tangan, daripada harus mengakui, bahwa itu sebenarnya itu adalah kesalahan kita. Di dalam kehidupan saya, saya pun kerap merasakan hal ini terjadi, apalagi ketika masalah sedang menumpuk, dan jalan keluar terasa sangat jauh bahkan nyaris tidak ada, maka yang paling mudah adalah mencari pelampiasan. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di dalam hidup saya, yang memang tidak mulus ini,  di usia 25-29 tahun, saya benar-benar mengalami  keadaan tersebut. Hal yang sama, saya lihat juga pada pemimpin-pemimpin kelas menengah, yang memiliki pimpinan dan sekaligus memiliki bawahan, jadilah bawahan bulan-bulanan kesalahan. Ketika muncul masalah, kerap kali kita melupakan esensi dari permasalahan, namun cenderung melihat kesalahan orang lain, terutama bawahan kita. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Belakangan dalam kepemimpinan saya, saya menyadari bahwa hal ini tidak akan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi saya. Justru kedewasaan kepemimpinan saya, menjadi lebih baik, ketika saya mulai mengambil tanggung jawab atas kekurangan-kekurangan itu. Saya belajar, dan berupaya belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut. Jadilah saya, "merasa lebih baik, merasa lebih enak" , dengan kondisi kehidupan saat ini. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi atas kehidupan kita, membuat kita lebih ikhlas, menyadari kekurangan diri sebagai ciptaan-Nya yang memang tidak pernah berhenti belajar. Dalam PDA  saya, saya pernah menuliskan ", Hidup adalah sesuatu, dimana belajar dan rasa syukur, membuatnya sebuah perjalanan yang menyenangkan...". 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika, kita telah siap untuk mengambil tanggung jawab secara ikhlas, hati akan lebih terbuka dan siap belajar, sehingga kita pun bisa mengikhlaskan kesalahan dan kekurangan kita. Itu membuat rasa enak akan muncul di dalam hati, dan rasa enak ini, yang akan menarik hal-hal positif dalam hidup kita...sehingga benar kata Erbe Sentanu, Hidup kita diluar, adalah proyeksi hati di dalam. Kalo hati kita enak, maka akan enak kehidupan di luar...sukses dan bahagia...mau?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga...
&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-6916132760234655574?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/6916132760234655574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=6916132760234655574' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/6916132760234655574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/6916132760234655574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/04/salam-ikhlas-dari-jauh.html' title='Salam Ikhlas dari jauh'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-384000117637889724.post-1507539453381645853</id><published>2008-04-15T10:02:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T10:04:40.076-07:00</updated><title type='text'>Budaya Ikhlas buat masa depan kita</title><content type='html'>Temen2 semua,

Semoga kita, berada dalam kondisi ikhlas dalam bekerja, jauh dari pamrih materi maupun non materi seperti pujian dan yang lainnya...semoga kita selalu diberi kebesaran jiwa, untuk menerima masukan saran dan kritik yang membangun, semoga kita mendapat tuntunan dari Hyang maha kuasa, untuk membangun kehidupan kampus yang baik.

Temen2 yang saya sayangi...
Telah cukup lama, saya tidak bicara dihadapan temen2, saya tidak banyak komentar atas email , sms dll. Namun bukan berarti, saya tidak ingat AKMI lagi, atau tidak memperjuangkan keberadaan AKMI. Namun saya melakukan sebisa saya, saya pun merenung, berpikir dan belajar bagaimana kelak, saya memiliki kemampuan untuk mengembangkan AKMI lebih baik lagi...
Sebagai manusia biasa, saya menyadari bahwa saya banyak kekurangan dalam memimpin...dan satu hal yang ada pada diri saya adalah "saya menyadari, memaklumi akan kekurangan itu, dan saya berusaha untuk mengikis kekurangan-kekurangan yang saya miliki itu. Semoga ke depan, seperti sebuah berlian yang sudah menerima tempaan yang cukup, berlian ini akan menjadi kuat, tahan banting dan lebih bersinar daripada sebelumnya.amiin

AKMI ke depan....
Saya melihat, bahwa masa depan AKMI akan sangat cerah...
Kita akan menjadi salah satu UNIVERSITAS TERKEMUKA di SUMATRA. Saya pribadi siap memimpin kampus ini, untuk menjadi yang terdepan. Saya pun sedang mempersiapkan diri, dalam 2 tahun ini, saya belajar , membangun relasi, dan membangun team untuk mendukung langkah2 ini. Saya sangat percaya diri dengan apa yang saya sampaikan ini...dan saya percaya, TUHAN membukakan pintu kesempatan yang selebar-lebarnya untuk itu...

Bayangkanlah...
Di baturaja, hari ini adalah 17 juli 2015, itu adalah ulang tahun ke 17 Mitragama group, tepat ketika seorang anak, beranjak dewasa. Di baturaja, berdiri sebuah kampus yang megah.... berdiri sebuah gedung 5 lantai...berdampingan dengan sebuah rumah sakit berskala internasional, dimana 3 hari dalam sebulan, ada bbrp orang dokter ahli dari singapura, melayani konsultasi kesehatan dari masyarakat SUMBAGSEL, dan di kampus tersebut ada fakultas kedokteran, dimana para dokter itu memberikan kuliah untuk para mahasiswa yang datang dari berbagai kota di SUMATRA, bahkan pulau jawa.

Kampus dan Rumah sakit ini, dipimpin oleh orang-orang yang Bahagia, Ikhlas, suka melayani, berwibawa, disegani sekaligus dicintai oleh para karyawan...suasana kerja di kampus dan rumah sakit itu, sungguh patut diteladani, setiap bagian bekerja sama dengan baik, dengan semangat saling tolong menolong. Setiap kritik membangun , selalu disampaikan secara santun, komunikasi berjalan lancar, dan setiap orang bangga bekerja di institusi ini. Setiap orang merasa beruntung, bukan semata-mata karena gaji yang besar, tetapi juga karena setiap orang memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, mendapatkan penghargaan yang layak dari rekan kerja maupun kolega...luar biasa...

Temen2 semua...
Kita sungguh berbahagia, ketika semua itu telah terjadi dan kita masih ada di dalam institusi ini. Itu semua akan terjadi, jikalau kita mulai saat ini juga, mulai detik ini, memutuskan untuk membangun budaya kerja "IKHLAS". Panduannya ada dalam buku QUANTUM IKHLAS karangan Erbe sentanu. Saya merasa, sudah saatnya, diluar pembangunan fisik yang telah kita bangun selama 5 tahun terakhir, kita harus benar-benar membangun "BUDAYA" Yang sering disebut sebagai "CORPORATE CULTURE". Ini adalah 'roh' nya lembaga. Karena roh ini lah perusahaan akan hidup, bertumbuh dan berkembang, serta 'sustainable' alias berkesinambungan.

Kita semua....
Harus ambil bagian dalam hal ini...mari kita menjadi manusia pembelajar...banyak buku-buku bagus dalam pengembangan diri yang bisa kita gunakan sebagai acuan, namun saya melihat QUANTUM IKHLAS adalah yang paling cocok dijadikan pedoman. Karena ia dilengkapi dengan software2, ia juga bisa kita kemas dalam bentuk training-training yang berkesinambungan..
Saya telah merencanakan terjun langsung untuk membangun budaya ini...gejolak-gejolak di kampus selama ini saya lihat adalah karena kurangnya budaya IKHLAS dalam roh lembaga. Itulah yang menyebabkan, munculnya saling menyalahkan, negatif thinking,  mau menangnya sendiri, kurang semangat, loyo, pamrih berlebihan , kurang kreatif dll. Semua ini harus kita rubah, jika kita ingin maju bersama. saya telah merencanakan untuk setiap 3 bulan , mengadakan training di AKMI, bersamaan jadwal saya ke Baturaja yang saya barengkan dengan jadwal K-link agar menghemat biaya transportasi.

Temen-temen yang saya banggakan...
Kita telah memulai perubahan di baturaja, jangan berhenti sampai disini, mari kita bangun kekompakan. Jika kita berjuang sendiri-sendiri kita akan rapuh. Dan jika kita bersatu kita akan kokoh. Seperti sapu lidi jika hanya satu ia mudah patah, namun jika ia diikat dengan seutas tali dan menyatu, ia menjadi kuat...
Untuk memulai program ini saya merencanakan beberapa action, bekerja sama dengan bendahara yayasan dan direktur di antaranya;
1. Pak made akan membuat milis, dengan syarat di Milis ini, kita belajar menggunakan pilihan kata yang positif, hindari kata2 negatif, menghina, merendahkan dll. Ini forum umum, silahkan email jalur pribadi (Japri) jika ada kalimat2 yang anda pikir akan menimbulkan negatif feeling bagi yang lainnya...
2. saya akan mengadakan seminar pengembangan diri di kampus...beberapa tema yang saya pilih seperti , The power of dream, the power of change, the power of positif feeling, the power of team, training the presenter dll. tgl 12 juni saya merencanakan seminar yang pertama kali, untuk membatasi peserta, saya sarankan menggunakan tiket misalnya 15-25 rb, fasilitas snack, makan siang, sertifikat dll. maksimal 40-50 peserta, agar ruangan tetap dingin dan nyaman.... metode seminar, akan menggunakan seperti seminar-seminar diluar seperti financial revolution, quantum ikhlas, n21, k-system dll. agar seminar menjadi hidup dan berkesan..
3. saya pribadi akan membuat blog, yang berkenaan dengan ide-ide saya, berkenaan dengan kampus, sehingga ide-ide ini tidak gampang hilang...
4. di perpustakaan akan disiapkan satu unit komputer, yang berisi film, audio book dan artikel-artikel motivasi yang mendukung pembentukan budaya kampus yang baik..."BUDAYA IKHLAS"

Teman2, mari bergandengan tangan, bangun budaya IKHLAS di kampus kita, niscaya hidup kita akan lebih baik, lebih bahagia, lebih sehat dan awet muda..amiin...

Salam Ikhlas...
Putu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/384000117637889724-1507539453381645853?l=putuputrayasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/feeds/1507539453381645853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=384000117637889724&amp;postID=1507539453381645853' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/1507539453381645853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/384000117637889724/posts/default/1507539453381645853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putuputrayasa.blogspot.com/2008/04/budaya-ikhlas-buat-masa-depan-kita.html' title='Budaya Ikhlas buat masa depan kita'/><author><name>PUTU PUTRAYASA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10553015977659244247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_DKOpZpd_RSw/Sh0g3za4fzI/AAAAAAAAAGs/V054j8nCUaw/S220/Best+seller+Author.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
