Sabtu, 06 September 2008

Ritual bangun tidur yang mengubah nasib (1)

     "Hidup dimulai ketika bangun tidur"…mungkin agak berlebihan ketika saya mengatakan kepada anda dengan ungkapan seperti itu. Tetapi, benar-benar sulit dipercaya, bahwa banyak sekali orang yang mendesain nasib buruknya ketika ia bangun tidur. Pengetahuan ini, saya dapatkan ketika saya mengikuti seminar self empowerment untuk pertama kalinya. Saya lupa judulnya, tetapi saya saat itu begitu terkesan, dan ketika saya memutuskan untuk mendaftarkan diri mengikuti seminar financial revolution di puncak , bulan april 2006, saya mendapatkan banyak vcd, diantaranya adalah vcd life revolution.

Dalam vcd life revolution tersebut, diajarkan, hal-hal yang berbeda dengan kebiasaan saya sehari-hari ketika itu.

Tahun-tahun 2003-2006 adalah masa-masa paling kritis dalam kehidupan saya. Saat itu, hutang benar-benar menumpuk dan sempat mencapai 3,6 Milyar. Komunikasi Saya dan teman kongsi saya di perusahaan mencapai titik terburuk. Banyak hal-hal kecil menjadi pertengkaran kecil atau besar. Kami saling menyalahkan , hidup saya benar-benar stress, banyak hutang dan tidak bahagia sama sekali.

Hubungan dengan karyawan menjadi buruk, karyawan banyak meninggalkan perusahaan, ini seperti menjadi hukuman yang sangat berat untuk kesombongan dan ego saya selama ini.

Pada saat kritis itulah, saya bersyukur menonton film life revolution, dan saat ini kehidupan saya berubah seperti bumi dan langit.

Perubahan yang sangat dahsyat itu, ternyata, berubah ketika saya mulai merubah cara saya bangun tidur. Biasanya ketika saya bangun tidur dulu, maka saya akan mulai memikirkan usaha saya, mulai mengkhawatirkannya, mulai mengkhawatirkan hutang-hutang yang jatuh tempo, bahkan mulai mengkhawatirkan apakah perusahaan masih bisa berjalan lebih lama dan parahnya saya mulai mengkhawatirkan nasib dan masa depan saya. Ini dimulai ketika saya mulai meletakkan batu pertama gedung kampus perguruan tinggi yang saya dirikan, yaitu 1 agustus 2001.

Kehidupan saya yang awalnya dipenuhi oleh optimisme, yang berhasil saya bangun sebagai hasil membaca buku "berpikir dan berjiwa besar, berpikir dan menjadi kaya, kekuatan pikiran bawah sadar" dll. Namun ketika saya mulai membangun kampus itu, kepercayaan diri, optimisme dan keyakinan saya sepertinya menyusut sedikit demi sedikit. Meskipun saya masih berusaha untuk tampak percaya diri, saya tetap merasa di dalam hati yang paling dalam, ada kekhawatiran yang menghantui saya. Kekhawatiran yang makin hari makin membesar, membesar dan akhirnya meledak. Kekhawatiran ini pun terungkap lewat bahasa tubuh saya, lewat raut wajah, lewat perkataan, tindakan, email dan rapat-rapat yang saya pimpin. Semua ini, seperti menjadi malapetaka dalam kehidupan saya, mengakumulasi, sehingga akhirnya membuahkan perpecahan dalam perusahaan yang saya pimpin ketika itu.

Saya sering terbangun tidur, saya memeluk istri dan anak saya, biasanya kami mulai ngobrol, tentang masa depan, tentang perusahaan, tentang hutang, tentang hutang yang sdh lama yang tidak mampu kami bayar, dan sering kami mengakhirinya dengan bad mood. Bahkan sering, bangun pagi yang diawali dengan mesra, diakhiri dengan saling diem2an karena kami berselisih pendapat. Bahkan lebih parahnya, kami kemudian memulai hidup kami dengan segudang masalah dalam pikiran kami. Rumah tangga menjadi kurang harmonis, saat-saat yang seharusnya membahagiakan, sering menjadi seperti hukuman atas keputusan-keputusan yang salah yang telah saya perbuat.

   

Ketika akhirnya, saya menonton cd life revolution dan mengikuti seminar financial revolution, saya bertekad menerapkan semua hasil seminar tersebut. Saya benar-benar take action, saya melakukan persis seperti yang dianjurkan oleh pembicaranya. Setiap bangun pagi, saya mulai dengan ngolet..tersenyum tanpa alasan dan mengatakan.."terimakasih tuhan, I feel so good,,,"…kemudian saya ngolet sekali lagi…., tersenyum yang lebar, dan saya bisa merasakan kedamaian pikiran yang luarbiasa…kemudian saya katakan "terimakasi tuhan , I feel so good..".

Meskipun itu terlihat bodoh dan tidak masuk akal, saya tetap melakukannya. Lama-lama saya merasakan ini bisa masuk akal, karena memang saya bisa merasakan manfaatnya, saya merasakan kedamaian yang luarbiasa, ketika saya tersenyum dan ngolet dengan dada terbuka, kedua tangan diangkat dan di condongkan ke belakang. Kedamaian pikiran kita, ternyata dipengaruhi oleh gerakan tubuh kita. Seperti kata anthony robbin…"our motion created our emotion..". Gerakan kita, mempengaruhi emosi kita. Emosi kita mempengaruhi perasaan kita. Perasaan kita mempengaruhi pikiran kita. Pikiran kita mempengaruhi keputusan yang kita ambil. Keputusan yang kita ambil mempengaruhi tindakan kita. Tindakan yang kita ambil berulang-ulang membangun kebiasaan, kebiasaan menjadi kharakter dan kharakter menjadi nasib kita….woooowww….

Saya benar-benar bersyukur mengetahui ini.

   

   

Gerakan===> emosi===>perasaan===>pikiran===>keputusan===tindakan/ACTION===>kebiasaan===>kharakter====> Nasib

   

Jadi kalo dulu kita sering belajar, hati-hati dengan pikiran kita, karena iya bisa menjadi tindakan, tindakan berubah menjadi kebiasaan, kebiasaan akan menjadi kharakter, dan kharakter akan menentukan nasib anda, maka setelah seminar ini, ada yang berubah…ternyata alurnya lebih panjang.

Ada gerakan, emosi, perasaan dan keputusan yang turut serta menentukan kemana arah nasib kita.

   

Ketika saya bangun tidur, gerakan saya salah, emosi pun salah, perasaan jadi gak bener, pikiran kacau, jadi keputusan-keputusan yang saya ambil, baik di keluarga, perusahaan, relationship pun akan salah. Jadi jangan salahkan jaika rasanya, hampir setiap keputusan dan tindakan kok membawa ke arah yang lebih buruk..

Lalu inilah yang dilihat oleh suplier, karyawan, mitra kerja, kolega bisnis dll. Sebagai kebiasaan dan kharakter saya….wooow….rupanya inilah yang telah mengantarkan saya pada hutang 3,6 milyar yang sebagian sudah macet. Inilah yang mengantarkan perusahaan saya berada pada titik nadir…

Bangun tidur dalam kondisi bad mood, bisa mempengaruhi kehidupan kita selama satu hari dan jika itu adalah pengulangan, maka bisa mempengaruhi kehidupan selama seminggu, sebulan, setahun, akhirnya benar-benar hidup kita dipengaruhi oleh kebiasaan bangun tidur kita.

   

Jikalau kita bangun tidur dalam kondisi happy, ini yang saya lakukan..melalui gerakan saya mengubah emosi dan perasaan saya. Dulunya saya merasa harus bertanggung jawab dengan hutang-hutang saya dengan memikirkannya sejak bangun tidur, itu saya ubah. Saya harus menyiapkan kondisi terbaik saya, untuk membayar hutang-hutang saya, dengan bangun tidur yang berkualitas. Dengan gerakan, emosi dan perasaan yang baik, sehingga ketika bekerja, pikiran, keputusan dan tindakan saya menjadi baik. So itu menjadi kebiasaan, kharakter, akhirnya nasib menentukan hutang-hutang saya lunas dan tidak membebani hidup saya lagi. Bagaimana dengan anda?

   

 Salam ikhlas

Putu

Tidak ada komentar: